• Tentang UGM
  • simaster
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Webmail
  • Informasi Publik
  • Bahasa Indonesia
    • English
    • Bahasa Indonesia
Universitas Gadjah Mada Fakultas Kedokteran Hewan
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
    • Salam dari Dekan
    • Sejarah Singkat
    • Visi dan Misi
    • Departemen
    • Manajemen Fakultas
    • Fasilitas dan Unsur Penunjang
    • Unit Kegiatan Mahasiswa
    • Kontak
  • Pendidikan
    • Program Studi Kedokteran Hewan
    • Program Profesi Dokter Hewan
    • Program Pascasarjana
    • Kanal Pengetahuan
  • Penelitian
    • Komite Etik Penelitian
  • ADMISI
  • Unduh
    • LAPORAN DEKAN
    • Buku Panduan Akademik
    • Sertifikat Akreditasi
    • Koleksi Dokumen LAMPTKes S1-PPDH
    • Capaian MCK FKH UGM
  • Pojok Saran
  • Beranda
  • SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Kuat
  • (Page 3)
Arsip:

SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Kuat

Giving Peace with PMK x KMK x KMMV FKH UGM 2025

Kegiatan Mahasiswa Senin, 5 Mei 2025

Kedamaian merupakan suatu situasi yang perlu diperjuangkan dan dirayakan bersama-sama. Berdasarkan keyakinan tersebut, UKM keagamaan FKH UGM (PMK, KMK, dan KMMV) menyelenggarakan kegiatan Bagi-Bagi Makanan untuk masyarakat yang membutuhkan pada Jumat, 21 Maret 2025 dengan tema “Giving Peace” di lingkungan sekitar UGM.

Lihat   Selengkapnya

Spirit Ramadan di Kampus: Kajian Islami, Tahsin, dan Buka Bersama di Fakultas Kedokteran Hewan

Kegiatan Mahasiswa Senin, 5 Mei 2025

Keluarga Mahasiswa Muslim Veteriner (KMMV) Fakultas Kedokteran Hewan UGM mengadakan kegiatan Ramadan di Fakultas (RDF). Kegiatan ini diadakan secara offline di masjid An-Nahl FKH UGM. Acara ini diadakan guna memacu semangat, antusiasme, serta effort yang lebih besar dalam menjalankan ibadah pada bulan suci Ramadan.

Lihat   Selengkapnya

DWP FKH UGM Membangun Kepedulian Sesama dengan Bazar dan Baksos Ramadhan

Berita Rabu, 26 Maret 2025

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM menggelar bazar dengan tema membangun keterikatan: Menghidupkan Warisan Budaya demi Kepedulian Antar Sesama di Lobi Fakultas Kedokteran Hewan, Kamis 20 Maret 2025. Acara dibuka dengan doa bersama kemudian dilanjutkan sambutan oleh Dekan FKH UGM. Dalam sambutannya, Prof. Teguh mengucapkan puji syukur, terima kasih, dan penghargaan kepada Dharma Wanita Persatuan atas terselenggaranya bazar Ramadhan dan bakti sosial tahun 2025. Acara ini  diharapkan memberi manfaat bagi keluarga besar FKH, stakeholders, alumni, pensiunan, dan masyarakat umum.

Dalam acara bazar ini, tenaga kependidikan tetap dan kontrak, serta tenaga outsource, mendapatkan sembako tebus murah yang berisi kue kering, sirup, minyak, beras, telur, tepung terigu, dan mie instan. Selain itu, diperjualbelikan sembako murah bagi pengunjung, seperti minyak, tepung terigu, telur, dan mie instan.

Pada bazar kali ini terdapat 22 stan UMKM yang ikut berpartisipasi. Stan-stan tersebut menjual berbagai produk makanan dan kudapan seperti bakso goreng, gudeg, bakpia, serta produk fashion, skincare, dan aneka perlengkapan rumah tangga seperti daster, nuskin skincare, dan baju batik. Tersedia juga bunga anggrek yang banyak diminati oleh pengunjung. Terdapat juga special promo produk unggulan FKH UGM, yaitu Telur Omega 3, 6, 9, DHA dan EPA.

Acara ini juga dimeriahkan oleh mini fashion show menampilkan baju-baju etnik olahan tangan dari Lurik Sriti Gamplong. Dari ketua Dharma Wanita, Ibu Yulaeni Teguh Budipitojo, hingga para wakil dekan, dosen, dan tendik ramai ber-catwalk memperagakan baju-baju lurik tersebut. Acara didukung oleh: Januputra Farm, Farm Berkah Sawung Sejahtera, Elita Kerudung, Crystal Petlove, dan Cahaya Proyektor, serta para donatur, yaitu Ibu-ibu DWP FKH UGM, Dekanat, dan Departemen di FKH UGM.

Selain bazar, dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, DWP FKH juga menyelenggarakan kegiatan sosial dengan mengunjungi Panti Asuhan Almarina di Gunungkidul dan Panti Ulil Albab yang terletak di Banguntapan. Kepada panti-panti tersebut, tim DWP FKH memberikan sembako dan pakaian.

Selain itu, tim DWP FKH UGM juga menyambagi rumah para pensiunan dosen dan tendik. Acara ini bertujuan untuk menjaga tali silaturahmi antar keluarga besar FKH UGM. Adanya kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan FKH, memberikan kebermanfaatan bagi sesama, serta sebagai dukungan moral dan material terhadap yang membutuhkan.

Kegiatan bazar dan bakti sosial ini mendukung nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu, SDG 1 Tanpa Kemiskinan, SDG 2 Tanpa Kelaparan, SDG 10 Mengurangi Kesenjangan, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 5 Kesetaraan Gender, SDG 16 Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.Lihat   Selengkapnya

FKH Kukuhkan Pasangan Suami Istri Menjadi Profesor

Berita Jumat, 14 Maret 2025

Pasangan suami istri dosen dari Fakultas Kedokteran Hewan dikukuhkan menjadi Guru Besar Universitas Gadjah Mada secara bersamaan pada Kamis (27/2) di Ruang Balai Senat Gedung Pusat UGM. Pasangan suami istri tersebut adalah Prof. drh. Agung Budiyanto, M.P., Ph.D (Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FKH UGM) dan Prof. Dr. drh. Agustina Dwi Wijayanti, M.P. (Ketua Departemen Farmakologi FKH UGM). Masing-masing merupakan guru besar dalam bidang Bioteknologi Reproduksi Veteriner Ruminansia, dan Farmakokinetik dan Terapi Veteriner pada Fakultas Kedokteran Hewan.

Prof. Agung Budiyanto masuk ke FKH UGM pada tahun 1988, sedangkan Prof. Agustina memulai sekolahnya di FKH UGM pada tahun 1990. Mereka adalah senior junior dan mengenal satu sama lain sejak di bangku perkuliahan. Pasangan ini akhirnya menikah pada tanggal 9 April 1998 dan dikaruniai dua orang putra.

Dalam upacara pengukuhan guru besar ini, Prof. Agung Budiyanto menyampaikan pidato yang berjudul Aplikasi Bioteknologi Reproduksi Veteriner dan Genetik Mapping dalam Peningkatan Kualitas dan Populasi Sapi di Indonesia. Dalam pidatonya, Prof. Agung Budiyanto menyampaikan seleksi genetik pejantan pemacek, indukan sapi, pedet atau sapi dara akan memberikan kontribusi yang penting dalam menjaga dan meningkatkan kualitas genetik di sapi-sapi masyarakat. Bentuk teknologi reproduksi yang sudah, sedang, dan terus dikembangkan secara masif di Indonesia, yaitu inseminasi buatan, sinkronisasi birahi, dan genetik mapping.

