Arsip:
SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur
Tim Felyhart Universitas Gadjah Mada melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) berinovasi mengubah limbah ampas tebu menjadi produk pasir kucing
Fakultas Kedokteran Hewan sukses menyelenggarakan kegiatan Guest Lecture dengan tema “From Jungle to Pharmacy: Isolation and Identification of Bioactive Compounds with Beneficial Pharmacological Activities” yang disampaikan oleh Prof. Ts. Dr. Zainul Amiruddin Zakaria dari Universiti Malaysia Sabah. Dalam kegiatan ini membahas mengenai potensi senyawa bioaktif alami dalam pengembangan obat modern, khususnya di bidang kesehatan dan kedokteran hewan.
Dalam sambutannya, Prof. drh. Agung Budiyanto, M.P., Ph.D. menyampaikan bahwa topik yang diangkat sangat menarik dan akan membuka banyak kesempatan bagi seluruh peserta untuk memahami perkembangan penelitian obat alami serta peluang pengembangannya di masa depan.
Pada sesi materi, Prof. Zainul menjelaskan bahwa alam adalah sumber utama dari berbagai bioactive compounds yang memiliki aktivitas farmakologis yang sangat bermanfaat. Berbagai contoh senyawa seperti ivermectin, curcumin, dan morphine menjadi bukti bahwa banyak obat modern, termasuk obat veteriner, berasal dari produk alami. Selain membahas penggunanaan obat alami, juga menyoroti tantangan penggunaan ekstrak kasar (crude extract) yang dibandingkan dengan senyawa bioaktif murni.
Acara berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta yang aktif berdiskusi mengenai pengembangan obat herbal yang didasarkan bukti ilmiah, khususnya dalam menghadapi tantangan resistensi antimikroba dan kebutuhan terapi baru di bidang veteriner.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat memperluas wawasan dan pengetahuan mengenai pemanfaatan sumber daya alam sebagai bahan pengembangan obat modern serta memahami pentingnya pendekatan ilmiah yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Terutama pada poin SDGs 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melewati pengembangan obat yang lebih aman dan berbasis penelitian, serta SDGs 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dengan meningkatkan inovasi riset terkait senyawa bioaktif dari sumber daya alam, dan SDGs 15 Ekosistem Darat melalui peningkatkan kesadaran terkait pentingnya konservasi dan eksplorasi yang berkelanjutan terhadap sumber daya hayati. Acara ini juga mendukung SDGs 17 karena memperkuat kemitraan pendidikan antara fakultas kedokteran hewan UGM dan Universiti Malaya Sabah.
Industri peternakan, selain menjadi penyedia utama protein hewani, juga menghadapi tantangan besar terkait pemanasan global akibat tingginya emisi gas metana (CH₄). Menurut Global Methane Initiative (2025), sektor ini menyumbang 2.614,42 MMTCO₂e atau 33% dari total emisi CH₄ dunia, melampaui industri minyak dan gas. Dalam 20 tahun, dampak CH₄ terhadap pemanasan global tercatat 80 kali lebih besar dibandingkan CO₂. Selain mencemari lingkungan, emisi ini juga merugikan peternak karena ruminansia dapat menghasilkan 250–500 liter CH₄ per hari, setara kehilangan energi pakan 3–17%. Salah satu solusi yang dikembangkan adalah pakan aditif berbasis zinc oxide (ZnO) yang mampu menghambat produksi CH₄ dengan merusak membran sel methanogen. Namun, ZnO anorganik memiliki bioavailabilitas rendah dan potensi toksik.
Yogyakarta – Salah satu tim mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang beranggotakan lima mahasiswa terlibat dalam Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) mengkaji penelitian penting mengenai potensi alamiah dari ekstrak daun rosemary (Rosmarinus officinalis L.). Fokus riset ini adalah menyelidiki peran ekstrak tersebut sebagai agen nefroprotektif yang diharapkan mampu memperlambat progresivitas kondisi Gagal Ginjal Akut (GGA).
FunVets #1 merupakan salah satu program kerja tahunan dari Kelompok Studi Hewan Kesayangan (KSHK) Fakultas Kedokteran Hewan UGM yang diselenggarakan oleh Departemen Media dan Desain. Program ini bertujuan untuk memberikan wawasan mengenai isu animal welfare yang sering terjadi pada hewan kesayangan melalui media komik