• Tentang UGM
  • simaster
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Webmail
  • Informasi Publik
  • Bahasa Indonesia
    • English
    • Bahasa Indonesia
Universitas Gadjah Mada Fakultas Kedokteran Hewan
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
    • Salam dari Dekan
    • Sejarah Singkat
    • Visi dan Misi
    • Departemen
    • Manajemen Fakultas
    • Fasilitas dan Unsur Penunjang
    • Unit Kegiatan Mahasiswa
    • Kontak
  • Pendidikan
    • Program Studi Kedokteran Hewan
    • Program Profesi Dokter Hewan
    • Program Pascasarjana
    • Kanal Pengetahuan
  • Penelitian
    • Komite Etik Penelitian
  • ADMISI
  • Unduh
    • LAPORAN DEKAN
    • Buku Panduan Akademik
    • Sertifikat Akreditasi
    • Koleksi Dokumen LAMPTKes S1-PPDH
    • Capaian MCK FKH UGM
  • Pojok Saran
  • Beranda
  • Pos oleh
Pos oleh :

humas.fkh

Mengabdi di Negeri Kepingan Surga: Tim KKN-PPM UGM Mengukir Samosir Tingkatkan Kesehatan Ternak melalui Pemberian Vitamin dan Obat Cacing

BeritaKegiatan MahasiswaSorotan Senin, 3 Agustus 2026

Pangururan, Juli 2026 – Sebagai upaya mendukung pertumbuhan ekonomi desa yang berkelanjutan melalui pengembangan sektor peternakan, Tim dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat

Lihat   Selengkapnya

Aktivitas Hepatoprotektif Ekstrak Sambiloto dalam Cangkang Kapsul Berbasis Akar Manis sebagai Terapi Alternatif Feline Infectious Peritonitis (FIP)

BeritaKegiatan Mahasiswa Jumat, 16 Agustus 2024

Lima mahasiswa UGM berhasil membuat obat hepatoprotektor sebagai terapi FIP efusif melalui kimia darah, yaitu menaikan kadar albumin agar tidak terjadinya penumpukan cairan di rongga abdomen (acites) serta menurunkan kadar SGOT dan SGPT penderita supaya fungsi organ lainnya dapat berjalan dengan baik. Selain itu, obat hepatoprotektor yang berasal dari kombinasi sambiloto dan akar manis dapat lebih cepat memperbaiki kerusakan sel akibat virus tersebut. Riset yang diketuai oleh Syifa Annisa (Kedokteran Hewan, 2023) dan melibatkan rekan-rekannya, yaitu Yustisia Nur Rafidha Hestomo Putri (Farmasi, 2023), Kalya Dija Azzahra (Kedokteran Hewan, 2022), Dewi Nur Rohmah (Farmasi, 2022), dan Hati Setya Utami (Teknologi Veteriner, 2022) dengan dosen pendamping dari Fakultas Kedokteran Hewan, yaitu Dr. drh. Vista Budiariati, M.Si. tergabung dengan nama Sambikarnis.

Proyek riset yang dilakukan oleh Syifa dan anggota timnya merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Riset Eksakta (PKM-RE). Didukung pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), tim Sambikarnis berhasil menemukan potensi obat hepatoprotektor ekstrak sambiloto dengan kombinasi cangkang kapsul akar manis sebagai terapi alternatif Feline Infectious Peritonitis. Penelitian ini selaras dengan SDGs poin 3, kesehatan yang baik dan kesejahteraan.

Feline Infectious Peritonitis (FIP) merupakan salah satu virus yang menyerang pada kucing dengan 80% penderitanya mengalami tipe efusif yang disebabkan oleh vaskulitis jaringan hepar yang semakin parah hingga membentuk jaringan parut di hepar (sirosis)  sehingga mengakibatkan penumpukan cairan pada rongga abdomen dan dengan tingkat kematian yang tinggi.