Prof. Agustina Dwi Wijayanti dalam pidatonya menyampaikan tentang Peran Farmakokinetik dan Terapi Veteriner pada Kesehatan Global (One Health). Beliau menyampaikan farmakokinetik veteriner memiliki kontribusi sebagai dasar penetapan takaran obat untuk hewan yang optimal, sehingga menghasilkan dosis efektif dan durasi pemberian obat untuk membunuh mikroba secara tuntas. Peran farmakokinetik bersama dengan farmakodinamika veteriner akan menghambat terjadinya AMR (Antimicrobial resistance) dengan memastikan mikroba akan terbunuh dan mencegah terbentuknya strain resisten. Dari sisi keamanan pangan, peran farmakokinetik veteriner adalah memberikan data terkait kecepatan eliminasi, waktu paruh obat, withdrawal time (waktu henti obat), dan menetapkan batas residu maksimum obat-obatan yang digunakan untuk kesehatan hewan agar aman dikonsumsi.

Setelah upacara pengukuhan selesai, pasangan Prof. Agung dan Prof. Tina menjamu para tamu untuk tasyakuran dan makan bersama di Wisma Kagama UGM. Acara ini juga dihadiri oleh KaHaRontjong yang berisikan dosen-dosen dan tendik FKH yang lihai di bidang bermusik. Tasyakuran ini dihadiri oleh lebih dari 500 orang dan berjalan dengan meriah.

Acara pengukuhan dan tasyakuran ini mendukung nilai-nilai Sustainable Development Goals (SGDs) antara lain SGD 2 tanpa kelaparan, SGD 4 Pendidikan Berkualitas, dan SGD 16 Ekosistem Darat.Lihat   Selengkapnya

FKH UGM Gelar Seminar Nasional “Road Map dan Strategi Menuju Indonesia Bebas PMK”

BeritaSeminar Kamis, 30 Januari 2025

Jum’at, 17 Januari 2025 FKH UGM Mengadakan Seminar Nasional berjudul “Road Map dan Strategi Menuju Indonesia Bebas PMK”. Kegiatan ini dilakukan secara hybrid, luring di auditorium FKH UGM, dan daring melalui aplikasi zoom dan streaming Youtube. Seminar ini mengundang 8 pembicara dan dihadiri oleh lebih dari 600 peserta secara daring dan 120 peserta secara luring. Seminar nasional ini membahas tentang urgensi kasus PMK yang menyerang ternak ruminansia yang telah merebak lagi berbagai wilayah di Indonesia, serta strategi lintas sektoral yang akan dilakukan untuk upaya pencegahan dan pengendalian PMK pada ternak di lapangan. Acara seminar Nasional ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Prof. drh. Teguh Budipitojo, MP., Ph.D. yang sekaligus sebagai ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Hewan Indonesia (AFKHI).

Materi pertama yang disampaikan oleh Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan RI, Dr. drh. Agung Suganda, M.Si. , mengenai tentang Peta Jalan Pemberantasan dan Situasi Terkini Penyakit dan Kuku yang ada di Indonesia. Kerangka Strategis untuk Indonesia Bebas PMK 2035 dituangkan dalam 8 pilar, antara lain vaksinasi PMK, pengamatan terus menerus terhadap PMK (surveillannce), biosecurity ketat dan pembatasan pergerakan hewan yang rentan PMK, Kesiapsiagaan dan tanggap darurat PMK, pemulihan produksi dan produktivitas ternak ruminansi pasca terkena PMK, penanganan dampak sosio-ekonomi PMK khususnya bagi peternakan rakyat, dan koordinasi dengan stakeholder dari dalam dan luar negeri. Kementerian Pertanian mendorong pelaksanaan Vaksinasi Mandiri dan menjamin ketersediaan dan akses vaksin PMK yang bermutu.

Kemudian Prof. Dr. drh. AETH Wahyuni, M.Si. sebagai narasumber ke dua, seorang Guru Besar dari  Departemen Mikrobiologi FKH-UGM, menyampaikan bahwa Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) merupakan penyakit menular yang menyerang hewan berkuku belah (cloven hoofs), baik pada  hewan ternak seperti sapi, kambing, kerbau, gajah, domba dan babi maupun hewan liar seperti rusa, bison jerapah bahkan Gajah. PMK disebabkan oleh  Foot-and-Mouth Disease Virus (FMDV) dan bukan jenis zoonosis karena penyakit ini tidak menular ke manusia. PMK sendiri adalah salah satu Penyakit Lintas Batas yang serius karena sangat menular, dapat menyebar secara nasional dan internasional yang cepat serta tidak terduga.

Sebagai narasumber ketiga adalah Dr. drh. M. Munawaroh, MM., Ketua Umum Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) memaparkan bahwa penanganan wabah PMK membutuhkan pendekatan komprehensif dan kolaborasi oleh semua pihak. Beberapa rekomendasi yang diberikan adalah pemulihan peternakan yang terdampak, peningkatan kapasitas dokter hewan dan petugas medik veteriner di lapangan. Investasi dalam penelitian vaksin dan pengobatan, melakukan vaksinasi secara berkala dalam waktu minimal 5 tahun.

Peran Perguruan Tinggi Kedokteran Hewan dalam Penanganan PMK disampaikan oleh narasumber keempat, Prof. drh. Agung Budiyanto, MP, Ph.D. Berbagai peran tersebut antara lain, membentuk tim satuan tugas (Satgas) PMK di tingkat universitas yang terdiri dari dosen dan mahasiswa, menyediakan pakar klinis dan laboratoris untuk diagnosis virus penyebab PMK, memberikan komunikasi, informasi edukasi (KIE) kepada masyarakat salah duanya adalah dengan program pengabdian masyarakat dan KKN yang secara reguler diadakan setiap tahunnya.

Selanjutnya Dr. Ir. Indyah Aryani, MM, selaku Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur,  membagikan pengalaman dan langkah-langkah pengendalian PMK di Jawa wilayah Timur sejak tahun 2022 lalu. Tindakan yang dilakukan berupa isolasi ternak sakit berbasis kandang, melakukan lockdown di daerah tertular PMK yang berbasis desa atau kecamatan, pengobatan pada ternak yang sakit berbasis simptomatis, penutupan sementara pasar hewan, pembatasan lalu lintas ternak, desinfeksi kandang dan lingkungan, pemotongan bersyarat dan vaksinasi massal PMK. Lebih jauh lagi, drh. Retno WIdiastuti, sebagai Narasumber keenam, yang merupakan Kepala Bidang Kesehatan Hewan di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan di Kabupaten Gunung Kidul juga memaparkan langkah-langkah yang diambil ketika terjadi kasus PMK, yaitu dengan mengajukan anggaran tambahan mendahului PERBUB Perubahan APBD Kabupaten Gunungkidul, respon laporan kematian ternak dan penelusuran kasus, pengambilan sampel, penguburan bangkai ternak, surveilans kasus, koordinasi lintas sektoral, pengobatan ternak yang sakit di lapangan, desinfeksi kandang dan lingkungan, pemberian vitamin untuk ternak sehat, Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE), pemeriksaan kesehatan hewan di pasar, pengawasan lalu lintas ternak, dan persediaan obat serta desinfektan.

Dari kalangan industri peternakan swasta, drh. Nanang Purus Direktur Feedlot PT. Indo Prima Beef dari Lampung menyampaikan dampak besarnya kerugian ekonomi yang dialami oleh peternak apabila hewannya terjangkit PMK. Bentuk dampak langsung yang terlihat adalah pengurangan berat badan, penurunan produksi susu, hingga kematian hewan. Dampak langsung ini berpengaruh besar pada dampak tidak langsung karena menyebabkan peningkatan biaya antara lain biaya pemotongan, pengawasan lalu lintas hewan dan tindak karantina, tambahan biaya surveilans hingga biaya vaksinasi ternak. Hal ini juga berdampak pada kehilangan pendapatan  berupa gangguan industri dan kehilangan peluang ekspor. Tahapan yang dilakukan demi mencegah terjangkitnya PMK antara lain adalah dengan memperketat SOP lalu lintas hewan. Dimulai sejak sebelum hewan diberangkatkan, kemudian masuk dalam stasiun karantina, hingga penerapan biosecurity yang sangat ketat termasuk biosecurity untuk semua tamu dan customer, biosecurity kendaraan, penyemprotan desinfektan pada kandang dan peralatan peternakan secara berkala, dan vaksinasi untuk setiap kedatangan sapi. Vaksinasi terbukti efektif mencegah sapi dari potensi tertular PMK. Sapi feedlot yang 100% divaksin terbukti 0 (Zero) kasus sejak vaksinasi diperlakukan.

Dari sisi praktisi ruminansia, drh. Bima Ade Rusandi sebagai Narasumber ketujuh menyampaikan bahwa kondisi peternak saat ini masih dalam tahap recovery sejak terjadinya PMK pada tahun 2022. Dalam jangka pendek, yang peternak inginkan adalah percepatan pengobatan pada daerah wabah, pengetatan lalu lintas ternak dan pasar hewan, dan percepatan distribusi vaksin pada daerah yang masih banyak ternak sehat. Dalam jangka menengah, peternak menginginkan untuk melakukan pengawasan menyeluruh terhadap ternak yang diperdagangkan di pasar maupun di tingkat pedagang. Memperketat monitor hewan sehat oleh dokter hewan. Dalam jangka panjang, melakukan peningkatan sumber daya manusia di bidang peternakan baik itu sebagai peternak maupun petugas.

Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang dimoderatori oleh drh. M. Th.  Khrisdiana Putri, MP. Ph.D. Dari materi pembicara dan sesi diskusi, beberapa poin penting yang dapat disimpulkan adalah perlunya pengadaan vaksin sesuai jumlah dosis yang dibutuhkan di lapangan (baik melalui skema hibah maupun mandiri), optimalisasi anggaran untuk penanganan PMK, yang meliputi peningkatan anggaran untuk vaksinasi, pengobatan, dan pelaksanaan biosecurity, optimalisasi kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat (peternak sebagai produsen, peternak sebagai konsumen dan masyarakat secara luas) mengenai pentingnya PMK, pentingnya akselerasi vaksinasi, dan penerapan biosekuriti yang ketat.

Selain itu, peranan universitas perlu ditingkatkan dalam upaya penanganan PMK melalui riset kolaborasi yang mendukung penanganan PMK di Indonesia dengan lebih melibatkan mahasiswa dan dosen, perlunya penyediaan anggaran khusus untuk tenaga vaksinator dan personal tim pendukung di lapangan, dan mendorong Menteri Pertanian untuk mengeluarkan SK yang menyatakan bahwa PMK merupakan wabah sehingga semua stakeholder bisa ikut berperan akftif dalam penangan PMK di seluruh wilayah.

Kegiatan seminar nasional ini mendukung nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain tanpa kelaparan, kehidupan sehat dan sejahtera, pendidikan berkualitas, produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab, ekosistem darat, serta kemitraan untuk mencapai tujuan.

Lihat   Selengkapnya

FKH UGM Lantik 191 Dokter Hewan Baru

BeritaSorotan Jumat, 24 Januari 2025

Kamis 16 Januari 2025, FKH UGM mengadakan Pelantikan Dokter Hewan Periode Desember 2024.

Lihat   Selengkapnya

Refleksi Akhir Tahun Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Komitmen Meningkatkan Kualitas di Tahun 2025

Berita Jumat, 3 Januari 2025

Memasuki akhir tahun, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM kembali melakukan refleksi atas pencapaian yang diraih selama tahun 2024 ini. Refleksi Akhir Tahun 2024 diselenggarakan pada Selasa, 31 Desember 2024 di Ruang Auditorium FKH UGM. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh dosen dan tenaga kependidikan FKH UGM. Kegiatan ini diadakan untuk mengevaluasi pencapaian, tantangan, dan kiat strategis. Pada kegiatan tersebut juga ditampilkan program kerja yang telah dilaksanakan dari semua departemen dan unit kerja yang ditampilkan dalam bentuk poster.

Dekan Fakultas Kedokteran Hewan, Prof. drh. Teguh Budipitojo, M.P., Ph.D dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh civitas FKH UGM. ”Tahun ini melalui TCK (Target Capaian Kinerja), kita berhasil mencapai sejumlah target yang telah ditetapkan oleh universitas,” ujar beliau. Adapun target yang telah dicapai oleh FKH UGM antara lain akreditasi program studi, jumlah sitasi yang dimiliki oleh para dosen FKH UGM, kolaborasi internasional, dan pengabdian masyarakat (SDGs 16: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh, SDGs 17: Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan).

Meskipun demikian, fakultas juga menghadapi sejumlah tantangan, seperti peningkatan dalam pelayanan kegiatan akademik dan kemahasiswaan, indikator dalam TCK semua dapat terlampaui, dan peningkatan creative funding pada unit kerja seperti RSH Prof. Soeparwi dan Smart Veterinary Teaching Farm (SVTF). Kegiatan Refleksi Akhir Tahun juga dihibur dengan penampilan musik dosen dan tendik FKH UGM dan diakhiri dengan makan siang bersama (SDGs 2: Tanpa Kelaparan, SDGs 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDGs 17: Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan)Lihat   Selengkapnya

Dari Landak hingga Ular Cobra, FKH UGM Ramaikan Kirab Nitilaku 2024

BeritaSorotan Selasa, 24 Desember 2024

Salah satu rangkaian Dies Natalis Universitas Gadjah Mada (UGM) yang ke-75 dan Lustrum ke-15 adalah Kirab Nitilaku. Pada tahun ini, Kirab Nitilaku mengangkat tema “Silaturahmi Kebangsaan: Merawat Harmoni, Meruwat Semangat Persatuan”. Proses Kirab Nitilaku berupa perjalanan/ pawai yang dilaksanakan mulai dari Bundaran UGM hingga ke halaman Balairung dengan menelusuri sisi barat kampus. Hal ini merupakan simbol perjalanan sejarah Universitas Gadjah Mada yang pada awal pendiriannya berada di lingkungan keraton, hingga saat ini berada di lingkungan Sekip dan Bulaksumur, Yogyakarta.

Fakultas Kedokteran Hewan UGM tampil dengan kebudayaan Dayak dalam Kirab Nitilaku kali ini. Suku Dayak tersebar di berbagai daerah di pulau Kalimantan, Indonesia, dan terkenal dengan kedekatan mereka dengan alam serta kekayaan flora dan fauna yang terdapat disana. Tanpa menghapus ciri khas sebagai kedokteran hewan, FKH juga menampilkan maskot berupa landak dan ular cobra.

Kirab Nitilaku diikuti oleh lebih dari 1000 peserta dari berbagai fakultas dan unit di lingkungan UGM. Acara ini juga dapat ditonton oleh masyarakat luas. Sepanjang perjalanan kirab Nitilaku, masyarakat banyak berkumpul untuk sekedar menonton, maupun mengambil gambar dan video.

Kirab Nitilaku juga menjadi ajang berkumpul dan silaturahmi dengan para Gamavet; alumni FKH UGM. Acara ini diikuti oleh 20 orang Gamavet dari berbagai angkatan. Sekjen Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI), drh. Andi Wijanarko, menyampaikan bahwa Kirab Nitilaku ini merupakan acara yang sangat menarik, menghibur,  perlu dilestarikan karena tidak hanya sebagai bentuk preservasi kebudayaan, namun juga sebagai ajang menjalin hubungan yang harmonis dalam keluarga besar Universitas Gadjah Mada.

Keikutsertaan FKH UGM dalam Kirab Nitilaku 2024 mendukung poin SGD 4 Pendidikan berkualitas, SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan, dalam bentuk keanekaragaman budaya. Selain itu, acara ini juga mendukung SDG 16 Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Tags: #VeterinaryMedicine #NitilakuUGM 

#SGD 4 Pendidikan berkualitas #SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan #SDG 16 Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh #SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan Lihat   Selengkapnya

Tahsin Bersama KMMV

Kegiatan Mahasiswa Jumat, 13 Desember 2024

Keluarga Mahasiswa Muslim Veteriner (KMMV) Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (FKH UGM) kembali menyelenggarakan kegiatan Tahsin Bersama atau belajar membaca Al-Qur’an bersama, yang dimulai pada 6 November hingga 20 November 2024, bertempat di Masjid An-Nahl FKH UGM.

Lihat   Selengkapnya

Mahasiswa Antusias Gunakan Hak Suara dalam Pemilu Veteriner 2024

Kegiatan Mahasiswa Kamis, 12 Desember 2024

Yogyakarta, 2 Desember 2024 – Pemilihan Umum Veteriner (PEMILUVET) 2024 adalah rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum Veteriner dan dibawah pengawasan dari Badan Pengawas Pemilihan Umum Veteriner serta Mahkamah Pemilihan Umum Veteriner. Kegiatan ini bertujuan untuk memilih Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Pimpinan Senat Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada periode 2025.

Sesi pembacaan Surat Keputusan Tahapan-tahapan Pemiluvet 2024
Cr. Azkia Nadzifah

Kegiatan Pemiluvet 2024 berlangsung mulai  tanggal 4 November 2024 sampai dengan 30 November 2024. Serangkaian agenda Pemiluvet 2024 diawali dengan sosialisasi, dilanjutkan dengan pendaftaran calon Ketua BEM dan Pimpinan Senat, verifikasi berkas, technical meeting, masa kampanye, orasi kampanye  calon Ketua BEM, uji publik calon Ketua BEM dan Pimpinan Senat, serta kegiatan tour de angkatan. Tahapan terakhir meliputi pemungutan dan perhitungan suara, diakhiri dengan pengumuman Ketua BEM dan Pimpinan Senat terpilih untuk periode 2024 yang diadakan secara luring di lingkungan FKH UGM.

Pada tahun ini, pelaksanaan pendaftaran calon Ketua BEM dan calon Pimpinan Senat Mahasiswa dilaksanakan secara tepat waktu, dengan 1 Calon ketua BEM yang mendaftarkan diri yaitu Achmad Burhanudin Rabbani (2022). Kemudian, terdapat 5 Calon Pimpinan Senat Mahasiswa yang mendaftarkan diri, yaitu Ardiyanta Ramdhanov Dalimunthe (2022), Dwi Yuda Akbar Wibowo (2023), Falah Junaidi (2023), Salsabila Sri Wijayanti (2022), dan Szaqqia Framoedita (2022). Selanjutnya, calon Ketua BEM dan calon Pimpinan Senat Mahasiswa mengikuti verifikasi berkas dan setelah dinyatakan lolos tahap verifikasi dapat mengikuti serangkaian kegiatan Pemilihan Umum Veteriner 2024 seperti yang sudah diagendakan oleh Komisi Pemilihan Umum Veteriner.

Sesi Pemaparan Grand Design Calon Ketua BEM
Cr. Calista Alya Maharani

 

Rangkaian kegiatan Pemilihan Umum Veteriner 2024 dilanjutkan dengan masa kampanye selama 11 hari yang dilaksanakan secara luring di lingkungan FKH UGM serta melalui media sosial dengan di bawah pengawasan KPUV. Selain itu, diselenggarakan kegiatan orasi calon Ketua BEM, uji publik calon ketua BEM dan calon Pimpinan Senat Mahasiswa, serta Tour de Angkatan calon Ketua BEM. Seluruh serangkaian kegiatan kampanye berjalan dengan baik dan diikuti oleh peserta Pemilu Veteriner sebagaimana mestinya.

Sesi

Lihat   Selengkapnya

12345
Universitas Gadjah Mada

Fakultas Kedokteran Hewan
Universitas Gadjah Mada

Jl. Fauna No. 2 Karangmalang, Yogyakarta 55281 Indonesia

fkh@ugm.ac.id
+62 (274) 6492088
+62 (274) 560862
+62 (274) 560861

Informasi Publik

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Secara berkala

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

© Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada 2025

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju