Aquatic In Action 2019

Bagikan

Facebook
Twitter
WhatsApp

Divisi Akuatik Himpunan Studi Ternak Produktif (HSTP) Fakultas Kedokteran Hewan UGM telah mengadakan acara Aquatic in Action. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 20 Oktober 2019 di Fakultas Kedokteran Hewan UGM dan pemancigan Moro Kangen. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan ruang lingkup kerja dokter hewan serta meningkatkan minat dan bakat dalam dunia perikanan. Acara AIA diikuti kurang lebih 22 peserta, yang terdiri dari mahasiswa FKH dan FTP. Kegiatan dibagi menjadi 3 sesi dan berjalan dengan lancar.

Sesi seminar dilaksanakan di ruang kuliah 103 FKH UGM dengan tema “Sinergi Dokter Hewan dan Pembudidayaan Ikan Lele untuk Meningkatkan Produksi Ikan Lele Dalam Negeri” dan disampaikan oleh bapak Ir. Sukardi, M.P. yang merupakan dosen dari Fakultas Pertanian, Departemen Perikanan UGM. Bapak Sukardi menjelaskan lebih dalam mengenai manajemen pemeliharaan ikan lele yang baik, mulai dari manajemen lingkungan (perkolaman, dan manajeman kualitas air) hingga kendala dalam budidaya ikan lele. Beliau menekankan tentang manajemen pembesaran ikan lele termasuk faktor-faktor yang mempengaruhinya, yaitu benih mencakup jumlah dan kualitasnya, manajemen lingkungan, dan manajemen pakan, baik pakan alami maupun pakan buatan.”Pada menajemen pembesaran ikan, jumlah benih harus sesuai dengan luas kolam itu sendiri, kemudian air yang digunakan baiknya adalah air yang tidak mengalir dari kolam satu ke kolam lain tapi air yang masih bersih, hal itu untuk menghindari penyebaran penyakit dari satu kolam ke kolam yang lain.” terang beliau.

Setelah sesi materi selesai, dilanjutkan dengan sesi nekropsi ikan dilaksanakan di parkiran lama FKH UGM yang disampaikan oleh Asisten Laboratorium Makroanatomi FKH UGM. Pada sesi ini dijelaskan bagaimana cara handling dan restrain ikan lele yang benar agar tidak terluka oleh “patil” ikan lele, kemudian dilanjutkan dengan praktik pengambilan darah pada ikan lele yang dilakukan pada vena yang berada di daerah linea lateralis ikan, setelah praktik pengambilan darah, selanjutnya dilakukan nekropsi ikan lele, serta penjelasan mengenai organ visceral pada ikan lele.

Pada sesi terakhir yaitu sesi lomba memancing. Para peserta mengikuti lomba dengan antusias yang tinggi. Serangakaian acara ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peserta untuk menambah ilmu dan wawasan mengenai pembudidayaan ikan lele. Kedepannya, kegiatan semacam ini akan terus ditingkatkan lagi dengan cakupan materi yang lebih beragam dan mendalam.