Departemen Pengembangan Bahasa Veterinary Science Community (VSC) FKH UGM telah menyelenggarakan kegiatan Motivation Letter pada Sabtu, 7 September 2024 bertempat di Ruang Seminar 2 Gedung V4 FKH UGM.
SDG 4: Pendidikan Berkualitas
Aware of Issue merupakan salah satu program kerja tahunan Departemen Aksi dan Propaganda BEM FKH UGM. Tahun ini, kegiatan ini mengangkat tema “A Pawfect Pet”
UKM Expo dan Inauguration Night merupakan rangkaian kegiatan Pionir Vetebrae Fakultas Kedokteran Hewan Universitas
Selama masa ujian berlangsung dan mendapatkan sarapan pagi, mahasiswa dihimbau untuk membawa alat makan serta botol minum sendiri. Himbauan ini ditujukan untuk mengurangi sampah plastik yang mungkin timbul ketika mereka menyantap makanan, terutama sampah sendok plastik, dan air mineral gelasan. (SDG 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab)

Mahasiswa baru 2024 yang baru kali ini merasakan sarapan pagi ketika ujian, merasa senang dan terbantu dengan adanya sarapan pagi ini. Mereka juga memuji bahwa makanan yang disediakan enak. Mahasiswa tidak perlu memikirkan lagi harus makan apa di pagi hari serta dapat langsung fokus belajar untuk ujian di hari berikutnya.
Pada Ujian Tengah Semester tahun ini, FKH UGM memperketat tata tertib bagi peserta ujian. Hal ini bertujuan untuk menciptakan ujian yang jujur, sebagai usaha menihilkan kecurangan, dan memacu para mahasiswa untuk belajar lebih giat agar hasil yang didapat memuaskan. Pembekalan untuk para tenaga kependidikan pengawas pun sudah diberikan pada Jum’at, 27 September 2024 agar UTS dapat berjalan dengan lebih kondusif. (SDG 4 Pendidikan Berkualitas).
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini diselenggarakan dengan kerjasama antara FKH UGM dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang D.I. Yogyakarta, dan melibatkan 12 dokter hewan pelaksana, 18 koasistensi serta mahasiswa S1 dari UKM Kelompok Studi Hewan Kesayangan (KSHK) dalam perawatan pasca operasi. Ketua PDHI DIY, drh. Aniq Syihabuddin, dalam wawancaranya mengatakan kegiatan ini dilaksanakan di kampus dikarenakan banyaknya kucing yang diberikan street-feeding oleh para pecinta kucing di UGM. Oleh karena itu, populasinya perlu dikendalikan dengan sterilisasi agar tidak menyebabkan masalah lingkungan maupun masalah kesehatan kucing itu sendiri. Selain itu pemberian vaksinasi rabies pada kucing-kucing di kampus penting dilakukan untuk mencegah penularan rabies ke manusia melalui kucing. Vaksinasi rabies membantu mengurangi risiko penyebaran penyakit zoonosis, melindungi kesehatan hewan dan manusia. Hal ini secara tidak langsung mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 3, Good Health and Well-being.

Kerjasama ini merupakan upaya untuk mensinergikan kegiatan FKH UGM dan PDHI D.I Yogyakarta sehingga bisa semakin meluas, tidak hanya di lingkungan kampus tetapi juga di masyarakat umum untuk membantu mengendalikan populasi kucing serta meningkatkan ketahanan hewan kesayangan terhadap penyakit rabies dengan program vaksinasi gratis. Program ini akan dilanjutkan secara berkala demi mencapai tujuan jangka panjang dalam pengelolaan populasi kucing, membantu menjaga keseimbangan ekosistem, mencegah dampak negatif pada biodiversitas serta berkontribusi pada lingkungan perkotaan yang lebih bersih dan aman. Hal ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 15, Life on Land dan SDGs 11, Sustainable Cities and Communities.

Keterlibatan mahasiswa dalam program sterilisasi kucing dapat menjadi kesempatan untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang kesejahteraan hewan dan pentingnya pengendalian populasi hewan, serta memperoleh pengalaman praktis yang mendukung pendidikan mereka di bidang kedokteran hewan selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4, Quality Education. Tamam, salah satu koasistensi yang terlibat mengatakan, kegiatan ini memberikan kesempatan baginya untuk mempraktekkan secara langsung beberapa langkah operasi di antaranya incisi abdomen kucing dan ligasi uterus.
Penulis: Laila Nur Fatimah

Adapun rangkaian kegiatan ini diisi oleh talkshow dan berbagai perlombaan seperti lomba makan untuk anjing, kucing, dan kura-kura serta fashion show kucing dan anjing. Lomba ini diadakan dengan tujuan mempererat hubungan antara pemilik dengan hewan kesayangannya. Talkshow #1 pada hari Kamis, 19 September 2024 mengenai cara merawat anabul agar selalu sehat dengan narasumber drh. Radhiyan, Pemilik Radhiyan Pet and Care dan Talkshow #2 mengenai memahami perilaku dan keinginan anak bulu (anabul) oleh drh. Agnes Sri Budiastri Cahyaningtyas. Kemudian hari kedua, Jumat 20 September 2024 berisi talkshow #3 mengenai steril hewan peliharaan oleh drh. Cynthia dari PT. MARS Pet Nutrition. (SDGs 4: Pendidikan Berkualitas).

Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan berbagai stand yang berasal PT. Mars Pet Nutrition, PT. Kalbe Farma, Klinik PetSmile, Klinik Gratia, hingga Ibarbo Park. Pengunjung bisa mendapatkan informasi seputar perawatan hewan peliharaan, serta mengikuti berbagai diskusi interaktif bersama dokter hewan dan praktisi di bidang perawatan hewan. Selain itu, klinik-klinik hewan yang hadir dapat mengedukasi pengunjung terkait vaksinasi, perawatan kesehatan serta pentingnya sterilisasi. Selain perlombaan, acara ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya kesejahteraan hewan peliharaan. Acara ini ditutup dengan pemberian penghargaan kepada pemenang kompetisi serta donasi makanan kepada beberapa shelter hewan. Panitia berharap kegiatan ini dapat terus diadakan setiap tahunnya sebagai wadah untuk para pencinta hewan dan komunitas pencinta satwa. (SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Baca juga : Lucunya Adu Ketangkasan Hewan Peliharaan dalam Dies Natalis FKH UGM ke-78
Penulis : Yanis Ramadhanti
Setelah rapat senat dibuka, agenda selanjutnya adalah penyampaian Laporan Dekan tahun 2024 oleh Prof. drh. Teguh Budipitojo, M.P., Ph.D selaku Dekan FKH UGM. Tema yang diangkat oleh Dies Natalis FKH UGM ke-78 adalah “Transformasi Profesi Dokter Hewan dalam menghadapi Era Digital dan Perkembangan Artificial Intelligent”.
Kemudian acara dilanjutkan dengan Orasi Ilmiah yang disampaikan oleh Ketua Departemen Bedah dan Radiologi, Dr. drh. Dhirgo Aji, M.P. dengan judul “Osteoartritis pada Anjing: Problem, Terapi, dan Dampak Ekonomi pada Masyarakat Pemilik Anjing di Indonesia”. Osteoartritis (OA) merupakan kelainan muskuloskeletal yang banyak dijumpai pada hewan peliharaan, terutama anjing. Saat ini, osteoartritis pada anjing merupakan kasus penyakit artikuler yang paling banyak dijumpai di Indonesia dan negara negara lain di Asia, Eropa bahkan Amerika. Dampak terganggunya kesejahteraan hewan penderita OA sangat jelas terlihat pada gejala nyeri yang amat sangat sehingga hewan berjalan timpang atau bahkan tidak mampu berdiri. (SDG 15 Ekosistem Darat)
Dalam pidatonya, Dr. Dhirgo Aji menjelaskan jenis obat-obatan yang digunakan sebagai terapi bagi anjing penderita OA, serta tindakan operasi yang harus dilakukan apabila kondisi sudah semakin parah. Jenis obat yang digunakan adalah Anti-inflamasi Non Steroid dan tindakan operasi berupa Total Hip Replacement dan Total Knee Replacement. Perlu diketahui juga tindakan pengobatan dan operatif ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. (SDG 4 Pendidikan Berkualitas)
Beliau juga mengingatkan para pemilik akan pentingnya kesejahteraan hewan peliharaan. Pemilik hewan peliharaan harus siap secara fisik, mental dan ekonomi untuk mengobati hewan peliharaan yang terpapar penyakit terutama OA, karena hal ini adalah bentuk memastikan kesejahteraan hewan terpenuhi dengan baik. (SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 15 Ekosistem Darat)
Selain itu, FKH UGM juga memberikan insentif kepada mahasiswa berprestasi beserta dosen pembimbingnya sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi yang diraih seperti pada kompetisi akademik dan non-akademik. Rapat Terbuka Senat Fakultas Kedokteran Hewan Tahun 2024 diakhiri dengan pemotongan tumpeng dalam rangka Dies Natalis ke-78 Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada. (SDG 1 Tanpa Kemiskinan, SDG 2 Tanpa Kelaparan)
Penulis : Dea Dwi Novita & Yanis Ramadhanti
Kelahiran pedhet ini menambah jumlah hewan yang dapat digunakan untuk belajar mahasiswa dalam mendapat akses terhadap pendidikan untuk memahami berbagai aspek dalam dunia kedokteran hewan, khususnya yang berkaitan dengan perawatan ternak dan proses kelahiran. Hal ini secara tidak langsung mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 4 yaitu Pendidikan Berkualitas (SDGs 4 Quality Education). Keterlibatan mereka dalam menangani kelahiran pedhet tersebut juga memperkaya pemahaman dan peningkatan kapasitas mereka mengenai teknik sterilisasi, perawatan post-partum, serta langkah-langkah penanganan darurat apabila terjadi komplikasi. Selain itu, momen ini memberikan gambaran nyata mengenai pentingnya peran dokter hewan dalam menjaga kesejahteraan hewan dan mendukung sektor pertanian dalam hal ini peternakan.
Dalam acara tersebut, tim FKH UGM melakukan pemeriksaan reproduksi pada sapi menggunakan teknologi ultrasonografi (USG) dan memberikan suplementasi vitamin. Selain itu, mereka juga memberikan obat cacing untuk sapi yang tidak bunting, memastikan bahwa ternak mendapatkan perawatan yang komprehensif. Partisipasi aktif dari staf dosen dan mahasiswa yang sedang menjalani koasistensi reproduksi sangat memperkuat pelaksanaan inisiatif ini.
Bapak Mulyono, ketua Kelompok Ternak Mergo Andhini Makmur, mengungkapkan keprihatinannya dalam sambutannya, menyoroti dampak serius dari pandemi COVID-19 serta wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease. Ia melaporkan penurunan populasi sapi betina hingga 50%, dari 80 ekor menjadi sekitar 40 ekor. “Kondisi ini diperburuk dengan sulitnya sapi betina untuk bunting setelah wabah penyakit,” jelas Bapak Mulyono.
Pemeriksaan yang dilakukan oleh tim FKH UGM menunjukkan bahwa kondisi ovarium beberapa sapi yang sulit bunting sebenarnya masih baik. Namun, terdapat kecenderungan sapi-sapi ini mengalami kesulitan dalam menunjukkan gejala birahi. Pemberian vitamin dan suplemen mineral diharapkan dapat membantu memulihkan kondisi sapi dan memperbaiki siklus estrus mereka.
“Dengan adanya pengabdian masyarakat ini, kami berharap dapat terjalin kembali kerjasama dan pembinaan dari pihak kampus yang sempat terhenti akibat pandemi COVID-19,” ungkap Bapak Mulyono. Pernyataan ini mencerminkan pentingnya kemitraan masyarakat sipil dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, terutama dalam memberdayakan petani lokal dan meningkatkan mata pencaharian mereka.
Acara ini juga disuguhi dengan makanan tradisional yang disiapkan oleh kelompok wanita tani, menampilkan budaya lokal dan semangat kebersamaan. Aspek ini tidak hanya memberikan nutrisi bagi peserta tetapi juga menyoroti peran perempuan dalam pertanian dan produksi pangan, sejalan dengan SDGs yang berfokus pada pemberdayaan perempuan.
Departemen Reproduksi dan Obstetri FKH UGM berkomitmen untuk menjalin kerjasama berkelanjutan dan memberikan pembinaan lanjutan guna mendukung pemulihan kelompok ternak ini. Melalui kemitraan ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif yang berkelanjutan bagi kesejahteraan peternak dan populasi sapi di Indonesia.
Sebagai kesimpulan, kolaborasi antara FKH UGM dan Kelompok Ternak Mergo Andhini Makmur merupakan contoh model bantuan pembangunan yang sukses yang mengintegrasikan pendidikan, kesehatan, dan sumber daya ekonomi. Dengan mengatasi tantangan yang dihadapi oleh petani lokal dan ternak, inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk memulihkan kesehatan sapi tetapi juga memberdayakan komunitas menuju praktik pertanian yang berkelanjutan.
Penulis: Yosua Kristian Adi
