From Jungle to Pharmacy: Guest Lecture Ungkap Potensi Senyawa Bioaktif sebagai Masa Depan Obat Veteriner

WhatsApp Image 2026-05-11 at 14.10.48

Bagikan

Fakultas Kedokteran Hewan sukses menyelenggarakan kegiatan Guest Lecture dengan tema “From Jungle to Pharmacy: Isolation and Identification of Bioactive Compounds with Beneficial Pharmacological Activities” yang disampaikan oleh Prof. Ts. Dr. Zainul Amiruddin Zakaria dari Universiti Malaysia Sabah. Dalam kegiatan ini membahas mengenai potensi senyawa bioaktif alami dalam pengembangan obat modern, khususnya di bidang kesehatan dan kedokteran hewan. Dalam sambutannya, Prof. drh. Agung Budiyanto, M.P., Ph.D. menyampaikan bahwa topik yang diangkat sangat menarik dan akan membuka banyak kesempatan bagi seluruh peserta untuk memahami perkembangan penelitian obat alami serta peluang pengembangannya di masa depan. Pada sesi materi, Prof. Zainul menjelaskan bahwa alam adalah sumber utama dari berbagai bioactive compounds yang memiliki aktivitas farmakologis yang sangat bermanfaat. Berbagai contoh senyawa seperti ivermectin, curcumin, dan morphine menjadi bukti bahwa banyak obat modern, termasuk obat veteriner, berasal dari produk alami. Selain membahas penggunanaan obat alami, juga menyoroti tantangan penggunaan ekstrak kasar (crude extract) yang dibandingkan dengan senyawa bioaktif murni. Acara berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta yang aktif berdiskusi mengenai pengembangan obat herbal yang didasarkan bukti ilmiah, khususnya dalam menghadapi tantangan resistensi antimikroba dan kebutuhan terapi baru di bidang veteriner. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat memperluas wawasan dan pengetahuan mengenai pemanfaatan sumber daya alam sebagai bahan pengembangan obat modern serta memahami pentingnya pendekatan ilmiah yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Terutama pada poin SDGs 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera  melewati pengembangan obat yang lebih aman dan berbasis penelitian, serta SDGs 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dengan meningkatkan inovasi riset terkait senyawa bioaktif dari sumber daya alam, dan SDGs 15 Ekosistem Darat melalui peningkatkan kesadaran terkait pentingnya konservasi dan eksplorasi yang berkelanjutan terhadap sumber daya hayati. Acara ini juga mendukung SDGs 17 karena memperkuat kemitraan pendidikan antara fakultas kedokteran hewan UGM dan Universiti Malaya Sabah.