Hati mengatakan bahwa “FIP terjadi ketika adanya mutasi pada feline entric coronavirus yang kemudian menyebar melalui sistem fagositosis monosit dan variasi terbentuk dalam respon imun, yaitu FIP efusif (basah) dan non efusif (kering)”.

Pengobatan yang paling umum diberikan untuk penderita FIP saat ini adalah antivirus Remdesivir dan GS-441524. Namun, dua jenis pengobatan ini didapatkan dari hasil impor dengan penggunaan jangka panjang, yaitu 84 hari dan didukung dengan penggunaan obat support yang cukup banyak.

“Ekstrak sambiloto dalam cangkang kapsul akar manis merupakan formulasi herbal yang bersifat hepatoprotektor yang dihasilkan melalui proses ekstraksi dengan metode maserasi ethanol 96% kemudian pada ekstrak sambiloto dibentuk sediaan serbuk, sedangkan ekstrak akar manis diformulasikan sebagai kapsul pelapis dari serbuk ekstrak sambiloto. Ekstrak sambiloto memiliki senyawa aktif andrographolide yang mampu mengurangi kematian hepatosit, menurunkan kadar SGPT, SGOT, dan meningkatkan albumin sehingga hepar menjadi normal kembali. Ekstrak akar manis memiliki kandungan glisirizin yang sering digunakan sebagai sweetener agent dan telah terbukti bermanfaat sebagai antivirus. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian ekstrak sambiloto dalam cangkang kapsul akar manis dosis 200 mg/kgBB terbukti efektif dalam menaikan kadar albumin dan menurunkan kadar SGOT, SGPT serta mempercepat perbaikan jaringan hepar yang terpapar oleh agen hepatotoksik dan virus,” terang Syifa selaku ketua tim.

“Perlu adanya eksplorasi sumber pengobatan baru untuk FIP dan penyesuaian dosis dengan hewan probandus (subjek utama). Formulasi hepatoprotektor ekstrak sambiloto dalam cangkang kapsul akar manis dapat menjadi kandidat terapi, tetapi diperlukan adanya landasan yang kuat untuk penelitian lebih lanjut,” ujar Afi.

Riset ini dapat mengungkap aktivitas hepatoprotektor ekstrak sambiloto dalam cangkang kapsul akar manis sebagai terapi alternatif FIP. Berlandaskan kerja keras dan kolaborasi riset terdahulu, riset ini terus digali untuk kontribusi dalam mewujudkan SDGs 3 Kehidupan yang sehat dan sejahtera. Dengan mengembangkan terapi alternatif yang berbasis alam, penelitian ini juga berkontribusi pada pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan. Riset ini tidak hanya berfokus pada pengembangan produk, tetapi juga pada transfer pengetahuan dan teknologi sehingga hasilnya dapat diterapkan secara luas dan bermanfaat bagi masyarakat global. keberhasilan penelitian ini diharapkan dapat menjadi langkah signifikan dalam pengembangan obat-obatan herbal yang teruji secara ilmiah dan memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat.

 

Lihat   Selengkapnya

Pembekalan Petugas Pemeriksaan Hewan dan Daging Qurban Untuk Mengatasi Penyebaran Penyakit Hewan

BeritaKegiatan Mahasiswa Senin, 10 Juni 2024

Minggu,9 Juni 2024. Fakultas Kedokteran Hewan UGM beserta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta PDHI melakukan kegiatan Pembekalan dalam bentuk seminar dan praktek untuk para Petugas Pengawas Hewan Qurban pada perayaan Idul Adha 1445 H.

Menyembelih Qurban adalah bagian tak terpisahkan dari Perayaan Idul Adha bagi umat Islam. Tradisi ini selalu dilakukan setiap tahunnya. Tetapi jika tidak dilakukan sesuai dengan prosedur medis yang berlaku akan beresiko menyebabkan penyebaran penyakit hewan menular atau wabah.

Fakultas Kedokteran UGM berinisiatif untuk ikut mencegah terjadinya wabah dengan mengadakan seminar dan pembekalan Petugas Pemeriksaan Hewan dan Daging Qurban bagi para dokter hewan maupun calon dokter hewan.

