PIONIR VETEBRAE 2026 #2: MENAPAKI LANGKAH AWAL MENUJU IMPIAN

Picture10

Bagikan

YOGYAKARTA – Rangkaian hari kedua PIONIR VETEBRAE 2026 yang berlangsung pada 6 Agustus 2026 sukses membekali mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (FKH UGM) dengan wawasan global dan motivasi tinggi. Acara diawali dengan pemutaran video edukatif kisah inspiratif para dosen muda dalam menempuh studi di luar negeri guna membuka cakrawala karir internasional. Kebersamaan lalu berlanjut pada sesi Talkshow bertajuk “Beyond Achievement Growing Failing and Becoming”, di mana mahasiswa berprestasi membagikan dinamika perkuliahan untuk memotivasi Soeparwi Muda agar tangguh menghadapi tantangan akademik.

Guna memberikan gambaran nyata mengenai luasnya ranah profesi dokter hewan, panitia menyelenggarakan sesi Fun Group Discussion (FGD) yang menghadirkan para praktisi ahli. Diskusi interaktif ini membedah berbagai sektor krusial mulai dari Akademisi & Penelitian, Legislatif & Militer bersama Kapten Ckm drh. Dony Nurcahya, M. Sc., Konservasi Satwa Liar bersama drh. Martha Mangapulma, S.H., M.H., hingga Sektor Industri, Hewan Ternak, dan Satwa Eksotis. Melalui FGD ini, mahasiswa baru menyadari bahwa peran kedokteran hewan sangat vital bagi konservasi alam, ketahanan pangan, hingga pertahanan negara.

Tidak hanya membekali diri dengan ilmu profesi, para peserta juga dipersiapkan menghadapi masa depan lewat materi kepemimpinan dan kesiapan teknologi digital. Sesi panel utama bertajuk “VetForward: Advancing through Technology” dibawakan oleh drh. Dito Anggoro, M. Sc., Ph. D. dengan moderator Dr. drh. Krisna Noli Andrian. Sesi ini mengulas adaptasi dunia veteriner terhadap teknologi masa depan, yang kemudian direfleksikan oleh mahasiswa baru ke dalam rencana minat karir mereka melalui booklet khusus.

Sebagai penutup, PIONIR VETEBRAE 2026 menegaskan komitmennya terhadap isu global dengan mengintegrasikan tiga poin penting Sustainable Development Goals (SDGs). Poin tersebut meliputi SDGs 4 untuk menghadirkan pendidikan berkualitas yang inklusif, SDGs 12 melalui gerakan nyata “Zero Waste” guna mengurangi sampah di lingkungan kampus selama acara, serta SDGs 16 dalam membangun lingkungan akademik yang damai, adil, dan setara bagi seluruh mahasiswa baru tanpa memandang latar belakang.