Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (FKH-UGM) sukses menyelenggarakan program perdana Gadjah Mada Veterinary Medicine International Summer Course dengan mengusung tema besar “Guardians of Forest Wildlife: Advancing Global Perspectives in Wildlife Conservation, Health, and Welfare.” Kegiatan internasional ini dilaksanakan secara luring (onsite) pada 12 Juli 2026 di kawasan Kaliurang, tepatnya di Taman Nasional Gunung Merapi. Rangkaian acara dirancang secara integratif, meliputi lokakarya (workshop) dan kunjungan lapangan (fieldtrip) yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam berinteraksi dengan populasi monyet ekor panjang (Macaca) yang hidup di kawasan taman nasional. Selain itu, para peserta juga diajak untuk mendalami isu zoonosis serta potensi penyebaran penyakit dari satwa liar ke manusia sebagai bagian dari pemahaman kesehatan global yang holistik. Tidak hanya aspek ekologi dan kesehatan hewan, peserta juga memperoleh wawasan mengenai sejarah pembentukan dan tata ruang kawasan Taman Nasional Gunung Merapi, sehingga pemahaman mereka terhadap konservasi berbasis lanskap menjadi lebih komprehensif.Setelah observasi lapangan dan interaksi langsung dengan satwa, seluruh peserta dilibatkan dalam diskusi mendalam bertema One Health. Melalui metode Small Group Discussions (SGD), peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk bertukar gagasan, berbagi pengalaman dari berbagai negara, serta merumuskan pandangan kritis terhadap isu konservasi dan kesejahteraan satwa liar. Wawasan yang mengemuka dari diskusi kelompok ini kemudian akan dipaparkan dan diperdalam lebih lanjut oleh Dr. drh. Hery Wijayanto, M.P. selaku narasumber utama, guna memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keseimbangan ekosistem melalui pendekatan multidisiplin. Kegiatan ini menjadi langkah nyata FKH-UGM dalam membangun jejaring global serta mencetak generasi profesional yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga peka terhadap isu lingkungan dan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.Setelah itu peserta menyantap makanan tradisional khas Yogyakarta di Kopi Rolas dan dilanjutkan dengan wisata budaya di Candi Prambanan. Kegiatan pada hari pertama ini bertujuan untuk tidak hanya belajar mengenai satwa liar, tetapi juga memperkenalkan kebudayaan lokal dimana Summer Course ini diadakan. Hari pertama rangkaian acara Gadjah Mada Veterinary Medicine International Summer Course berjalan dengan lancar dan interaktif dengan antusiasme yang tinggi dari para peserta yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDGs 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDGs 4 Pendidikan Berkualitas, SDGs 13 Penanganan Perubahan Iklim, SGDs 15 Ekosistem Daratan, SDGs 10 Berkurangnya Kesenjangan, dan SDGs 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Arsip:
Tak Berkategori
Fakultas Kedokteran Hewan sukses menyelenggarakan kegiatan Guest Lecture dengan tema “From Jungle to Pharmacy: Isolation and Identification of Bioactive Compounds with Beneficial Pharmacological Activities” yang disampaikan oleh Prof. Ts. Dr. Zainul Amiruddin Zakaria dari Universiti Malaysia Sabah. Dalam kegiatan ini membahas mengenai potensi senyawa bioaktif alami dalam pengembangan obat modern, khususnya di bidang kesehatan dan kedokteran hewan.
Dalam sambutannya, Prof. drh. Agung Budiyanto, M.P., Ph.D. menyampaikan bahwa topik yang diangkat sangat menarik dan akan membuka banyak kesempatan bagi seluruh peserta untuk memahami perkembangan penelitian obat alami serta peluang pengembangannya di masa depan.
Pada sesi materi, Prof. Zainul menjelaskan bahwa alam adalah sumber utama dari berbagai bioactive compounds yang memiliki aktivitas farmakologis yang sangat bermanfaat. Berbagai contoh senyawa seperti ivermectin, curcumin, dan morphine menjadi bukti bahwa banyak obat modern, termasuk obat veteriner, berasal dari produk alami. Selain membahas penggunanaan obat alami, juga menyoroti tantangan penggunaan ekstrak kasar (crude extract) yang dibandingkan dengan senyawa bioaktif murni.
Acara berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta yang aktif berdiskusi mengenai pengembangan obat herbal yang didasarkan bukti ilmiah, khususnya dalam menghadapi tantangan resistensi antimikroba dan kebutuhan terapi baru di bidang veteriner.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat memperluas wawasan dan pengetahuan mengenai pemanfaatan sumber daya alam sebagai bahan pengembangan obat modern serta memahami pentingnya pendekatan ilmiah yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Terutama pada poin SDGs 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melewati pengembangan obat yang lebih aman dan berbasis penelitian, serta SDGs 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dengan meningkatkan inovasi riset terkait senyawa bioaktif dari sumber daya alam, dan SDGs 15 Ekosistem Darat melalui peningkatkan kesadaran terkait pentingnya konservasi dan eksplorasi yang berkelanjutan terhadap sumber daya hayati. Acara ini juga mendukung SDGs 17 karena memperkuat kemitraan pendidikan antara fakultas kedokteran hewan UGM dan Universiti Malaya Sabah.
Covid-19 yang merebak sejak akhir 2019 tidak menyurutkan semangat Fakultas Kedokteran Hewan UGM untuk menyelengarakan forum ilmiah internasionaldi awal tahun 2021 meskipun melalui media virtual. International Conference of Advanced Veterinary Science and Technologies for Sustainable Development (ICAVESS) merupakan konferensi internasional yang semula akan dilaksanakan pada 2020 di Yogyakarta secara luar jaringan sebagai satu rangkaian acara tahunan pertemuan Dekan Asian Association of Veterinary Schools (AAVS) ke-19. Akhirnya konferensi ilmiah internnasional ini disepakati dilaksanakan secara online (daring) pada tanggal 28-29 Maret 2021 dan tetap dirangkai dengan pertemuan para Dekan AAVS yang dilaksanakan 26 Januari 2021yang juga dilaksakan sera daring. Penyelanggaraan webinar internasional ini juga didukung oleh badan kesehatan hewan dunia (OIE) representasi regional Asia Pasifik.

Tema webinar internasional ICAVESS ke-1 ini adalah “
Synergizing Sciences for Sustainable
Legislative Basic Improvement (LBI)