Selama 3 minggu, dari tanggal 6 hingga 24 Juli 2026, empat mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (FKH UGM) diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam Program “Student Exchange Mobility Program batch July – August 2026” di Suranaree University of Technology (SUT), Thailand. Empat mahasiswa yang terlibat dibagi ke 4 laboratorium yang berbeda. Meskipun dibagi, semua peserta diberi kesempatan yang sama untuk terlibat dalam kegiatan akademik, budaya, dan sosial dengan mahasiswa dari institusi SUT di Thailand.
Program ini dimulai diawali dengan sesi penyambutan dan orientasi meliputi pendaftaran, pengenalan program, dan gambaran umum kegiatan yang akan berlangsung selama exchange berlangsung. Para mahasiswa juga diberi kesempatan untuk menjelajahi kampus SUT, dilanjutkan dengan tur ke SUT Farm. Setelah pengenalan awal, para mahasiswa berpartisipasi dalam berbagai kegiatan berbasis laboratorium yang dipadukan dengan kuliah dan observasi lapangan. Di laboratorium pilihan yang sudah ditetapkan sebelumnya, mahasiswa bisa fokus pada bidang penelitian kedokteran hewan tertentu.
Salsabila Khairunnisa, salah satu peserta, ditempatkan di laboratorium yang berfokus pada Bioteknologi dalam Akuakultur, dibawah pengawasan Assoc. Prof. Dr. Chatsirin Nakharuthai. Peserta kedua, Bunga Maharani Dytama, bergabung dengan laboratorium yang mempelajari pemanfaatan produk sampingan hewan, dengan fokus pada pemrosesan hidrolisat kolagen, di bawah Assoc. Prof. Dr. Papungkorn Sangsawad. Peserta ketiga, Dante Surya Antasena Suwandi, berpartisipasi dalam penelitian yang berkaitan dengan kesehatan hewan dan One Health, khususnya berfokus pada deteksi Leptospira di rumah pemotongan sapi sebagai hewan pengawas. Penempatan ini dilakukan dengan Dr. Pornphutthachat Klaow Sota. Sementara itu, Yohanes Tirto Wijoyo Bergabung dengan laboratorium yang berfokus pada Pra- dan Postbiotik pada ayam broiler, dibawah pengawasan Assoc. Prof. Dr. Sutisa Khempaka.
Meskipun tugas akademik yang diberikan berbeda-beda, penempatan di laboratorium ini memungkinkan setiap peserta untuk belajar di bidang yang lebih terfokus, sehingga mereka dapat memperoleh wawasan yang lebih spesifik tentang lingkungan, praktik, dan pendekatan dalam disiplin ilmu kedokteran hewan. Di luar kegiatan akademik, program ini juga mencakup berbagai observasi lapangan dan pengalaman budaya termasuk kunjungan ke Provinsi Ayutthaya, Kebun Binatang Nakhon Ratchasima, dan peternakan kambing dan domba milik petani lokal.
Di akhir waktu exchange, setiap mahasiswa diberi waktu untuk mempersiapkan presentasi akhir mereka mengenai fokus penelitian di laboratorium mereka dan apa yang telah mereka peroleh selama berada di SUT selama 3 minggu. Hal ini memberi mahasiswa kesempatan untuk lebih mengembangkan keterampilan komunikasi dan presentasi mereka sekaligus membangun kepercayaan diri dalam berbicara dan berpresentasi di depan umum.
Program ini juga berkontribusi pada beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui eksplorasi penelitian veteriner, kesehatan hewan, dan pendekatan One Health; SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui pembelajaran praktik langsung, pertukaran akademik, serta pengembangan keterampilan profesional dan komunikasi; dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, dengan memperkuat kolaborasi akademik dan kerja sama internasional antara Universitas Gadjah Mada dan Suranaree University of Technology. Melalui program pertukaran pelajar ini menunjukkan bagaimana kolaborasi internasional dan pendidikan veteriner dapat berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan serta mengatasi tantangan yang melampaui batas negara.