Diharapkan kegiatan yang diikuti kurang lebih 400 peserta akan memberikan sumbangan yang signifikan dalam usaha mengendalikan wabah penyakit hewan yang sangat merugikan masyarakat.

Kegiatan ini sesuai dengan SDGs poin 4 dengan memberikan akses pengetahuan tentang pengelolaan hewan qurban dan daging Qurban yang higienis. Pembekalan Petugas Pemeriksaan Hewan dan Daging Qurban untuk mengatasi penyebaran penyakit hewan.

 

Lihat   Selengkapnya

Edukasi Penanganan Mastitif Kepada Peternak Kambing Peranakan Etawa di Samigaluh Kulonprogo DI Kulon Progo

Berita Senin, 10 Juni 2024

 

Sabtu, 8 Juni 2024. PPDH FKH UGM melakukan Pengabdian Masyarakat tentang Pemeliharaan Ternak Kambing di Desa Kebonharjo Kecamatan Samigaluh Kulonprogo. Pengabdian masyarakat ini berputar pada materi edukasi mengenai penanganan Mastitis kepada peternak kambing peranakan Etawa di Samigaluh Kulonprogo. Hal ini merupakan salah satu bentuk realisasi SDG 15 yaitu Ekosistem Darat.

Penyakit Mastitif adalah jenis penyakit yang menyerang kelenjar susu kambing, menyebabkan pembengkakan pada ambing susu. Akibatnya indukan kambing tidak bisa menyediakan susu bagi anak kambing. Sementara itu, keunggulan kambing peranakan etawa adalah kualitas susunya sehingga penyakit Mastitis ini dapat sangat mempengaruhi produksi susu yang berdampak pada konsumsi dan ketahanan pangan.

Apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat, penyakit ini dapat mempengaruhi pendapatan ekonomi peternak. Penyakit ini terkadang memaksa peternak untuk menjual ternaknya dengan harga murah dan harus membeli ternak baru sehingga peternak mengalami kerugian. Apabila sudah terjangkit, tentu saja akan meningkatkan biaya pemeliharaan kambing.

Untuk membantu petani mengatasi penyakit ini Fakultas Kedokteran Hewan UGM mengadakan penyuluhan tentang cara pengelolaan ternak kambing peranakan etawa yang benar diantaranya menjaga kebersihan kandang. Hal ini merupakan pendidikan untuk berkelanjutan karena dapat memitigasi hal-hal buruk di kemudian hari baik itu dari sisi produksi pangan maupun ekonomi. Kegiatan ini sesuai  SDG 4 yaitu pendidikan berkualitas dan SDG 2 yaitu tanpa kelaparan.

Apabila dilakukan dengan tepat dan rutin, bentuk pengabdian masyarakat dari PPDH FKH UGM dapat membantu mengentaskan kemiskinan dengan peternak yang berdaya dan menghasilkan susu kambing pernakan Etawa dengan kualitas terbaik dan dapat dijual dengan harga yang menguntungkan. Hal ini sesuai dengan SDG 1 yaitu tanpa kemiskinan.

 

Lihat   Selengkapnya

Membina Kesadaran Masyarakat Kebumen Tentang Pemilihan Hewan Qurban Yang Sehat Dan Bebas Penyakit Dari Sisi Medis Dan Fiqh

Berita Senin, 10 Juni 2024

Jumat, 7 Juni 2024. Program Studi S1 Fakultas Kedokteran Hewan UGM mengadakan pengabdian masyarakat yang berfokus pada kesehatan hewan kurban menyusul perayaan Idul Adha yang akan dilaksanakan pada 16 – 17 Juni 2024.

Pada kesempatan kali ini, fokus utama yang diangkat adalah membina kesadaran masyarakat Kebumen khususnya Kecamatan Mirit,  tentang pemilihan hewan Kurban yang sehat dan bebas penyakit dari sisi medis dan fiqh. Pemaparan materi dilakukan oleh ketua departemen Kesmavet FKH UGM, drh. Dyah Ayu Widiasih, Ph.D dan drh. Agung Budiyanto, M.P., Ph.D, wakil dekan bidang Akademik dan Kemahasiswaan UGM. Masing-masing pembicara menyampaikan materi mengenai ciri-ciri hewan yang sehat, mengenali penyakit-penyakit yang mungkin menjangkiti hewan Kurban, dan tata cara serta pengolahan hewan kurban yang baik dan benar. Diperlukan perhatian khusus dari segi kebersihan tempat maupun alat potong hewan. Hal ini adalah bentuk realisasi SDG 15 Ekosistem Darat.

Pengabdian Masyarakat in merupakan upaya peningkatan akses terhadap pendidikan bagi masyarakat Mirit, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, sesuai dengan SDG 4 Kualitas Pendidikan. Menyembelih Kurban adalah bagian tak terpisahkan dari Perayaan Idul Adha bagi umat Islam. Tradisi ini selalu dilakukan setiap tahunnya. Tetapi jika tidak dilakukan sesuai dengan prosedur medis yang berlaku akan beresiko menyebabkan penyebaran penyakit hewan menular atau wabah.

Bentuk slogan yang diangkat adalah FKH UGM dan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen Bersama Melawan Anthrax, PMK, dan LSD. Ini adalah kali kedua Program Studi S1 FKH UGM melakukan pengabdian masyrakat di Kabupaten Mirit. Hal ini merupakan bentuk komitmen dalam melakukan pendidikan yang berkelanjutan demi terwujudnya konsumsi pangan yang sehat dan sesuai anjuran agama (SDG 2 Zero Hunger). Lebih jauh lagi, kerjasama antara FKH UGM dan Distapang Kab. Kebumen adalah wujud dari kemitraan masyarakat sipil sesuai dengan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Diharapkan kegiatan yang diikuti masyarakat maupun peternak sekitar Kecamatan Mirit Kebumen akan memberikan sumbangan yang signifikan dalam usaha mengendalikan wabah penyakit hewan yang sangat merugikan masyarakat.

 Lihat   Selengkapnya

Penyadaran Tentang Peran Penting Ilmu Kedokteran Hewan Demi Terjaganya Kesehatan Manusia Bagi Siswa SD

Berita Rabu, 1 Mei 2024

Sleman 30 April 2024 . Fakultas Kedokteran Hewan UGM menerima kunjungan murid-murid SD Sungapan, Sedayu, Sleman.Kunjungan kali ini diisi dengan pengenalan profesi Dokter Hewan dan segala sesuatu tentang ilmu kedokteran hewan yang tentunya disesuaikan dengan usia mereka yang masih SD. Dalam kesempatan ini mereka dipandu oleh beberapa dosen FKH UGM. Pengenalan tentang ilmu kedokteran ini dilakukan dengan disisipkan permainan agar menarik para siswa SD ini.

Setelah diberi pengarahan di ruang kelas mereka juga diajak berkeliling kampus untuk memperlihatkan fasilitas yang ada di kampus Fakultas Kedokteran Hewan. Kegiatan ini merupakan bagian dari Tri Darma Perguran Tinggi untuk menyadarkan anak usia belia tentang pentingnya ilmu kedokteran hewan sehingga nantinya diharapkan mereka akan dengan sadar ikut menjaga kesehatan hewan yang pada gilirannya akan juga menjaga kualitas kesehatan manusia secara umum.

Kegiatan ini selaras dengan SDGs poin 4 dan 17, tersebut bagian dari kegiatan dalam membangun Pendidikan Berkualitas dan Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Lihat   Selengkapnya

Universitas Gadjah Mada

Fakultas Kedokteran Hewan
Universitas Gadjah Mada

Jl. Fauna No. 2 Karangmalang, Yogyakarta 55281 Indonesia

fkh@ugm.ac.id
+62 (274) 6492088
+62 (274) 560862
+62 (274) 560861

Informasi Publik

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Secara berkala

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

© Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada 2025

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju