• Tentang UGM
  • simaster
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Webmail
  • Informasi Publik
  • Bahasa Indonesia
    • English
    • Bahasa Indonesia
Universitas Gadjah Mada Fakultas Kedokteran Hewan
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
    • Salam dari Dekan
    • Sejarah Singkat
    • Visi dan Misi
    • Departemen
    • Manajemen Fakultas
    • Fasilitas dan Unsur Penunjang
    • Unit Kegiatan Mahasiswa
    • Kontak
  • Pendidikan
    • Program Studi Kedokteran Hewan
    • Program Profesi Dokter Hewan
    • Program Pascasarjana
    • Kanal Pengetahuan
  • Penelitian
    • Komite Etik Penelitian
  • ADMISI
  • Unduh
    • LAPORAN DEKAN
    • Buku Panduan Akademik
    • Sertifikat Akreditasi
    • Koleksi Dokumen LAMPTKes S1-PPDH
    • Capaian MCK FKH UGM
  • Pojok Saran
  • Beranda
  • veterinary
  • veterinary
Arsip:

veterinary

Seminar Nasional Perunggasan 2026

BeritaSorotan Selasa, 4 Agustus 2026

“Outlook Perunggasan 2026–2027: Resiliensi dan Kedaulatan Industri Unggas Nasional untuk Stabilitas Pangan di Tengah Dinamika Kebijakan Impor, Investasi Strategis, dan Penguatan Sistem Veteriner”

Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Seminar Nasional Perunggasan 2026 sebagai forum strategis

Lihat   Selengkapnya

Pengenalan Keprofesian Veteriner (PKV) di Kompi Brimob Gondo Wulung, Kabupaten Bantul

BeritaKegiatan Mahasiswa Jumat, 8 Mei 2026

Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta – Selama liburan Semester Genap, beberapa mahasiswa semester satu FKH UGM melaksanakan kegiatan PKV (Pengenalan Keprofesian Veteriner) yang berlangsung selama 6

Lihat   Selengkapnya

Bincang-bincang dengan Martina Marina, Alumni Pertukaran Mahasiswa ke Italia tentang Kesehatan Mental dan Kaitannya dengan Kesejahteraan Hewan

BeritaKegiatan Mahasiswa Rabu, 4 Mei 2022

Martina Marina berpose di University of Padua

Tanggal 30 April 2022 diperingati sebagai Hari Dokter Hewan Sedunia atau World Veterinary Day (WVD). Peringatan WVD ditetapkan oleh Asosiasi Dokter Hewan Dunia atau World

Lihat   Selengkapnya

Seminar Daring SARS-CoV-2: Potensi Penularan pada Satwa Domestik dan Satwa Liar serta Upaya Pencegahannya

Berita Minggu, 10 Mei 2020

Yogyakarta (09/05/2020)- Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (FKH UGM) bekerjasama dengan Wildlife Conservation Forum (WCF) dan Gembira Loka Zoo menyelenggarakan Seminar Daring dengan tajuk “SARS-CoV-2: Potensi Penularan pada Satwa Domestik dan Satwa Liar serta Upaya Pencegahannya”. Seminar daring ini telah dilaksanakan pada Jumat 24 April 2020 pukul 14.00-15.30 WIB. Seminar diikuti oleh berbagai peserta baik dokter hewan di Indonesia maupun peserta non dokter hewan yang tertarik dengan informasi terbaru terkait SARS-CoV-2. Seminar dimoderatori oleh drh. Fransiska Sulistyo, MVS dari WCF Jogja. Seminar daring ini dibuka oleh Dr. drh. Rini Widayanti, M.P, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerja Sama FKH UGM.

 

Narasumber pertama pada seminar daring ini merupakan Guru Besar Departemen Mikrobiologi FKH UGM, Prof. Dr. drh. M. Haryadi Wibowo, MP, yang mengulas mengenai potensi penyebaran SARS-CoV-2 pada satwa liar dan domestik. Sesi pertama juga diisi dengan update informasi terbaru mengenai SARS-CoV-2 berdasarkan penelitian-penelitian terkini.  Narasumber kedua yaitu, Dr. drh. S. Indarjulianto, Dosen Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKH UGM, mengulas mengenai aspek klinis dan medis veteriner Covid-19 pada satwa liar dan domestik. Bukti ilmiah mengenai penularan Covid-19 dari manusia ke hewan kesayangan dan sebaliknya sampai saat ini belum dilaporkan, namun demikian secara khusus, Dr. Indarjulianto menyampaikan titik-titik kritis yang mungkin menjadi media penularan Covid-19 khususnya yang berasal dari interaksi dokter hewan – klien serta hal-hal antisipatif yang dapat dilakukan. Narasumber ketiga, Josephine Vanda Tirtayani, M.A, Manajer Konservasi Kebun Binatang Gembira Loka mengemukakan protokol pencegahan Covid-19 di Kebun Binatang Gembira Loka dan Lembaga Konservasi secara umum. Kebun Binatang Gembira Loka menutup sementara akses publik ke kebun binatang sesuai imbauan pemerintah namun berbagai upaya terus dilakukan agar satwa tetap dipelihara dan mendapat perhatian yang prima, tanpa mengesampingkan kesehatan dan keselamatan kerja.

Seminar daring ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi, media penyampaian informasi, dan ruang diskusi khususnya terkait pandemi Covid-19. FKH UGM secara aktif juga akan menyelenggarakan seminar daring lainnya dan webinar series yang dapat diikuti oleh masyarakat umum maupun kolega dokter hewan di seluruh Indonesia. (VB)Lihat   Selengkapnya

Alumni Sumbangkan Telur untuk Bantuan Tanggap Darurat Covid-19

BeritaSorotan Sabtu, 2 Mei 2020

Yogyakarta, 09/04/2020 –  Himbauan physical distancing oleh pemerintah untuk penganan wabah Covid-19, berdampak pada kehidupan sehari-hari masyarakat. Lembaga-lembaga pendidikan, perkantoran, restoran dan tempat-tempat yang menimbulkan keramaian ditutup untuk mencegah meluasnya penyebaran wabah Covid-19. Dampaknya, sebagian masyarakat menjadi kesulitan untuk memenuhi kebutuhan harian mereka.

Namun, di tengah masa sulit ini, banyak dermawan yang dengan sukarela megulurkan tangannya untuk sesama. Salah satunya adalah alumni Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM, Singgih Januratmoko, SKH, MM., pemilik PT. Janu Putra Group dan anggota DPR RI 2019 – 2024. Meskipun bisnis perunggasannya kini lesu ditimpa pandemi virus SARS-Cov 2, hal itu tidak menghalangi beliau untuk mendermakan sebagian rizkinya. Ia memberikan sumbangan berupa 4000 butir telur kepada FKH UGM. Sumbangan alumni FKH UGM 1994 ini telah dibagikan kepada civitas akademik FKH UGM dan warga yang terdampak pandemi Covid-19 saat ini. Bantuan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan terutama protein hewani warga.Lihat   Selengkapnya

Kegiatan Belajar Mengajar Daring (online) Civitas Akademika FKH UGM di masa Darurat COVID19

BeritaSorotan Jumat, 1 Mei 2020

Yogyakarta (01/05/2019) – Fakultas Kedokteran Hewan dengan semangat produktivitas menerapkan pembelajaran secara daring selama masa tanggap darurat Covid-19. Hal ini merupakan upaya agar proses akademik tetap berjalan tanpa mengabaikan imbauan pemerintah untuk melaksanakan physical distancing maupun work & study from home. Perkuliahan secara daring dilaksanakan melalui berbagai aplikasi seperti Cisco Webex, maupun learning management system UGM yaitu eLisa dan eLOK.

 

Mata kuliah yang dilaksanakan secara daring berjumlah 29 mata kuliah yang terdiri dari 6 mata kuliah semester II, 6 mata kuliah semester IV, 10 mata kuliah semester 6, 1 mata kuliah semester 7, dan 6 mata kuliah semester 8. Perkuliahan daring dapat dilaksanakan tanpa kendala berarti karena Universitas Gadjah Mada memang telah menginisasi dan mempersiapkan sivitasnya, baik dosen, tendik, maupun mahasiswa dalam strategi pembelajaran blended learning. Salah satu unsur pembelajaran blended learning adalah keunggulan pembelajaran interaktif secara daring. Sistem yang telah tersedia dalam eLok, eLisa, maupun akses ke Cisco Webex memudahkan pelaksanaan pembelajaran daring selama pandemi Covid-19. Data menunjukkan bahwa 52% pembelajaran daring dilaksanakan secara interaktif melalui aplikasi aplikasi teleconference, 38% mengombinasikan pembelajaran interaktif dengan learning management system (LMS) yaitu eLisa dan eLok, 7% menggunakan LMS sebagai media pembelajaran, dan 3 % memanfaatkan berbagai aplikasi seperti youtube, e-mail dan whatsapp group khususnya untuk diskusi maupun pembelajaran kasus klinik.

Presentase pembelajaan daring yang interaktif disambut positif oleh mahasiswa. Mahasiswa sempat khawatir dengan pembelajaran daring sebab seringkali sistem ini justru disalah-artikan menjadi sistem transfer tugas online. Alih-alih mendapat pemahaman, mahasiswa justru terbebani dengan banyaknya tugas yang harus dikirimkan secara online. Beberapa mahasiswa mengaku bahwa membaca materi atau presentasi yang diberikan oleh dosen saja kadang tidak cukup, mereka butuh penjelasan dan ruang diskusi sehingga tidak salah kaprah dan salah arah dalam memahami topik perkuliahan. Sistem pembelajaran daring yang mengakomodasi penjelasan dari dosen merupakan hal menggembirakan bagi mahasiswa, meskipun tidak dipungkiri kebutuhan pulsa internet menjadi meningkat tajam.

Hal yang menarik dari pembelajaran daring yang dirasakan oleh para dosen yaitu mahasiswa lebih aktif bertanya dan berdiskusi mengenai materi atau topik perkuliahan. Hal ini tentu merupakan hal yang sangat baik karena mahasiswa turut aktif dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran daring. Situasi pandemi ini dalam suatu sudut pandang positif ternyata justru menjadi momentum yang baik khususnya terkait terlaksananya sistem pembelajaran daring dengan efektif.

 

Penerapan pembelajaran daring juga dilakukan pada berbagai praktikum yang dapat dilaksanakan jarak jauh seperti praktikum anatomi, histologi, maupun histopatologi. Mahasiswa dibimbing oleh dosen memahami berbagai struktur hewan melalui berbagai media pembelajaran virtual anatomi. Pengalaman baru juga diperoleh mahasiswa FKH UGM yang mengikuti praktikum patologi secara daring. Berbagai perubahan mikroskopis yang terjadi pada kasus-kasus patologis dijelaskan oleh dosen melalui pengamatan mikroskopis yang langsung dihubungkan dalam sistem video conference. Hal ini diharapkan dapat mendukung tercapainya learning outcomes selama pandemic Covid-19.

Pembelajaran daring selain diterapkan pada mahasiswa S-1, juga diterapkan bagi mahasiswa Program Profesi Dokter Hewan (PPDH) dan mahasiwa Pascasarjana Berbagai koordinasi dilakukan sehingga disepakati formulasi pembelajaran agar koasistensi tidak mandeg di tengah jalan. Pembekalan materi yang dapat dilakukan jarak jauh dilaksanakan secara daring, sedangkan hand on practice yang berisiko untuk dilakukan, ditunda pelaksanaannya sampai kondisi membaik. Ujian koasistensi, ujian tesis, maupun ujian komprehensif program doktoral juga telah diatur pelaksanaannya sehingga proses-proses menuju kelulusan diharapkan dapat dilakukan dengan baik.

Berbagai langkah strategis dan kreatif dalam kegiatan akademik yang telah dilakukan ini adalah komitmen FKH UGM untuk senantiasa memberikan yang terbaik bagi kemajuan pendidikan kedokteran hewan di Indonesia. Upaya-upaya terus dilakukan agar kemajuan tidak terhenti oleh pandemi, tentu kita semua berharap situasi semakin membaik sehingga kondisi bisa segara pulih seperti sedia kala. (Vista Budiariati)Lihat   Selengkapnya

Aksi Nyata FKH UGM dan GAMAVET (Keluarga Almuni FKH UGM ) Untuk Mahasiswa FKH di Masa darurat COVID19

BeritaSorotan Jumat, 1 Mei 2020

Yogyakarta, 01/05/2019- Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada dan para alumni Gadjah Mada Veterinarian (Gamavet) melakukan berbagai koordinasi penggalangan dana untuk membantu mahasiswa yang terdampak Pandemi Covid-19. Aksi kepedulian ini dilatarbelakangi pemikiran bahwa saat ini mahasiswa merupakan kelompok rentan yang harus diperhatikan. Seiring dengan penerapan imbauan pemerintah untuk menjaga jarak dan mengurangi aktivitas di luar rumah, banyak warung-warung makan yang tutup sehingga kemudahan membeli makanan menjadi berkurang. Hal ini tentu akan berdampak terhadap status gizi mahasiswa yang seharusnya mencukupi nutrisinya dengan baik selama pandemi ini. Mahasiswa perantauan juga harus bertahan dan berhemat dengan baik selepas adanya larangan mudik (pulang ke kampung halaman) di Indonesia.

 

Pemikiran-pemikiran tersebut kemudian menggerakkan hati para alumni untuk turut aktif berperan serta mendukung para mahasiswa. Sejumlah 200 paket sembako diberikan kepada mahasiswa yang memerlukan bantuan. Pihak Fakultas bekerjasama dengan Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM), Ketua Angkatan, dan Para Relawan Mahasiswa dalam hal pendataan mahasiswa dan penyerahan paket sembako. Proses penyerahan paket sembako yang dilengkapi juga dengan pemberian masker kain telah dilakukan pada tanggal 8-9 April 2020 dengan tetap memperhatikan imbauan pemerintah untuk menerapkan physical distancing.

Kepedulian FKH kepada mahasiswa tidak hanya diwujudkan dalam pemberian paket sembako, tetapi juga dukungan pulsa internet kepada mahasiswa, termasuk mahasiswa PPDH dan Pascasarjana. Bantuan pulsa diberikan kepada 746 mahasiswa pada tahap pertama dan akan dilakukan kembali pada tahap ke-2. Besaran dukungan pulsa internet sebesar 50.000 – 150.000 rupiah/bulan disesuaikan dengan UKT masing-masing mahasiswa. Dukungan pulsa ini diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam sistem pembelajaran daring maupun jaringan komunikasi dengan orangtua, keluarga, juga mendukung koordinasi dengan pihak Fakultas maupun Universitas.

Berbagai hal yang terus dilakukan ini merupakan salah satu perwujudan gotong royong sesuai dengan nilai-nilai Pancasila yang dijunjung tinggi oleh Universitas Gadjah Mada. Hal yang mengerikan dalam situasi pandemi penyakit bukan hanya kematian, tetapi matinya kepedulian dan padamnya empati, oleh karena itu mari bersama, bahu-membahu, hadapi virus corona, Indonesia pasti Bisa! (Vista Budiariati)Lihat   Selengkapnya

Dosen dan Mahasiswa S3 FKH UGM Siap Membantu Pengujian Sampel COVID-19

Berita Jumat, 1 Mei 2020

Yogyakarta. Pandemi COVID-19 masih dialami oleh masyarakat dunia khususnya masyarakat Indonesia. Semakin hari pasien kasus COVID-19 semakin bertambah. Pemerintah

Lihat   Selengkapnya

Dukungan FKH UGM untuk Tenaga Medis Memerangi COVID-19

BeritaSorotan Jumat, 1 Mei 2020

Yogyakarta, 30 Maret 2020. Saat ini di berbagai negara di dunia termasuk Indonesia sedang mengalami pandemi COVID-19. Dalam upaya penanganan pandemi virus COVID-19, pemerintah Indonesia melakukan yaitu pemeriksaan dan pengobatan di fasilitas fasiltas kesehatan. Fasilitas-fasilitas kesehatan meliputi pusat kesehatan masyarakat (PUSKESMAS), klinik kesehatan dan rumah sakit. Akan tetapi fasilitas-fasilitas kesehatan di berbagai daerah mengalami kekurangan Alat Pelindung Diri (APD). Alat pelindung diri sendiri merupakan bagian standar operasional yang wajib digunakan oleh tenaga kesehatan saat menangani kasus virus COVID-19.

Melihat keadaan tersebut Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (FKH UGM) memberikan respon cepat untuk dukungan untuk tenaga Medis yang menangani covid-19 dengan memberikan bantuan APD. Alat Pelindung Diri dikumpulkan secara kolektif dari 12 Departmen di lingkungan FKH UGM. Pada tanggal 30 Maret 2020 Bantuan APD diserahkan oleh Kepala Kantor Administrasi FKH UGM Bp. Triyanto, SH kepada Satuan Tugas COVID-19 UGM untuk diteruskan kepada tim Medis yang menangani covid19.  Alat Pelindung Diri yang disumbangkan meliputi hazmat suite, masker N95, glove, dan goggle. Pemberian bantuan ini sejalan dengan komitmen FKH UGM untuk berperan aktif melawan pandemi virus COVID-19. Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada berharap dengan bantuan APD tersebut dapat bermanfaat untuk tenaga kesehatan dalam penangan COVID-19. (Topas WP)

Lihat   Selengkapnya

Yang Perlu Difahami Tentang TBC Sapi yang Dapat Menular ke Manusia

BeritaSorotan Senin, 20 Agustus 2018

Tuberkulosis pada sapi, adalah penyakit kronis pada sapi yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium bovis yang kadang juga menyerang hewan menyusui yang lain. Penyakit ini dapat menular ke manusia yang umumnya melalui inhalasi atau mengkonsumsi susu yang tidak dipasturisasi. Penyakit ini pernah diketemukan hampir diseluruh dunia, tetapi beberapa negara telah mampu atau hampir mengeradikasi nya, meskipun masih banyak dijumpai di Afrika dan beberapa bagian negara Asia.
Kuman TBC sapi dapat ditularkan melalui inhalasi, ingesti atau melalui kulit yang terbuka. Kuman dapat ditemukan di cairan pernafasan, feses dan susu kadang juga ditemukan di urin, kadang di sekresi vagina atau juga sprema. Sejumlah besar kuman dikeluarkan saat akhir dari siklus infeksi. Kadang bisa dijumpai penyakit yang tanpa gejala dan ada juga yang bersifat pembawa penyakit(karier). Umumnya kejadian diantara sapi penyakit ini ditularkan secara aerosol pada hewan yang kontak dengan yang sakit. Pada pedet dapat tertular melalui konsumsi susu dari induk yang sakit.
Manusia dapat tertular TBC sapi utamanya dari mengingesti produk susu yang tidak dipasturisasi, aerosol dan juga kontak luka terbuka kulit. Daging mentah atau yang tidak dimasak dengan matang dapat juga sebagai sumber penularan.
Kuman ini dapat tahan beberapa bulan di lingkungan terutama pada lingkungan yang dingin, gelap dan lembab. Pada suhu 12-24 C kuman dapat bertahan 18 – 332 hari, dipengaruhi oleh kontak dengan sinar matahari.
Pada sapi perkembangan penyakit membutuhkan waktu beberapa bulan . Bahkan penyakit ini tidak muncul (dorman) sampai beberapa tahun dan akan berkembang pada kondisi stress dan hewan tua.
Gejal klinis yang ditimbulkan pada sapi biasanya kronis , pada awal infeksi tidak terlihat gejala, pada infeksi yang berlanjut gejala umumnya kurus yang progresif, demam dengan fluktuasi rendah, lemah dan napsu makan hilang. Pada hewan yang juga dengan gejala paru, menunjukkan gejala batuk basah dan parah di pagi hari, kondisi dingin atau pada saat aktivitas. Yang mungkin terlihat gejala kesulitas bernafas. Pada infeksi yang berlanjut hewan terlihat sangat kurus dan mengalami gangguan pernafsan yang akut. Pada beberapa hewan kelenjar limfe retropharingeal membesar dan mungkin bisa pecah. Pembengkakan kelenjar yang sangat besar akan bisa menganggu permbuluh darah, jalan nafas maupun saluran pencernaan. Jika saluran pencernaan juga terserang bisa terlihat diare atau konstipasi yang berselang(intermitten).
Lesi pada pemeriksaan bedah bangkai , menciri terbentuknya bungul dimana kuman terlokalisir. Bungkul ini umumnya kekuningan seperti keju, bahkan terjadi seperti penulangan. Pada Rusa lesi abses lebih banyak dijumpai dari pada bentuk bungkul tuberkel.
Jika pada sapi penyakit ini tidak dikontrol dengan baik, sering dijumpai kasus yang tinggi juga pada kucing.
Diagnosa klinis cukup sulit jika hanya mengandalkan gejala klinis. Di negara maju, beberapa infeksi diketemukan dari uji rutin atau monitoring di rumah potong hewan. Pada sapi hidup uji tuberkulin kulit dipakai untuk mendiagnosa yang ditunjukkan dengan reaksi hipersentitif kebengkakan pada uji. Histologi juga dapat dilakukan atau uji dengan mikroskop untuk Pengecatan tahan asam dengan pewarnaan Ziehl/neelsen.
Pengendalian TBC Sapi dengan uji dan potong atau tes dan segregasi, kelompok sapi yang rekator positif di uji kembali secara periodik untuk mengeleminasi sapi yang mengkin menularkan penyakit.
Vaksinasi dan pemberikan antibiotik tidak cukup evektif untuk mengendalikan penyakit ini.
Aspek Kesehatan Masyarakat Veteriner TBC Sapi
Tuberkulosis sapi dapat menular ke manusia. Ada 3 cara penularan TBC sapi dari manusia ke hewan yaitu, ingesti, inhalasi dan kontak langsung dengan membran mukosa atau luka terbuka. Penularan melalui mulut dapat terjadi karena mengkonsumsi susu atau produk susu yang tercemar dan secara teori dapat juga melalui konsumsi daging atau produk daging tetapi sampai sekarang belum pernah dilaporkan. Pasturisasi yang sempurna akan menginkativasi kuman TBC sapi. Risiko mengkonsumsi susu yang tidak dipasturisasi yang berasal dari susu produksi peternakan yang terinfeksi TBC ada tetapi hasil penelitian di Inggris dari 20 kasus yang mengkonsumsi susu dan produknya yang tiak dipasturisasi sekitara 1500 kuman akan ikut terkonsumsi. Jumlah ini masih dibawah ambang batas dosis infeksi yang diperlukan melalui rute infeksi oral. Jika yang dikonsumsi adalah produk susu seperti keju hasil dari susu yang tidak dipasturisasi kuman yang ikut masuk jumlahnya jauh lebih sedikit. Sehingga kejadiannya sudah sangat jarang apalagi pada wilayah yang telah menerapkan pasturisasi susu dan juga telah melaksanakan pengendalian tbc ini.
Meskipun secara teori mengkonsumsi daging mentah atau tidak dimasak dengan sempurna darai sapi yang menderita TBC beresiko terjadi penularan tetapi sepertinya daging bukan kendaraan yang baiak untuk penularan penyakit ini. Apalagi pada pemeriksaan daging dimana bagian-bagian karkas yang secara fisik tampak pada pemeriksaan postmortem akan diafkir dan tidak boleh dikonsumsi maka resiko penyakit ini menular melalui daging sangat rendah.
Pada wilayah yang tidak terkontrol dengan baik, penularan ke manusia serng terjadi pada peternak, pekerja rumah potong hewan dan mereka yang sering kontak dengan sapi. Pada manusia beberapa gejalanya tidak simpomatik, jika pernyakit melanjut dapat menyebabkan keradangan pada kelenjar getah bening, kulit , tulang dan sendi, seluran kelamin, selaput otak atau sistem pernafasan. Anak kecil yang minum susu tanpa pasturisasi biasanya sering mengalami pembengkaan kelenjar di leher adalah gejala yang sering timbul dari TBC pada anak2. Akibat tertular TBC sapi karena mengkonsumsi susu yang tidak dipasturisasi. Infeksi melalui kulit dapat menyebabkan penyakitkuit lokal (butcher’s wart) yang biasanya juga dapat sembuh sendiri. Infeksi karena TBC dapat diatasi dengan pembrian antibiotik.
Menghadapi pelaksanaan ibadah kurban, penyakit ini tidak perlu dikawatirkan asal yang kita pilih adalah hewan yang terlihat tidk sakit, gemuk dan juga telah dilaksanakan pemeriksaan oleh petugas yang berwenang.
(Disarikan dari beberapa sumber )

Drh. Heru Susetya, MP, PhD
Ketua Departemen Kesehatan Masyarakat Veteriner FKH UGM

Link lain topik terkait
Penjelasan Isu TBC pada Daging QurbanLihat   Selengkapnya

12
Universitas Gadjah Mada

Fakultas Kedokteran Hewan
Universitas Gadjah Mada

Jl. Fauna No. 2 Karangmalang, Yogyakarta 55281 Indonesia

fkh@ugm.ac.id
+62 (274) 6492088
+62 (274) 560862
+62 (274) 560861

Informasi Publik

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Secara berkala

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

© Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada 2025

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju