Kamis 16 Januari 2025, FKH UGM mengadakan Pelantikan Dokter Hewan Periode Desember 2024. Sebanyak 191 mahasiswa Program Profesi Dokter Hewan (PPDH) dilantik sebagai dokter
SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Pada hari Minggu, 27 Oktober 2024 telah dilaksanakan kegiatan Pendidikan dan Pealtihan Dasar VETPAGAMA XXV secara luring di ruangan Seminar 2 dan Climbing wall VETPAGAMA di FKH UGM. Pendidikan
Ujian Akhir Semester (UAS) bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM dimulai pada hari Senin, 2 Desember 2024 hingga Jumat, 13 Desember 2024. Oleh karena itu, dalam rangka mendukung mahasiswa





Perlombaan futsal dilaksanakan secara luring di Sport Academy Yogyakarta selama dua hari, yaitu pada tanggal 5-6 Oktober 2024. Cabang perlombaan ini diikuti sebanyak 8 tim dari berbagai universitas di Indonesia untuk memperebutkan tiga juara. Sedangkan cabang perlombaan e-sport MLBB dilaksanakan secara daring pada tanggal 12-13 Oktober 2024 dan ditayangkan secara live pada akun Instagram Vetcup untuk babak semifinal dan final di tanggal 13 Oktober 2024. Perlombaan ini diikuti oleh 6 tim dari berbagai universitas. (SDG 17 Kemitraan untuk mencapai tujuan).

Solo vocal dilaksanakan secara daring, dimana peserta mengumpulkan video pada link formulir yang telah disediakan. Video-video tersebut diunggah pada tanggal 13 Oktober 2024 melalui akun youtube Vetcup yang kemudian dilakukan penilaian juri. Pada tahun ini perlombaan solo vocal diikuti sebanyak 22 peserta dari berbagai universitas. Pengumuman pemenang diunggah melalui akun instagram Vetcup pada tanggal 18 Oktober 2024.
Veterinary UGM Cup 2024 secara tidak langsung berkorelasi dengan Sustainable Development Goals yaitu SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan SDGs 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). Pengaruh dan dampak Vatcup 2024 ini mendukung tujuan untuk menghasilkan kehidupan sehat dan sejahtera. Hal ini berkaitan dengan peningkatan kesehatan mahasiswa dikarenakan adanya kompetisi olahraga antar universitas. Selain itu, adanya Vetcup juga dapat menciptakan perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh. Hal ini berkaitan dengan kompetisi yang dilakukan dengan damai dan adil meskipun diikuti oleh beberapa universitas yang berbeda di Indonesia.
Dengan demikian, Vetcup 2024 diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa dalam mengembangkan minat dan bakat non akademik serta dapat mengasah softskill dan hardskill mahasiswa. Selain itu, diharapkan juga dapat menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan serta menjunjung tinggi nilai sportifitas bagi mahasiswa. Hal ini juga mendukung SDG poin 4 yaitu Pendidikan berkualitas.
Cr: Afifah Firyal Rifai
Sesi pertama adalah pemaparan materi yang disampaikan oleh drh. Vika Ichsania Ninditya. Beliau memaparkan materi terkait penyakit parasit yang dapat menginfeksi babi, kuda, dan kelinci, gejala klinis masing-masing parasit, dan pengobatan hewan yang terinfeksi. Sesi kedua dilaksanakan sesi diskusi dengan para dokter, penyerahan plakat kepada pembicara dan pemecahan kebekuan. Dilanjutkan dengan sesi hands-on dengan asisten laboratorium Parasitologi FKH UGM, asisten mendemonstrasikan cara membuka atau nekropsi saluran pencernaan pada kelinci. Selain itu, dijelaskan cara mengamati keberadaan cacing di usus kelinci jika tidak ada dengan mengikis mukosa usus di aquades menggunakan pisau pada pisau bedah. Setelah itu, ditunggu sampai mukosa mengendap dan aquades dibuang bersih. Akhirnya, dituangkan ke dalam cawan petri steril dan diamati di bawah mikroskop. Sesi selanjutnya adalah pengamatan parasit dalam kotoran hewan non-ruminansia. Selama hands-on, para peserta diberikan lembar kerja untuk mengisi observasi yang diperoleh. Setelah selesai, lembar kerja dikumpulkan ke panitia acara.
Setelah kegiatan selesai, dilanjutkan dengan membersihkan area yang digunakan untuk kegiatan dan sesi foto bersama. Pelaksanaan kegiatan NCD 2024 diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan peserta terkait penyakit parasit gastrointestinal hewan non-ruminansia, cara mengamati parasit pada gastrointestinal, dan menambah wawasan terkait pengobatan gejala klinis parasit infeksius. Selain itu, kegiatan NCD 2024 menjadi bekal utama bagi mahasiswa kedokteran hewan agar kedepannya ketika telah memasuki ranah dokter hewan, mereka dapat mempraktikkan ilmu yang didapat dalam kehidupan dan lingkungan sekitar.
Acara Nonruminants Care Day yang berlangsung pada hari Minggu, 8 September 2024 mendukung nilai-nilai SGD (Sustainable Development Goals) pada poin 3 dan 4, yaitu Good Health and Welfare dengan mengendalikan penyakit parasit pada hewan non-ruminansia, Quality Education dengan memberikan edukasi dan pengetahuan tentang dunia kedokteran hewan.
UKM Expo dan Inauguration Night merupakan rangkaian kegiatan Pionir Vetebrae Fakultas Kedokteran Hewan Universitas
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini diselenggarakan dengan kerjasama antara FKH UGM dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang D.I. Yogyakarta, dan melibatkan 12 dokter hewan pelaksana, 18 koasistensi serta mahasiswa S1 dari UKM Kelompok Studi Hewan Kesayangan (KSHK) dalam perawatan pasca operasi. Ketua PDHI DIY, drh. Aniq Syihabuddin, dalam wawancaranya mengatakan kegiatan ini dilaksanakan di kampus dikarenakan banyaknya kucing yang diberikan street-feeding oleh para pecinta kucing di UGM. Oleh karena itu, populasinya perlu dikendalikan dengan sterilisasi agar tidak menyebabkan masalah lingkungan maupun masalah kesehatan kucing itu sendiri. Selain itu pemberian vaksinasi rabies pada kucing-kucing di kampus penting dilakukan untuk mencegah penularan rabies ke manusia melalui kucing. Vaksinasi rabies membantu mengurangi risiko penyebaran penyakit zoonosis, melindungi kesehatan hewan dan manusia. Hal ini secara tidak langsung mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 3, Good Health and Well-being.

Kerjasama ini merupakan upaya untuk mensinergikan kegiatan FKH UGM dan PDHI D.I Yogyakarta sehingga bisa semakin meluas, tidak hanya di lingkungan kampus tetapi juga di masyarakat umum untuk membantu mengendalikan populasi kucing serta meningkatkan ketahanan hewan kesayangan terhadap penyakit rabies dengan program vaksinasi gratis. Program ini akan dilanjutkan secara berkala demi mencapai tujuan jangka panjang dalam pengelolaan populasi kucing, membantu menjaga keseimbangan ekosistem, mencegah dampak negatif pada biodiversitas serta berkontribusi pada lingkungan perkotaan yang lebih bersih dan aman. Hal ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 15, Life on Land dan SDGs 11, Sustainable Cities and Communities.

Keterlibatan mahasiswa dalam program sterilisasi kucing dapat menjadi kesempatan untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang kesejahteraan hewan dan pentingnya pengendalian populasi hewan, serta memperoleh pengalaman praktis yang mendukung pendidikan mereka di bidang kedokteran hewan selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4, Quality Education. Tamam, salah satu koasistensi yang terlibat mengatakan, kegiatan ini memberikan kesempatan baginya untuk mempraktekkan secara langsung beberapa langkah operasi di antaranya incisi abdomen kucing dan ligasi uterus.
Penulis: Laila Nur Fatimah