Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (FKH-UGM) secara berkelanjutan memperkuat komitmennya dalam mendorong hasil-hasil penelitian agar tidak berhenti pada capaian akademik, tetapi dapat ditransformasikan menjadi produk inovasi yang memiliki nilai guna, nilai tambah, dan dampak nyata bagi masyarakat serta pemangku kepentingan. Upaya tersebut diwujudkan melalui proses hilirisasi hasil penelitian yang melibatkan berbagai departemen, dengan orientasi pada pengembangan teknologi dan produk di bidang kesehatan hewan, nutrisi, peternakan, keamanan pangan, serta pelayanan veteriner.
Hilirisasi penelitian di FKH UGM merupakan bagian integral dari ekosistem riset dan inovasi yang menghubungkan penelitian dasar, penelitian terapan, pengembangan prototipe, validasi, hingga pemanfaatan produk oleh pengguna.
Pendekatan tersebut sekaligus mencerminkan upaya FKH UGM dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai penghasil pengetahuan dan teknologi yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan sektor veteriner.
Sebagai bentuk komitmen nyata dalam mewujudkan kemandirian bangsa di bidang kedokteran hewan, peternakan, serta kesehatan masyarakat veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (FKH-UGM) secara berkelanjutan terus mentransformasikan riset-riset akademik menjadi produk terapan yang berdaya guna. Melalui komitmen hilirisasi ini, FKH-UGM menghadirkan 26 produk riset inovatif yang siap memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan, industri peternakan, layanan medis veteriner, serta masyarakat luas.
Dalam rangka modernisasi kurikulum serta peningkatan efektivitas pembelajaran akademis dan konservasi satwa, FKH-UGM merancang media interaktif unggulan, yaitu:
Sejumlah hasil penelitian yang dikembangkan oleh berbagai departemen di FKH-UGM telah diarahkan menjadi produk inovatif dengan beragam tingkat kematangan teknologi. Pada Departemen Anatomi, hasil penelitian telah dikembangkan menuju produk yang memiliki potensi pemanfaatan dalam mendukung proses pembelajaran, pendidikan kedokteran hewan, maupun kebutuhan praktis di bidang anatomi dan ilmu biomedis. Hilirisasi pada bidang ini menunjukkan bahwa pengembangan produk pendidikan juga merupakan bagian penting dari proses inovasi akademik yang mendukung peningkatan mutu pembelajaran dan kompetensi lulusan.
Untuk mendukung ketepatan diagnosis penyakit serta keamanan medis, dikembangkan kit diagnostik berakurasi tinggi:
FKH-UGM terus mengembangkan dan melakukan hilirisasi inovasi diagnostik presisi untuk mendukung ketepatan diagnosis, keamanan medis, dan peningkatan kualitas layanan kesehatan. Produk yang dikembangkan meliputi ExoZyme™ BamHI dari Departemen Biokimia sebagai enzim endonuklease restriksi spesifik untuk penentuan patotipe Virus Newcastle Disease; Kit Deteksi Cepat MRSA dari Departemen Patologi Klinik berbasis aglutinasi lateks rekombinan PBP2a untuk mendeteksi infeksi Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus; serta INA-Stent beserta uji praklinis menggunakan hewan model sebagai inovasi implan stent medis.
Berbagai produk tersebut merefleksikan komitmen FKH-UGM dalam mentransformasikan hasil penelitian menjadi teknologi diagnostik dan medis yang presisi, inovatif, dan aplikatif, serta berpotensi memberikan kontribusi nyata bagi penguatan kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat dalam kerangka One Health.
Untuk menjawab tantangan pengobatan tingkat lanjut, dikembangkan produk berbasis terapi seluler dan eksosom:
Departemen Biokimia, hasil penelitian diarahkan pada pengembangan produk berbasis biokimia dan biomolekuler yang memiliki potensi aplikasi dalam bidang diagnostik, kesehatan hewan, maupun pengembangan teknologi veteriner.
Produk-produk tersebut merepresentasikan pemanfaatan pengetahuan biokimia untuk menghasilkan inovasi yang lebih aplikatif serta berpotensi menjawab kebutuhan pengembangan layanan dan teknologi kesehatan hewan.
FKH-UGM senantiasa mendorong hilirisasi penelitian di bidang terapi regeneratif dan biomedis veteriner melalui pengembangan teknologi berbasis eksosom dan secretome. Produk yang dikembangkan meliputi EquiVet ExoGel, yaitu gel berbasis eksosom kuda untuk mendukung penyembuhan luka ulkus diabetikum; Canine ExoGel, gel eksosom anjing untuk mempercepat pemulihan luka pascaoperasi pada hewan kesayangan, serta Bovie Cream dan Conditioned Medium BUMSC/RegenoVet, sebagai inovasi biomedis berbasis secretome untuk mendukung terapi regeneratif veteriner. Rangkaian inovasi tersebut mencerminkan komitmen FKH UGM dalam mentransformasikan hasil penelitian menjadi produk biomedis veteriner yang inovatif, aplikatif, dan berorientasi pada pengembangan terapi regeneratif masa depan.
Pengembangan sediaan herbal serta sarana kesehatan penunjang:
Departemen Biokimia, hasil penelitian diarahkan pada pengembangan produk berbasis biokimia dan biomolekuler yang memiliki potensi aplikasi dalam bidang diagnostik, kesehatan hewan, maupun pengembangan teknologi veteriner. Produk yang dihasilkan meliputi Biskuit Pakan Pembawa Obat dan Kit Deteksi Trypanosoma evansi (Trydex), Nanoherb-Toxo sebagai obat herbal antitoksoplasma pada kucing, serta Perangkap Lalat Model Dome dari Departemen Parasitologi; Jamu Ocilix dari Departemen Anatomi sebagai formulasi herbal untuk membantu meredakan pegal linu dan nyeri sendi; serta Nanofiber PVA/Moringa oleifera/Coffee Bean dari Departemen Patologi Klinik sebagai inovasi pembalut luka berbasis nanofiber alami. Berbagai produk tersebut menunjukkan komitmen FKH UGM dalam mentransformasikan hasil penelitian menjadi inovasi kesehatan veteriner yang bernilai guna, berorientasi pada kebutuhan pengguna, dan berpotensi memberikan dampak nyata bagi kesehatan hewan dan masyarakat.
Solusi suplementasi nutrisi guna meningkatkan performa dan kesehatan hewan:
FKH-UGM terus mendorong hilirisasi hasil penelitian melalui pengembangan feed additive, suplemen nutrisi, dan pakan ternak untuk mendukung kesehatan, produktivitas, dan performa hewan. Produk yang dikembangkan meliputi UMB, Silased, dan Pakan Wafer (PDB 2026); HerProSa sebagai probiotik berbasis herbal untuk mendukung kesehatan pencernaan ternak; HT K Boost sebagai formulasi penunjang fungsi otak dan sirkulasi darah; serta BSF Dog and Cat Food berbasis maggot Black Soldier Fly. Selain itu, dikembangkan Gallusforte sebagai suplemen pakan ayam dan Cangri Supplement serta Gama Nusa Blok sebagai suplemen mineral terintegrasi untuk mendukung performa reproduksi, kualitas sperma, dan kondisi fisik ternak ruminansia. Ragam inovasi tersebut menegaskan komitmen FKH UGM dalam mentransformasikan hasil penelitian menjadi produk nutrisi dan pakan yang inovatif, aplikatif, dan berorientasi pada peningkatan kesehatan serta produktivitas peternakan.