Kegiatan pertukaran pelajar merupakan langkah strategis sejak dini untuk membekali mahasiswa pada pengajaran bidang veteriner dari berbagai negara. Pertukaran pelajar berfungsi sebagai panduan awal agar mahasiswa memiliki gambaran yang jelas mengenai bidang veteriner dengan mempelajari bahasa, budaya, dan karakteristik yang ada di negara tujuan. Menanggapi kebutuhan tersebut, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) berinisiatif menyelenggarakan kegiatan “Students Exchange Mobility Program batch July – August 2026”.
Kegiatan ini dilaksanakan sejak tanggal 2 Agustus – 16 Agustus 2026 dengan tujuan Fakulti Perubatan Veterinar Universiti Malaysia Kelantan (FPV UMK). Acara ini diikuti oleh 6 mahasiswa yang terdiri dari semester 2 dan 4 Fakultas Kedokteran Hewan UGM.
Fakultas ini memiliki fokus utama pada pengembangan dan pengelolaan peternakan hewan ruminansia, khususnya komoditas penting seperti sapi, kambing, dan domba. Namun, fakultas ini juga membuka layanan rumah sakit untuk berbagai hewan dari hewan kesayangan hingga hewan eksotik.
Selama melakukan kegiatan pertukaran pelajar di FPV UMK, mahasiswa memperoleh banyak ilmu baru melalui berbagai kegiatan yang dilakukan. Bentuk kegiatan yang dilakukan antara lain kegiatan lapangan untuk pengambilan sampel serta kegiatan laboratorium yang meliputi persiapan pengujian, pengujian, dan interpretasi hasil pengujian.
Pelaksanaan pertukaran pelajar di FPV UMK berlangsung selama dua minggu. Ilmu yang telah mahasiswa pelajari selama perkuliahan dari semester 1 hingga semester 2 ataupun semester 4 dapat diterapkan secara langsung dalam rangkaian kegiatan pertukaran pelajar ini.
Pada minggu pertama, mahasiswa mendapatkan pembelajaran baru berupa proses pengambilan sampel darah pada sapi, kambing, dan ayam; pengambilan sampel feses pada sapi, kambing, dan ayam; pengujian RBT pada sampel darah sapi, membuat apusan fecal smear, mengenal berbagai jenis hewan eksotis dimulai dari handling restraint hingga sexing, melakukan pengujian hemaglutinasi pada sampel darah ayam, dan mengetahui cara preparasi jaringan tubuh hewan dimulai dari cara pemotongan hingga menganalisis preparate menggunakan slide scanner.
Pada minggu kedua, mahasiswa pergi ke peternakan ayam untuk mengambil darah, mengumpulkan sampel feses, dan melakukan swab saluran respirasi. Selanjutnya mahasiswa mengecek sampel feses dengan menggunakan metode McMaster, simple flotation, dan faecal smear, serta membuat preparat dari faecal culture. Pada pemeriksaan preparat dari faecal culture ditemukan adanya berbagai macam bentuk blastocystis, seperti bentuk granula, bentuk binary, bentuk cyst, dan bentuk vakuolar.
Selanjutnuya mahasiswa membuat blood smear, staining blood smear, menggunakan mesin hematologi darah, membuat Packed Cell Volume, dan mengecek plasma dalam darah. Selain di laboratorium dan peternakan, mahasiswa diajak keliling ke Rumah Sakit Hewan UMK.
Kegiatan yang dilaksanakan ini pun sejalan dengan beberapa poin SDGs (Sustainable Development Goals), yakni SDGs poin 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam bidang kesehatan hewan, mulai dari pengambilan dan pemeriksaan berbagai sampel biologis, pemeriksaan hematologi, hingga pengenalan berbagai metode diagnostik veteriner. Kegiatan ini juga sejalan dengan SDGs poin 4: Pendidikan Berkualitas, melalui pemberian pengalaman pembelajaran secara langsung di lingkungan akademik dan laboratorium, sehingga mahasiswa dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan praktis, serta pemahaman mengenai ilmu kedokteran hewan yang telah dipelajari selama perkuliahan. Selain itu, kegiatan pertukaran pelajar ini turut mendukung SDGs poin 15: Kehidupan di Darat, melalui pembelajaran mengenai kesehatan, pengelolaan, dan penanganan berbagai jenis hewan, baik hewan ternak maupun hewan eksotik, yang berperan dalam mendukung kesejahteraan dan keberlangsungan kehidupan hewan di darat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga memperoleh pengalaman dalam menerapkan ilmu Kedokteran hewan serta memperluas wawasan dan jejaring akademik melalui Student Mobility Program ini yang sesuai dengan poim SDGs 17 yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.




