• Tentang UGM
  • simaster
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Webmail
  • Informasi Publik
  • Bahasa Indonesia
    • English
    • Bahasa Indonesia
Universitas Gadjah Mada Fakultas Kedokteran Hewan
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
    • Salam dari Dekan
    • Sejarah Singkat
    • Visi dan Misi
    • Departemen
    • Manajemen Fakultas
    • Fasilitas dan Unsur Penunjang
    • Unit Kegiatan Mahasiswa
    • Kontak
  • Pendidikan
    • Program Studi Kedokteran Hewan
    • Program Profesi Dokter Hewan
    • Program Pascasarjana
  • Penelitian
    • Komite Etik Penelitian
  • ADMISI
  • Unduh
    • LAPORAN DEKAN
    • Buku Panduan Akademik
    • Sertifikat Akreditasi
    • Koleksi Dokumen LAMPTKes S1-PPDH
    • Capaian MCK FKH UGM
    • Dokumen UPM
  • Kanal Pengetahuan
  • Beranda
  • SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang bertanggung jawab
  • SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang bertanggung jawab
Arsip:

SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang bertanggung jawab

Pengabdian Masyarakat Nasional IMAKAHI 2025 “Membangun Pengabdian, Satrabakti Wujudkan Aksi”

Kegiatan MahasiswaSorotan Selasa, 2 Desember 2025

Pengabdian Masyarakat Nasional (PENGMASNAS) IMAKAHI 2025 merupakan rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan Indonesia Cabang Universitas Gadjah Mada di Kalurahan Getas, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada hari Jumat-Minggu, 21-23 November 2025. PENGMASNAS IMAKAHI 2025 mengusung tema “Satunggaling Laku, Satunggaling Rasa” yang diikuti oleh 80 orang delegasi atau ‘Satra’ yang merupakan mahasiswa kedokteran hewan dari 12 universitas di seluruh Indonesia. Kegiatan dimulai pada hari Jumat, 21 November 2025 di Auditorium Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada dengan Opening Ceremony yang dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan Himne Gadjah Mada, Himne IMAKAHI, dan Mars IMAKAHI. Kegiatan diawali dengan dengan penampilan tari Retno Asri, selanjutnya sambutan ketua panitia, Diva Pendriana, sambufftan drh. Retno Widyastuti sebagai Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gunungkidul, serta sambutan dan simbolis pembukaan oleh Wakil Dekan FKH UGM, Prof. Dr. drh. Aris Haryanto, M.Si. Setelah rangkaian Opening Ceremony usai, para Satra diantarkan menuju Teaching Farm Playen. Di Teaching Farm, Satra dibagi menjadi 3 pos untuk mendapatkan Pelatihan Yanduan dari drh. Woro Danur Wendo, M.Sc., Dr. drh. Vincentia Trisna Yoelinda, M.Si., dan drh. Rina Wijayanti mengenai tata laksana pemeriksaan dasar kesehatan ternak sapi dan kambing. Pelatihan Yanduan dilaksanakan guna memperkaya pengetahuan, sejalan dengan SDGs 4 ‘Pendidikan Berkualitas’ yang menegaskan bahwa pembelajaran yang inklusif dan kolaboratif diperlukan untuk memberi kesempatan yang sama bagi setiap mahasiswa untuk mendapat pengetahuan dasar mengenai ternak sebelum terjun ke lapangan. Selepas belajar bersama, seluruh Satra mengikuti kegiatan Guyub Sesrawungan di Balai Kalurahan Getas bersama warga setempat, yang dibuka dengan sambutan Bapak Saekat selaku Kepala Kalurahan Getas, penampilan drama delegasi oleh kelompok 7 dan dimeriahkan dengan kuis tanya jawab mengenai drama yang telah ditampilkan. Rangkaian Guyub Sesrawungan ditujukan untuk mengawali hubungan baik antara PENGMASNAS IMAKAHI 2025 dengan Kalurahan Getas yang juga mengimplementasikan SDGs 17 ‘Kemitraan untuk Mencapai Tujuan’. Hari semakin malam, Satra dibagi menjadi 11 kelompok dan diantarkan menuju rumah huni yang berada di 6 dukuh, yakni Padukuhan Getas, Padukuhan Tanjung, Padukuhan Ngasem, Padukuhan Gubuk Rubuh, Padukuhan Ngrunggo, dan Padukuhan Gembuk untuk beristirahat. Kegiatan hari kedua pada Sabtu, 22 November 2025 diawali dengan persiapan Satra di rumah huni masing-masing, kemudian setiap kelompok mengikuti briefing singkat mengenai Medical Check Up atau biasa dikenal Yanduan bersama 11 orang Supervisor yang merupakan dokter hewan dan paramedis veteriner dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul serta UPT Puskeswan Playen, juga bersama beberapa mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter Hewan FKH UGM. Yanduan dilaksanakan terpisah menjadi 11 titik di 6 padukuhan dengan didampingi seorang warga setempat yang menjadi pemandu jalan. Pada setiap titik, 20 ekor ternak sapi atau kambing dipantau kesehatannya dengan pemeriksaan umum seperti pengecekan suhu, kebuntingan, auskultasi, serta pemberian vitamin B, obat cacing, dan vaksinasi bersyarat. Yanduan merupakan upaya mengimplementasikan aspek One Health juga SDGs 3 ‘Kehidupan Sehat dan Sejahtera’ dengan meningkatkan kesejahteraan hewan melalui pemeriksaan kesehatan serta pemberian vitamin, obat, dan vaksinasi sebagai awal pencegahan penyakit zoonosis. Bersamaan dengan Yanduan, panitia melaksanakan kegiatan bakti sosial guna membantu dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalurahan Getas yang membutuhkan. Dengan bakti sosial, PENGMASNAS IMAKAHI 2025 berupaya mewujudkan SDGs 1 ‘Menghapus Kemiskinan’ dan SDGs 2 ‘Mengakhiri Kelaparan’ yakni mengurangi beban ekonomi warga dengan mendistribusikan paket sembako bagi 10 warga di setiap padukuhan yang kurang sejahtera. Pada malam hari, Satra dari berbagai dukuh diarahkan menuju tiga titik Penyuluhan dan Workshop, yaitu di rumah Kepala Dukuh Ngasem, rumah Kepala Dukuh Tanjung, dan rumah Kepala Dukuh Ngrunggo. Acara dibuka oleh MC di tiap lokasi dan dilanjut dengan penyuluhan mengenai Manajemen Kandang dan Lingkungan oleh drh. Agus Riyanto, drh. Wivqie Halum, dan drh. Nurwahyudi, S.Pt. Materi yang disampaikan mencakup prinsip-prinsip dasar pengelolaan kandang. Selama kegiatan berlangsung, warga aktif bertanya dan berdiskusi mengenai masalah kandang yang dihadapi. Setelahnya, kegiatan dilanjutkan dengan Workshop pakan tambahan berbasis molases dan mineral bernama UMMB (Urea Molasses Mineral Block). Selama kegiatan, Satra mendampingi warga dalam proses pencampuran bahan, pengadukan, pencetakan, hingga penjelasan manfaat UMMB guna meningkatkan produktivitas ternak. Workshop berlangsung interaktif dan memberikan wawasan praktis yang dapat langsung diterapkan warga dalam kegiatan beternak. Suksesnya kegiatan Penyuluhan dan Workshop menunjukkan bahwa SDGs 12 ‘Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab’ terwujud dengan terbarukannya pengetahuan warga mengenai tata kelola pakan dan kandang guna meningkatkan efisiensi produksi ternak di Kalurahan Getas. Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan hari kedua PENGMASNAS IMAKAHI 2025 berjalan lancar dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pelayanan kesehatan ternak melalui Yanduan, edukasi melalui Penyuluhan, serta praktik langsung dalam Workshop UMMB menjadi pengalaman bermakna bagi warga dan Satra. Selain sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, kegiatan ini memperkuat kompetensi delegasi sebagai calon dokter hewan yang siap terjun ke dunia profesi. Kegiatan hari kedua ditutup dengan suasana penuh kehangatan, kolaborasi, dan harapan agar ilmu yang dibagikan dapat terus bermanfaat bagi masyarakat Kalurahan Getas. Kegiatan hari ketiga PENGMASNAS 2025 diawali dengan Senam dan Sarapan bersama yang diikuti oleh seluruh delegasi dan beberapa warga lokal. Senam dan Sarapan dibagi ke dalam tiga lokasi yang sama seperti lokasi Penyuluhan dan Workshop. Senam yang dipimpin oleh panitia berhasil mencairkan suasana dan mempererat tali silaturahmi, sehingga baik warga, Satra, dan panitia terlihat menikmati kegiatan tersebut dengan antusias. Seusai sarapan, peserta melanjutkan kegiatan bersih-bersih dan berkemas di rumah huni untuk persiapan menuju Closing Ceremony. Seluruh Satra berkumpul di Balai Kalurahan untuk mengikuti Closing Ceremony. Acara ini dibuka dengan sambutan oleh Penanggung Jawab PC IMAKAHI, Aprilia Ipon, dilanjutkan sambutan Ketua Umum PB IMAKAHI, Briliani Sekar Utami dan sambutan terakhir oleh Kepala Kalurahan Getas, Bapak Saekat. Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian kesan dan pesan dari Satra, pemberian sertifikat, serta penyerahan bibit tanaman mangga sebagai tanda kenangan dan harapan keberlanjutan kegiatan. Pemberian ini mewujudkan SDGs 15 ‘Menjaga Ekosistem Darat’ dengan upaya melestarikan lingkungan melalui penanaman pohon. Rangkaian acara diakhiri dengan foto bersama. Setelah Closing Ceremony selesai, Satra diantarkan kembali menuju FKH UGM untuk mengikuti Bonding dan makan bersama. Bonding ditutup dengan pemutaran mini after movie PENGMASNAS IMAKAHI 2025 dan penutupan resmi oleh MC. Usai Bonding, beberapa Satra melanjutkan kegiatan “Jogja Istimewa” berupa kunjungan ke destinasi budaya di Yogyakarta, Museum Sonobudoyo dan Museum Benteng Vredeburg. Sementara itu, Satra yang tidak mengikuti kegiatan Jogja Istimewa diarahkan panitia menuju stasiun terdekat untuk kepulangan. Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta dipilih sebagai destinasi wisata yang menghadirkan kisah perjalanan sejarah bangsa Indonesia, sehingga memberikan pengalaman edukatif yang mendalam bagi pengunjung. Sementara itu, Museum Sonobudoyo dengan koleksi budaya dan arkeologi yang sangat beragam memberikan suasana hangat dan sarat nilai budaya, sehingga memperkaya wawasan Satra mengenai sejarah dan kearifan lokal Yogyakarta. Kedua kunjungan ini mengimpelentasikan SDGs 11 ‘Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan’ yang mendukung keberlanjutan komunitas dengan peningkatan kesadaran akan pelestarian warisan budaya dan alam dunia. Kegiatan hari ketiga ditutup dengan pengantaran para delegasi ke stasiun setelah selesai mengikuti rangkaian Jogja Istimewa. Rangkaian kegiatan PENGMASNAS IMAKAHI 2025 sukses mewujudkan program kerja yang berkelanjutan, bermanfaat, dan inklusif melibatkan peran dokter hewan serta calon dokter hewan dalam mengimplementasikan ‘Manusya Mriga Satwa Sewaka’ melalui pengabdian pada masyarakat Kalurahan Getas, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pembukaan PENGMASNAS IMAKAHI 2025
Tari Retno Asri
Pembukaan
Simbolis Pembukaan oleh Wakil Dekan
Sambutan DPKH Gunungkidul
Pelatihan Yanduan di Teaching Farm Playen
Pelatihan Yanduan di Teaching Farm Playen
Senam dan Sarapan Bersama
Yanduan
Drama
Yanduan
Yanduan
Yanduan
Yanduan
Yanduan 1
Bakti Sosial
Penyuluhan
Pelatihan Yanduan di Teaching Farm Playen
Sambutan Guyub Sesrawungan oleh Lurah Getas
Kunjungan Museum Benteng Vredeburg dan Museum Sonobudoyo
Workshop UMMB
Workshop UMMB
IMG_4730
Bonding
Bonding
Senam dan Sarapan Bersama
Senam dan Sarapan Bersama
Penyuluhan
Closing Ceremony
Lihat   Selengkapnya

Bedah Film Bareng KSSL

Kegiatan Mahasiswa Jumat, 28 November 2025

Kelompok Studi Satwa Liar (KSSL) FKH UGM  menyelenggarakan Bedah Film Bareng KSSL. Acara ini diadakan pada Rabu, 26 November 2025, di Co-working space FKH UGM. Acara ini dihadiri dengan antusias oleh 23 peserta dari anggota aktif KSSL dan KM FKH UGM. Kegiatan ini memiliki tujuan sebagai wadah untuk mahasiswa FKH UGM dapat mengenal lebih mengenai isu lingkungan global terkait konservasi dan sebagai ruang diskusi yang menarik dan interaktif melalui media film. Bedah Film Bareng KSSL dimulai pada pukul 13.00 WIB. Kegiatan ini dibuka dengan sambutan oleh Ketua Umum KSSL FKH UGM lalu dilanjutkan dengan sesi nonton film. Film yang dibedah adalah David Attenborough : A Life on Our Planet yang berkisah mengenai kerusakan alam yang disaksikan selama lebih dari 90 tahun oleh David Attenborough, seorang biologist dan penyiar. Melalui sudut pandang biologist sekaligus penyiar, film ini mengajak penonton untuk merefleksikan dampak aktivitas manusia terhadap keberlanjutan bumi. Setelah penontonan film, peserta diberikan waktu untuk melakukan diskusi yang meliputi kutipan-kutipan yang menyentuh hati, fakta menarik yang baru diketahui, upaya yang bisa dilakukan sebagai mahasiswa, dan kesan pesan selama kegiatan. Acara ini diakhiri dengan ajakan untuk melakukan daur ulang sampah pada kotak daur ulang yang disediakan KSSL FKH UGM untuk konservasi penyu di Pantai Pelangi, Bantul oleh Yayasan Aksi Konservasi Yogyakarta. Upaya daur ulang dilakukan secara interaktif melalui video ajakan dan juga pemberian contoh sampah yang dapat didaur ulang. Rangkaian acara berjalan dengan baik dan antusias dari peserta yang tinggi, tetapi terdapat kendala dimana tidak semua angkatan dapat mengikuti kegiatan tersebut dikarenakan terdapat praktikum dan jadwal kelas yang berjalan secara bersamaan. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa FKH UGM dapat menambah pengetahuan, wawasan, dan kesadaran mengenai kerusakan alam yang terjadi serta upaya untuk menanggulanginya, kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals pada poin ke-4 mengenai pendidikan berkualitas dan poin ke-12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
9be52e23-63fd-4b6d-b164-db65952a9b04
95834e34-9015-4d8a-9634-7fbf08deb99c
be7c32db-d442-47b9-b1d0-45711b4d5967
Lihat   Selengkapnya

Mengenal Smart Veterinary Teaching Farm Playen

Berita Selasa, 18 November 2025

Smart Veterinary Teaching Farm (SVTF) adalah wahana pembelajaran yang dimiliki

Lihat   Selengkapnya

Tim Peneliti PhylloZinc Tawarkan Nanopartikel ZnO dengan Teknologi Green Synthesis sebagai Pakan Aditif Ruminansia yang Rendah Toksik untuk Tekan Emisi Metana Global

BeritaKegiatan MahasiswaPenelitian Jumat, 17 Oktober 2025

Industri peternakan, selain menjadi penyedia utama protein hewani, juga menghadapi tantangan besar terkait pemanasan global akibat tingginya emisi gas metana (CH₄). Menurut Global Methane Initiative (2025), sektor ini menyumbang 2.614,42 MMTCO₂e atau 33% dari total emisi CH₄ dunia, melampaui industri minyak dan gas. Dalam 20 tahun, dampak CH₄ terhadap pemanasan global tercatat 80 kali lebih besar dibandingkan CO₂. Selain mencemari lingkungan, emisi ini juga merugikan peternak karena ruminansia dapat menghasilkan 250–500 liter CH₄ per hari, setara kehilangan energi pakan 3–17%. Salah satu solusi yang dikembangkan adalah pakan aditif berbasis zinc oxide (ZnO) yang mampu menghambat produksi CH₄ dengan merusak membran sel methanogen. Namun, ZnO anorganik memiliki bioavailabilitas rendah dan potensi toksik.

“Untuk mengatasinya, kami, tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan inovasi aditif pakan berbasis nanopartikel zinc oxide (ZnO) hasil green synthesis menggunakan ekstrak daun meniran (Phyllanthus niruri) sebagai solusi ramah lingkungan untuk menekan emisi gas metana (CH4) dari ternak ruminansia,” ujar Rizal, salah satu anggota tim yang mencetuskan ide ini.

Tim PhylloZinc mengusung judul “Potensi Green Synthesis ZnO Nanoparticles dengan Ekstrak Daun Phyllanthus niruri: Solusi Inovatif Mitigasi Emisi Gas Metana Melalui Aditif Pakan Ruminansia” dalam kegiatan PKM-RE 2025. Penelitian yang diwadahi melalui program Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Riset Eksakta ini beranggotakan Jesslyn Beatrice (Fakultas Peternakan 2023), Zahwa Tsuroyya A. Z. (Fakultas Biologi 2023), Rona Ayyu H. (Fakultas Kedokteran Hewan 2023), Ahmad Rizal Riswanda D. (Fakultas Peternakan 2022), serta Catherine Noor (Fakultas Peternakan 2023) sebagai ketua. Selain itu, Dr. Moh. Sofi’ul Anam, S.Pt., MSc. juga turut berperan sebagai pembimbing.

“Saat ini kami sudah memasuki tahap uji lanjutan karena Nanopartikel ZnO sudah selesai disintesis. Kami berharap hasil penelitian ini dapat bermanfaat untuk mengatasi permasalahan gas metana yang sampai saat ini masih menjadi salah satu masalah utama di industri peternakan,” ujar Catherine saat diwawancarai.

“Selain mengatasi masalah emisi gas metana, formulasi pakan inovatif ini diharapkan meningkatkan kesehatan ternak dan produktivitasnya,” Rona menambahkan.

Zahwa berujar bahwa Tim PhylloZinc memanfaatkan tanaman Phyllantus niruri atau yang kerap disebut Meniran karena kandungan Flavonoidnya yang sangat tinggi dan dan cara mendapatkannya yang tergolong mudah.

Hasil green synthesis ini berupa bubuk dan larutan ZnO berukuran nano. Setelah didapatkan kedua hal tersebut, nanopartikel diuji karakteristiknya dengan spektrofotometer, PSA, XRD, dan SEM. Selain itu, nanopartikel ZnO juga diujikan secara In Vitro di laboratorium Teknologi Makanan Ternak Fakultas Peternakan UGM. Hasil dari uji In Vitro tersebut berupa cairan rumen, dan gas yang akan dilakukan uji lanjutan berupa Uji Protein Mikrobia, Uji Ammonia, Uji FVA, Uji pH Cairan Rumen, dan Uji RT-PCR.

“Dengan dukungan dana penelitian dari Belmawa dan UGM, riset ini kami laksanakan selama empat bulan di Fakultas Peternakan UGM, melibatkan teman-teman dari berbagai bidang multidisiplin. Penelitian kami ini sejalan dengan tema PKM 2025 nomor 8 yaitu pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana,” Jesslyn menutup wawancara.

Pengembangan nanopartikel ZnO hijau dari daun meniran untuk menekan emisi metana ternak merupakan inovasi strategis untuk mendukung peternakan modern yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, serta kontribusi penting bagi penanggulangan pemanasan global serta meningkatkan produktivitas ternak.

 

Penulis : Rona Ayyu Happyna

CP : Rona Ayyu Happyna (081311576588)Lihat   Selengkapnya

Tim PKM UGM Kaji Potensi Ekstrak Daun Rosemary sebagai Pelindung Ginjal (Nefroprotektif) untuk Atasi Progresivitas Gagal Ginjal Akut

BeritaKegiatan MahasiswaPenelitian Jumat, 17 Oktober 2025

Yogyakarta –  Salah satu tim mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang beranggotakan lima mahasiswa terlibat dalam Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE)  mengkaji penelitian penting mengenai potensi alamiah dari ekstrak daun rosemary (Rosmarinus officinalis L.). Fokus riset ini adalah menyelidiki peran ekstrak tersebut sebagai agen nefroprotektif yang diharapkan mampu memperlambat progresivitas kondisi Gagal Ginjal Akut (GGA). Relevansi klinis dari penelitian ini sangat tinggi, mengingat hingga saat ini penanganan GGA mayoritas hanya berpegang pada terapi suportif. Belum tersedia intervensi farmakologis spesifik yang bekerja langsung menghambat atau membalikkan kerusakan pada jaringan ginjal.

Randika Taufiq Hari Nugraha, selaku ketua tim peneliti, menekankan bahwa GGA merupakan kondisi klinis darurat dengan risiko mortalitas yang tinggi jika tidak ditangani dengan segera. “Strategi penanganan saat ini lebih terfokus pada mitigasi gejala dan komplikasi. Oleh karena itu, riset kami berupaya mencari solusi melalui bahan alam yang terbukti memiliki kemampuan proteksi terhadap sel-sel ginjal,” jelasnya. Riset multidisiplin ini melibatkan anggota tim lainnya, yaitu Artha Maressa Theodora Simanjuntak, Frengki Prabowo Saputro Wijayanto, Devi Vita Sari, dan Evelyn Hartono. Mereka dibimbing oleh dr. Nur Arfian, Ph.D. dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM.

Devi Vita Sari memaparkan bahwa daun rosemary kaya akan senyawa bioaktif utama, seperti asam rosmarinat dan kuersetin, yang dikenal memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi kuat. Senyawa-senyawa ini diperkirakan dapat memberikan efek perlindungan pada ginjal dengan cara mereduksi stres oksidatif dan mencegah pembentukan kristal kalsium oksalat. “Melalui serangkaian uji laboratorium, termasuk Spektrofotometri UV-Vis, Kromatografi Lapis Tipis (KLT), dan pengujian antioksidan metode DPPH, kami berhasil mengonfirmasi tingginya kandungan fenolik dan flavonoid yang mendasari aktivitas proteksi ginjal ini,” imbuhnya.

Artha Maressa Theodora Simanjuntak menambahkan bahwa hasil pengujian menunjukkan korelasi yang jelas antara profil fitokimia yang teridentifikasi dengan aktivitas biologis ekstrak rosemary. “Kandungan bioaktif ini terbukti secara efektif menekan stres oksidatif, yang merupakan mekanisme kunci pemicu kerusakan selular pada organ ginjal,” paparnya.

Sementara itu, Evelyn Hartono menyoroti pentingnya menggabungkan berbagai disiplin ilmu dalam riset bahan alam. “Kami berharap penelitian ini dapat menjadi fondasi saintifik untuk mengembangkan opsi terapi alternatif yang lebih aman, terjangkau, dan efektif dalam manajemen Gagal Ginjal Akut di masa depan,” kata Evelyn.

Lebih lanjut, Frengki Prabowo Saputro Wijayanto menyatakan harapan agar temuan ini dapat berkontribusi pada upaya pengembangan obat herbal terstandar dengan memanfaatkan kekayaan biodiversitas Indonesia. “Langkah krusial berikutnya adalah melakukan uji praklinis untuk menguji kelayakan ekstrak rosemary sebagai kandidat fitofarmaka,” pungkasnya.

Penelitian yang didukung oleh pendanaan Simbelmawa ini tidak hanya menyumbang kemajuan di bidang biomedis dan farmasi, tetapi juga mendukung tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG) 3: Good Health and Well-being, melalui pengembangan intervensi terapeutik yang berpotensi menurunkan morbiditas akibat penyakit ginjal, SDG 9: Industry, Innovation, and Infrastructure yang ditunjukkan dengan penelitian yang menggunakan ekstrak bahan alami yang dapat menghasilkan produk farmasi baru atau terapi alternatif, SDG 12 : Responsible Consumption and Production melalui ekstrak daun rosemary sebagai obat berbasis bahan alam yang ramah lingkungan, dan SDG 15: Life on Land yang ditunjukkan dengan pemanfaatan daun rosemary yang dijadikan ekstrak untuk agen nefroprotektif .Lihat   Selengkapnya

Departemen Farmakologi FKH UGM Gelar Kuliah Tamu Bersama Assoc. Prof. Dr. Arifah Abdul Kadir Bertajuk “Veterinary Nanotoxicology”

Berita Kamis, 26 Juni 2025

Pada tanggal 4 Juni 2025, Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan kuliah tamu yang menampilkan Assoc. Prof. Dr. Arifah Abdul Kadir dari Universiti Putra Malaysia. Acara yang dilaksanakan secara daring ini merupakan kuliah tamu kedua yang diselenggarakan oleh departemen, dengan fokus pada bidang nanotoxicology yang sedang berkembang.

Lihat   Selengkapnya

Pengabdian Masyarakat S1 FKH UGM Gandeng Millennial untuk Pemeliharaan dan Penjualan Ternak

Berita Kamis, 19 Juni 2025

Program Studi Sarjana Kedokteran Hewan melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Pantai Ambal, Ambalresmi, Kebumen, Jawa Tengah pada Kamis (22/5). Kegiatan ini melibatkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kebumen, Kelompok Ternak Barokah serta diikuti oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan. 

Lihat   Selengkapnya

Wujudkan Smart Village bagi Ternak, PPDH FKH UGM Gandeng Diskeswan Tulungagung dalam Pengabdian Masyarakat 2025

Berita Kamis, 19 Juni 2025

Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengadakan pengabdian kepada masyarakat pada 1 3- 14 Juni 2025 di Kabupaten Tuluagung, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.

Lihat   Selengkapnya

Departemen Farmakologi FKH UGM Adakan Kuliah Tamu Bertajuk “Ethnoveterinary Medicine and Toxicology” Bersama Dr. Krestel Joy V. Isla

Berita Rabu, 11 Juni 2025

Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan kuliah tamu bertajuk “Ethnoveterinary Medicine and Toxicology” yang menghadirkan Dr. Krestel Joy V. Isla, beliau adalah dosen dari College of Veterinary Medicine, Tarlac Agricultural University.

Lihat   Selengkapnya

KELOMPOK DISKUSI KLINIK 1 2025 “Akupawnture: Sehatkan Hewan Lewat Titik-titik Kehidupan”

Kegiatan Mahasiswa Rabu, 11 Juni 2025

Kelompok Diskusi Klinik (KODIK) merupakan suatu kegiatan yang diinisiasi oleh Kelompok Studi Hewan Kesayangan (KSHK) Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (FKH UGM). Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan mahasiswa dalam menangani berbagai kasus klinik, mendiskusikan ilmu dasar klinik secara kontinu, ...

Lihat   Selengkapnya
123
Universitas Gadjah Mada

Fakultas Kedokteran Hewan
Universitas Gadjah Mada

Jl. Fauna No. 2 Karangmalang, Yogyakarta 55281 Indonesia

fkh@ugm.ac.id
+62 (274) 6492088
+62 (274) 560862
+62 (274) 560861

Informasi Publik

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Secara berkala

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

© Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada 2025

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju