• Tentang UGM
  • simaster
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Webmail
  • Informasi Publik
  • Bahasa Indonesia
    • English
    • Bahasa Indonesia
Universitas Gadjah Mada Fakultas Kedokteran Hewan
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
    • Salam dari Dekan
    • Sejarah Singkat
    • Visi dan Misi
    • Departemen
    • Manajemen Fakultas
    • Fasilitas dan Unsur Penunjang
    • Unit Kegiatan Mahasiswa
    • Kontak
  • Pendidikan
    • Program Studi Kedokteran Hewan
    • Program Profesi Dokter Hewan
    • Program Pascasarjana
    • Kanal Pengetahuan
  • Penelitian
    • Komite Etik Penelitian
  • ADMISI
  • Unduh
    • LAPORAN DEKAN
    • Buku Panduan Akademik
    • Sertifikat Akreditasi
    • Koleksi Dokumen LAMPTKes S1-PPDH
    • Capaian MCK FKH UGM
  • Pojok Saran
  • Beranda
  • SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
  • SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
  • hal. 5
Arsip:

SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera

Sarapan Sehat untuk Hadapi UAS

Berita Senin, 2 Desember 2024

Ujian Akhir Semester (UAS) bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM dimulai pada hari Senin, 2 Desember 2024 hingga Jumat, 13 Desember 2024. Oleh karena itu, dalam rangka mendukung mahasiswa

Lihat   Selengkapnya

Hearing Dekanat 2024

BeritaKegiatan Mahasiswa Senin, 2 Desember 2024

Hearing Dekanat 2024 merupakan salah satu program kerja dari Departemen Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa yang berkolaborasi dengan Departemen Aksi Propaganda, Departemen Kajian Strategis, dan Senat Mahasiswa FKH UGM. Hearing Dekanat merupakan kegiatan audiensi dan diskusi antara jajaran dekanat FKH UGM dengan mahasiswa FKH UGM yang di dalamnya memuat penyelesaian bersama mengenai keresahan-keresahan yang dirasakan oleh mahasiswa/i FKH UGM. Tujuan diadakan Hearing Dekanat adalah mewadahi aspirasi mahasiswa FKH UGM, menjalin hubungan yang harmonis dan kooperatif antara mahasiswa dengan jajaran dekanat, serta memberikan kesempatan mahasiswa untuk ikut aktif berpartisipasi dalam mengetahui, dan memberi saran atau masukan kepada jajaran dekanat. Hearing Dekanat 2024 dilaksanakan pada Jumat, 22 November 2024 pada pukul 13.30 – 15.30 WIB dan dilaksanakan secara luring di selasar lobby vetmed. Pada Hearing Dekanat 2024, kami mengangkat isu mengenai Sistem KRS, Pelayanan Akademik terkait Persuratan, Pelayanan Akademik terkait Pengajuan Dana, dan Sarana Prasarana FKH UGM. Acara ini dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, Wakil Dekan III, Kaprodi S-1, Sekretaris PPDH, Ketua Departemen FKH UGM, Kepala Kantor Administrasi, Kepala Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan, Kepala Seksi Umum dan Administrasi Keuangan dan Mahasiswa/i FKH UGM. Acara tersebut berlangsung selama 2 jam yang diawali dengan pembukaan, sambutan Ketua BEM FKH UGM yang diikuti oleh sambutan dari Dekan FKH UGM, dilanjutkan dengan pembacaan narasi oleh moderator/ Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan hasil riset isu oleh sie kajian kemudian dilakukan sesi tanggap isu oleh pihak dekanat, kepala departemen, akademik, dan mahasiswa dilanjutkan dengan saling berdiskusi terkait isu yang dibawakan dalam Hearing Dekanat 2024. Kegiatan diskusi diakhiri dengan penutupan oleh mc dan peninjauan terkait hasil hearing akan dilaksanakan diluar forum Hearing Dekanat.
IMG-20251028-WA0052
IMG-20251028-WA0050
IMG-20251028-WA0051
IMG-20251028-WA0049
Lihat   Selengkapnya

Veterinary UGM Cup 2024

Kegiatan Mahasiswa Senin, 25 November 2024

Veterinary UGM Cup atau biasa disebut Vetcup merupakan event perlombaan tingkat nasional di bidang olahraha dan seni yang dapat diikuti seluruh mahasiswa aktif se-Indonesia. Program kerja ini diselenggarakan oleh Departemen Minat dan Bakat BEM FKH UGM bekerja sama dengan UKM Olahraga dan Seni Veteriner (OSVET). Adanya Vetcup diharapkan mahasiswa dapat meningkatkan kretivitas dan prestasi non akademik khususnya di bidang olahraga dan seni. Vetcup tahun ini mengangkat tema “Centro de Unificación” yang artinya “Gelanggang Pemersatu” meliputi tiga mata perlombaan, yaitu futsal dan e-sport di bidang olahraga dan solo vocal di bidang seni. Vetcup sendiri merupakan serangkaian acara yang dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus sampai 18 Agustus 2024 baik secara daring maupun luring.

Perlombaan futsal dilaksanakan secara luring di Sport Academy Yogyakarta selama dua hari, yaitu pada tanggal 5-6 Oktober 2024. Cabang perlombaan ini diikuti sebanyak 8 tim dari berbagai universitas di Indonesia untuk memperebutkan tiga juara. Sedangkan cabang perlombaan e-sport MLBB dilaksanakan secara daring pada tanggal 12-13 Oktober 2024 dan ditayangkan secara live pada akun Instagram Vetcup untuk babak semifinal dan final di tanggal 13 Oktober 2024. Perlombaan ini diikuti oleh 6 tim dari berbagai universitas. (SDG 17 Kemitraan untuk mencapai tujuan).

Solo vocal dilaksanakan secara daring, dimana peserta mengumpulkan video pada link formulir yang telah disediakan. Video-video tersebut diunggah pada tanggal 13 Oktober 2024 melalui akun youtube Vetcup yang kemudian dilakukan penilaian juri. Pada tahun ini perlombaan solo vocal diikuti sebanyak 22 peserta dari berbagai universitas. Pengumuman pemenang diunggah melalui akun instagram Vetcup pada tanggal 18 Oktober 2024.

Veterinary UGM Cup 2024 secara tidak langsung berkorelasi dengan Sustainable Development Goals yaitu SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan SDGs 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). Pengaruh dan dampak Vatcup 2024 ini mendukung tujuan untuk menghasilkan kehidupan sehat dan sejahtera. Hal ini berkaitan dengan peningkatan kesehatan mahasiswa dikarenakan adanya kompetisi olahraga antar universitas. Selain itu, adanya Vetcup juga dapat menciptakan perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh. Hal ini berkaitan dengan kompetisi yang dilakukan dengan damai dan adil meskipun diikuti oleh beberapa universitas yang berbeda di Indonesia.

Dengan demikian, Vetcup 2024 diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa dalam mengembangkan minat dan bakat non akademik serta dapat mengasah softskill dan hardskill mahasiswa. Selain itu, diharapkan juga dapat menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan serta menjunjung tinggi nilai sportifitas bagi mahasiswa. Hal ini juga mendukung SDG poin 4 yaitu Pendidikan berkualitas.

Cr: Afifah Firyal RifaiLihat   Selengkapnya

HSTP: “Getting to Know More about Pig, Horse, and Leporine Gastrointestinal Parasitic Diseases”

Kegiatan Mahasiswa Selasa, 15 Oktober 2024

Acara Non-Ruminant Care Day (NCD)  2024 dimulai pada pukul 13.00 WIB dan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Himne Gadjah Mada. Kemudian dilanjutkan dengan pembukaan dan sambutan dari ketua pelaksana dan ketua HSTP 2024/2025. Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan materi terkait penyakit parasit pada saluran pencernaan hewan non-ruminansia seperti babi, kuda, dan kelinci. Acara NCD 2024 mengundang pembicara yang sangat keren dan hebat, yaitu drh. Vika Ichsania Ninditya, dosen muda Departemen Parasitologi FKH UGM. Terakhir, dilakukan  sesi hands-on  dengan asisten laboratorium Parasitologi FKH UGM.

Sesi pertama adalah pemaparan materi yang disampaikan oleh drh. Vika Ichsania Ninditya. Beliau memaparkan materi terkait penyakit parasit yang dapat menginfeksi babi, kuda, dan kelinci, gejala klinis masing-masing parasit, dan pengobatan hewan yang terinfeksi. Sesi kedua dilaksanakan sesi diskusi dengan para dokter, penyerahan plakat kepada pembicara dan pemecahan kebekuan. Dilanjutkan dengan sesi hands-on  dengan asisten laboratorium Parasitologi FKH UGM, asisten mendemonstrasikan cara membuka atau nekropsi saluran pencernaan pada kelinci. Selain itu, dijelaskan cara mengamati keberadaan cacing di usus kelinci jika tidak ada dengan mengikis mukosa usus di aquades menggunakan pisau pada pisau bedah. Setelah itu, ditunggu sampai mukosa mengendap dan aquades dibuang bersih. Akhirnya, dituangkan ke dalam cawan petri steril dan diamati di bawah mikroskop. Sesi selanjutnya adalah pengamatan parasit dalam kotoran hewan non-ruminansia. Selama hands-on, para peserta diberikan lembar kerja untuk mengisi observasi yang diperoleh. Setelah selesai, lembar kerja dikumpulkan ke panitia acara.

Setelah kegiatan selesai, dilanjutkan dengan membersihkan area yang digunakan untuk kegiatan dan sesi foto bersama. Pelaksanaan kegiatan NCD 2024 diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan peserta terkait penyakit parasit gastrointestinal hewan non-ruminansia, cara mengamati parasit pada gastrointestinal, dan menambah wawasan terkait pengobatan gejala klinis parasit infeksius. Selain itu, kegiatan NCD 2024 menjadi bekal utama bagi mahasiswa kedokteran hewan agar kedepannya ketika telah memasuki ranah dokter hewan, mereka dapat mempraktikkan ilmu yang didapat dalam kehidupan dan lingkungan sekitar.

Acara Nonruminants Care Day yang berlangsung pada hari Minggu, 8 September 2024 mendukung nilai-nilai SGD (Sustainable Development Goals) pada poin 3 dan 4, yaitu Good Health and Welfare dengan mengendalikan penyakit parasit pada hewan non-ruminansia, Quality Education dengan memberikan edukasi dan pengetahuan tentang dunia kedokteran hewan.Lihat   Selengkapnya

AWARE OF ISSUE 2024 “A Pawfect Pet”

Berita Jumat, 4 Oktober 2024

Aware

Lihat   Selengkapnya

BEM dan IMAKAHI Gelar Pengabdian Masyarakat di Dusun Blumbang

Kegiatan Mahasiswa Rabu, 2 Oktober 2024

Pengabdian

Lihat   Selengkapnya

UKM EXPO DAN INAUGURATION NIGHT 2024 FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS GADJAH MADA

Kegiatan Mahasiswa Rabu, 2 Oktober 2024

UKM Expo dan Inauguration Night merupakan rangkaian kegiatan Pionir Vetebrae Fakultas Kedokteran Hewan Universitas

Lihat   Selengkapnya

World Rabies Day, Sterilisasi dan Vaksinasi Rabies Gratis untuk Kucing di UGM.

BeritaSorotan Minggu, 29 September 2024

Yogyakarta (28/09/2024), Fakultas Kedokteran Hewan UGM menyelenggarakan kegiatan Sterilisasi kucing liar di area kampus UGM dan vaksinasi rabies. Kegiatan yang diselenggarakan di Rumah Sakit Hewan Prof. Soeparwi dan di FKH ini merupakan rangkaian dalam memperingati Dies Natalis FKH UGM ke-78 sekaligus peringatan World Rabies Day 2024. Kegiatan ini mentargetkan kucing liar di area kampus UGM dengan tujuan membantu mengatasi  populasi kucing yang berlebihan di lingkungan kampus. Seperti yang disampaikan oleh Dr. drh. Widagdo Sri Nugroho, M.P selaku Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset dan Sumber Daya Manusia FKH UGM,  “Kegiatan ini merupakan upaya FKH  untuk membantu UGM mengendalikan populasi kucing di kampus. Sehingga meskipun ada kucing, tetapi kita nyaman karena mengurangi peluang bertambah banyak dan perkembangbiakan kucing di kampus.” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini diselenggarakan dengan kerjasama antara FKH UGM dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang D.I. Yogyakarta, dan melibatkan 12 dokter hewan pelaksana, 18 koasistensi serta mahasiswa S1 dari UKM Kelompok Studi Hewan Kesayangan (KSHK) dalam perawatan pasca operasi. Ketua PDHI DIY, drh. Aniq Syihabuddin, dalam wawancaranya mengatakan kegiatan ini dilaksanakan di kampus dikarenakan banyaknya kucing yang diberikan street-feeding oleh para pecinta kucing di UGM. Oleh karena itu, populasinya perlu dikendalikan dengan sterilisasi agar tidak menyebabkan masalah lingkungan maupun masalah kesehatan kucing itu sendiri. Selain itu pemberian vaksinasi rabies pada kucing-kucing di kampus penting dilakukan untuk mencegah penularan rabies ke manusia melalui kucing. Vaksinasi rabies membantu mengurangi risiko penyebaran penyakit zoonosis, melindungi kesehatan hewan dan manusia. Hal ini secara tidak langsung mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 3, Good Health and Well-being.

 

Kerjasama ini merupakan upaya untuk mensinergikan kegiatan FKH UGM dan PDHI D.I Yogyakarta sehingga bisa semakin meluas, tidak hanya di lingkungan kampus tetapi juga di masyarakat umum  untuk membantu mengendalikan populasi kucing serta meningkatkan ketahanan hewan kesayangan terhadap penyakit rabies dengan program vaksinasi gratis.  Program ini akan dilanjutkan secara berkala demi mencapai tujuan jangka panjang dalam pengelolaan populasi kucing, membantu menjaga keseimbangan ekosistem, mencegah dampak negatif pada biodiversitas serta berkontribusi pada lingkungan perkotaan yang lebih bersih dan aman. Hal ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 15, Life on Land  dan SDGs 11, Sustainable Cities and Communities.

Keterlibatan mahasiswa dalam program sterilisasi kucing dapat menjadi kesempatan untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang kesejahteraan hewan dan pentingnya pengendalian populasi hewan, serta memperoleh pengalaman praktis yang mendukung pendidikan mereka di bidang kedokteran hewan selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4, Quality Education. Tamam, salah satu koasistensi yang terlibat mengatakan, kegiatan ini memberikan kesempatan baginya untuk mempraktekkan secara langsung beberapa langkah operasi di antaranya incisi abdomen kucing dan ligasi uterus.

 

Penulis: Laila Nur FatimahLihat   Selengkapnya

Aktivitas Hepatoprotektif Ekstrak Sambiloto dalam Cangkang Kapsul Berbasis Akar Manis sebagai Terapi Alternatif Feline Infectious Peritonitis (FIP)

BeritaKegiatan Mahasiswa Jumat, 16 Agustus 2024

Lima mahasiswa UGM berhasil membuat obat hepatoprotektor sebagai terapi FIP efusif melalui kimia darah, yaitu menaikan kadar albumin agar tidak terjadinya penumpukan cairan di rongga abdomen (acites) serta menurunkan kadar SGOT dan SGPT penderita supaya fungsi organ lainnya dapat berjalan dengan baik. Selain itu, obat hepatoprotektor yang berasal dari kombinasi sambiloto dan akar manis dapat lebih cepat memperbaiki kerusakan sel akibat virus tersebut. Riset yang diketuai oleh Syifa Annisa (Kedokteran Hewan, 2023) dan melibatkan rekan-rekannya, yaitu Yustisia Nur Rafidha Hestomo Putri (Farmasi, 2023), Kalya Dija Azzahra (Kedokteran Hewan, 2022), Dewi Nur Rohmah (Farmasi, 2022), dan Hati Setya Utami (Teknologi Veteriner, 2022) dengan dosen pendamping dari Fakultas Kedokteran Hewan, yaitu Dr. drh. Vista Budiariati, M.Si. tergabung dengan nama Sambikarnis.

Proyek riset yang dilakukan oleh Syifa dan anggota timnya merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Riset Eksakta (PKM-RE). Didukung pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), tim Sambikarnis berhasil menemukan potensi obat hepatoprotektor ekstrak sambiloto dengan kombinasi cangkang kapsul akar manis sebagai terapi alternatif Feline Infectious Peritonitis. Penelitian ini selaras dengan SDGs poin 3, kesehatan yang baik dan kesejahteraan.

Feline Infectious Peritonitis (FIP) merupakan salah satu virus yang menyerang pada kucing dengan 80% penderitanya mengalami tipe efusif yang disebabkan oleh vaskulitis jaringan hepar yang semakin parah hingga membentuk jaringan parut di hepar (sirosis)  sehingga mengakibatkan penumpukan cairan pada rongga abdomen dan dengan tingkat kematian yang tinggi.

Hati mengatakan bahwa “FIP terjadi ketika adanya mutasi pada feline entric coronavirus yang kemudian menyebar melalui sistem fagositosis monosit dan variasi terbentuk dalam respon imun, yaitu FIP efusif (basah) dan non efusif (kering)”.

Pengobatan yang paling umum diberikan untuk penderita FIP saat ini adalah antivirus Remdesivir dan GS-441524. Namun, dua jenis pengobatan ini didapatkan dari hasil impor dengan penggunaan jangka panjang, yaitu 84 hari dan didukung dengan penggunaan obat support yang cukup banyak.

“Ekstrak sambiloto dalam cangkang kapsul akar manis merupakan formulasi herbal yang bersifat hepatoprotektor yang dihasilkan melalui proses ekstraksi dengan metode maserasi ethanol 96% kemudian pada ekstrak sambiloto dibentuk sediaan serbuk, sedangkan ekstrak akar manis diformulasikan sebagai kapsul pelapis dari serbuk ekstrak sambiloto. Ekstrak sambiloto memiliki senyawa aktif andrographolide yang mampu mengurangi kematian hepatosit, menurunkan kadar SGPT, SGOT, dan meningkatkan albumin sehingga hepar menjadi normal kembali. Ekstrak akar manis memiliki kandungan glisirizin yang sering digunakan sebagai sweetener agent dan telah terbukti bermanfaat sebagai antivirus. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian ekstrak sambiloto dalam cangkang kapsul akar manis dosis 200 mg/kgBB terbukti efektif dalam menaikan kadar albumin dan menurunkan kadar SGOT, SGPT serta mempercepat perbaikan jaringan hepar yang terpapar oleh agen hepatotoksik dan virus,” terang Syifa selaku ketua tim.

“Perlu adanya eksplorasi sumber pengobatan baru untuk FIP dan penyesuaian dosis dengan hewan probandus (subjek utama). Formulasi hepatoprotektor ekstrak sambiloto dalam cangkang kapsul akar manis dapat menjadi kandidat terapi, tetapi diperlukan adanya landasan yang kuat untuk penelitian lebih lanjut,” ujar Afi.

Riset ini dapat mengungkap aktivitas hepatoprotektor ekstrak sambiloto dalam cangkang kapsul akar manis sebagai terapi alternatif FIP. Berlandaskan kerja keras dan kolaborasi riset terdahulu, riset ini terus digali untuk kontribusi dalam mewujudkan SDGs 3 Kehidupan yang sehat dan sejahtera. Dengan mengembangkan terapi alternatif yang berbasis alam, penelitian ini juga berkontribusi pada pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan. Riset ini tidak hanya berfokus pada pengembangan produk, tetapi juga pada transfer pengetahuan dan teknologi sehingga hasilnya dapat diterapkan secara luas dan bermanfaat bagi masyarakat global. keberhasilan penelitian ini diharapkan dapat menjadi langkah signifikan dalam pengembangan obat-obatan herbal yang teruji secara ilmiah dan memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat.

 

Lihat   Selengkapnya

FKH UGM Gelar General Lecturer Zoonosis

BeritaKuliah Umum Jumat, 2 Agustus 2024

Kuliah umum yang bertemakan Zoonoses in Low and Middle Income Countries yang digelar pada Kamis, 1 Agustus 2024 di Ruang Sidang 1 Dekanat FKH UGM. Kuliah umum mengenai zoonosis merupakan salah satu rangkaian acara dies natalis FKH UGM ke-78. Narasumber utama dalam kuliah umum ini yaitu Dr. Ahmed Abd El Wahed dan Prof. Uwe Truyen yang berasal dari University of Leipzig, Jerman dan merupakan ahli terkemuka di bidang zoonosis.

Seminar dibuka oleh Prof. Dr. drh. Aris Haryanto, M.Sc., selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerjasama dan Alumni Fakultas Kedokteran Hewan UGM. Seminar berlangsung secara daring dan luring di Ruang Sidang Dekanat dan dihadiri oleh dosen, praktisi kesehatan hewan, dan mahasiswa S1-S3 FKH maupun dari universitas diluar UGM. Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Ahmed Abd El Wahid menekankan pentingnya kerjasama dan kolaborasi antara sektor kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat, baik akademisi maupun pihak pemerintah untuk mengatasi tantangan zoonosis, khususnya di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.  Di Indonesia, yang memiliki bentuk kepulauan sehingga membutuhkan Kerjasama berbagai pihak untuk mengatasi masalah zoonosis khususnya terkait lalu lintas pangan asal hewan dan foodborne disease. Beliau juga membahas strategi pencegahan dan pengendalian penyakit zoonotik yang efektif.

Sementara itu, Prof. Dr. Uwe Truyen berbagi penelitian terbaru mengenai patogen zoonotik dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat global. Ia menyoroti perlunya pendekatan berbasis bukti dalam menangani isu-isu zoonosis yang berkembang seiring dengan perubahan iklim dan urbanisasi.

Kuliah umum ini memberikan wawasan baru terkait zoonosis terutama pendekatan One Health sebagai strategi holistik untuk memerangi penyakit emerging dan re-emerging disease pada negara yang memiliki pendapatan rendah dan menengah. Selain itu, kegiatan ini juga berimpak pada fungsi ketahanan pangan yang sehat. Kuliah umum terkait zoonosis menjadi wujud nyata Fakultas Kedokteran Hewan UGM dalam upaya mencapai tujuan SDGs 1: Tanpa Kemiskinan, SDGs 2: Tanpa Kelaparan, SDGs 3:Kehidupan sehat dan sejahtera, SDGs 4: pendidikan berkualitas, SDGs 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDGs 7: Energi bersih dan terjangkau, SDGs 8: Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDGs 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDGs 10: Berkurangnya Kesenjangan, SGDs 11: Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan, SDGs 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung jawab, SDGs 14: Ekosistem Lautan, SDGs 15: Ekosistem Daratan, SDGs 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang tangguh, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Yanis RamadhantiLihat   Selengkapnya

1…3456
Universitas Gadjah Mada

Fakultas Kedokteran Hewan
Universitas Gadjah Mada

Jl. Fauna No. 2 Karangmalang, Yogyakarta 55281 Indonesia

fkh@ugm.ac.id
+62 (274) 6492088
+62 (274) 560862
+62 (274) 560861

Informasi Publik

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Secara berkala

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

© Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada 2025

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju