Pangururan, Juli 2026 – Sebagai upaya mendukung pertumbuhan ekonomi desa yang berkelanjutan melalui pengembangan sektor peternakan, Tim dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada, Mengukir Samosir. Melaksanakan program peningkatan kesehatan hewan ternak melalui injeksi vitamin dan pemberian obat cacing. Kegiatan ini diselenggarakan di dua desa, yaitu Desa Sialanguan pada 11 Juli 2026 serta Desa Siopat Sosor pada 12–13 Juli 2026, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Program tersebut berfokus pada pemberian obat cacing sebagai upaya pencegahan penyakit helminthiasis, disertai pemberian vitamin bagi ternak ruminansia dan babi untuk mendukung kondisi kesehatan dan produktivitasnya.
Program ini digagas oleh Nadila, mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada angkatan 2023 yang sedang menjalankan KKN-PPM di Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Pelaksanaan program menjadi wujud pengabdian kepada masyarakat sekaligus implementasi ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di bangku perkuliahan. Melalui kegiatan ini, Nadila berkesempatan mengaplikasikan kompetensi di bidang kesehatan hewan secara langsung untuk memberikan manfaat bagi masyarakat yang memiliki hewan ternak di Kabupaten Samosir, daerah yang dikenal dengan pesona alamnya hingga kerap dijuluki sebagai negeri kepingan surga. Berangkat dari kondisi di lapangan yang menunjukkan bahwa helminthiasis masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering menyerang ternak ruminansia, program ini hadir sebagai upaya preventif untuk menjaga kesehatan ternak dan meningkatkan kesejahteraan peternak. Pelaksanaan program ini turut mendapat dukungan dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Samosir. Tim medis hewan dari dinas berperan mendampingi selama kegiatan berlangsung. Selain itu, koordinasi dengan pemerintah desa serta kelompok peternak dilakukan sejak tahap perencanaan guna memastikan program dapat berjalan secara efektif. Setelah lokasi dan jadwal pelaksanaan disepakati, Nadila bersama tim melaksanakan survei ke kandang-kandang milik warga. Kegiatan survei meliputi pendataan hewan ternak sekaligus sosialisasi kepada para peternak mengenai program kerja yang akan dilaksanakan serta manfaat dari pemberian vitamin dan obat cacing kepada hewan ternak. Pada tahap ini, dilakukan pemeriksaan kondisi kesehatan ternak untuk memastikan kelayakannya menerima pemberian vitamin dan obat cacing.
Pada hari pelaksanaan, Nadila bersama anggota tim Mengukir Samosir lainnya dengan pendampingan dari DKPP Kabupaten Samosir serta perangkat desa, melaksanakan kegiatan menggunakan perlengkapan medis yang sesuai dengan standar pelayanan kesehatan hewan. Program ini juga memperoleh dukungan dari PT Medion Farma Jaya yang memberikan bantuan berupa obat cacing Wormzol-B dan Wormzol-K, serta vitamin ADE-Plex Inj dan Injekvit B-Plex.
Pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini berkontribusi terhadap SDGs poin 2 (Tanpa Kelaparan) melalui peningkatan kesehatan ternak guna mendukung produktivitas peternakan dan sistem produksi pangan asal hewan yang lebih optimal serta berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDGs poin 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan SDGs poin 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui edukasi pentingnya Kesehatan ternak, dan melakukan upaya preventif berupa pemberian obat cacing dan vitamin untuk menjaga kesehatan, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mencegah terjadinya penyakit pada hewan ternak. Program ini turut berkontribusi terhadap SDGs poin 15 (Ekosistem Daratan) dan SDGs poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung jawab) dengan mendorong praktik pengelolaan kesehatan ternak yang bertanggung jawab, pencegahan penyakit pada hewan, serta mendukung keberlanjutan sumber daya hayati di lingkungan daratan. Di sisi lain, meningkatnya kesehatan dan produktivitas ternak diharapkan mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi para peternak sehingga turut mendukung pencapaian SDGs poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan SDGs poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui peningkatan produktivitas usaha peternakan dan kesejahteraan masyarakat.




