Performa reproduksi sapi potong memiliki peran penting dalam industri peternakan. Birahi merupakan kriteria reproduksi yang harus dipenuhi sebelum ternak dapat bereproduksi. Birahi dipengaruhi oleh
SDG 17: Kemitraan untuk mencapai tujuan
Kamis 16 Januari 2025, FKH UGM mengadakan Pelantikan Dokter Hewan Periode Desember 2024. Sebanyak 191 mahasiswa Program Profesi Dokter Hewan (PPDH) dilantik sebagai dokter
Memasuki akhir tahun, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM kembali melakukan refleksi atas pencapaian yang diraih selama tahun 2024 ini. Refleksi Akhir Tahun 2024 diselenggarakan pada Selasa, 31 Desember
Fakultas Kedokteran Hewan UGM menyelenggarakan Veterinary International Online Course (VIOC) yang dibuka pada Jum’at 13 Desember 2024. Acara ini merupakan short course yang diadakan
Salah satu rangkaian Dies Natalis Universitas Gadjah Mada (UGM) yang ke-75 dan Lustrum ke-15 adalah Kirab Nitilaku. Pada tahun ini, Kirab Nitilaku mengangkat tema “Silaturahmi Kebangsaan: Merawat
Olimpiade Zoologi Nasional (OZON) 2024 dengan tema "Reptile Resilience: Harnessing Adaptive Abilities in A Changing World" telah sukses digelar. Ajang kompetisi bergengsi bagi siswa SMA/MA se-Indonesia ini berhasil menarik minat seratus tim untuk berkompetisi.





Perlombaan futsal dilaksanakan secara luring di Sport Academy Yogyakarta selama dua hari, yaitu pada tanggal 5-6 Oktober 2024. Cabang perlombaan ini diikuti sebanyak 8 tim dari berbagai universitas di Indonesia untuk memperebutkan tiga juara. Sedangkan cabang perlombaan e-sport MLBB dilaksanakan secara daring pada tanggal 12-13 Oktober 2024 dan ditayangkan secara live pada akun Instagram Vetcup untuk babak semifinal dan final di tanggal 13 Oktober 2024. Perlombaan ini diikuti oleh 6 tim dari berbagai universitas. (SDG 17 Kemitraan untuk mencapai tujuan).

Solo vocal dilaksanakan secara daring, dimana peserta mengumpulkan video pada link formulir yang telah disediakan. Video-video tersebut diunggah pada tanggal 13 Oktober 2024 melalui akun youtube Vetcup yang kemudian dilakukan penilaian juri. Pada tahun ini perlombaan solo vocal diikuti sebanyak 22 peserta dari berbagai universitas. Pengumuman pemenang diunggah melalui akun instagram Vetcup pada tanggal 18 Oktober 2024.
Veterinary UGM Cup 2024 secara tidak langsung berkorelasi dengan Sustainable Development Goals yaitu SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan SDGs 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). Pengaruh dan dampak Vatcup 2024 ini mendukung tujuan untuk menghasilkan kehidupan sehat dan sejahtera. Hal ini berkaitan dengan peningkatan kesehatan mahasiswa dikarenakan adanya kompetisi olahraga antar universitas. Selain itu, adanya Vetcup juga dapat menciptakan perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh. Hal ini berkaitan dengan kompetisi yang dilakukan dengan damai dan adil meskipun diikuti oleh beberapa universitas yang berbeda di Indonesia.
Dengan demikian, Vetcup 2024 diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa dalam mengembangkan minat dan bakat non akademik serta dapat mengasah softskill dan hardskill mahasiswa. Selain itu, diharapkan juga dapat menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan serta menjunjung tinggi nilai sportifitas bagi mahasiswa. Hal ini juga mendukung SDG poin 4 yaitu Pendidikan berkualitas.
Cr: Afifah Firyal Rifai
Workshop ini bertujuan meningkatkan mutu pelaksanaan koasistensi reproduksi sebagai pilar utama pendidikan dokter hewan. Koasistensi tidak hanya memberikan pengalaman belajar langsung kepada mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang penguatan kompetensi melalui integrasi ilmu pengetahuan akademik dengan praktik lapangan.
Dalam sambutannya, Prof. Aris Haryanto, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni FKH UGM, menekankan pentingnya peran dokter hewan pembimbing dalam membentuk kompetensi mahasiswa. “Sinergi antara akademisi, praktisi, dan pembimbing lapangan adalah kunci keberhasilan dalam mencetak dokter hewan yang kompeten, profesional, dan berintegritas,” ujar Prof. Aris.
Dukung SDGs melalui Pendidikan Reproduksi Hewan
Workshop ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama:
- Sustainable Agriculture (Tujuan 2: Tanpa Kelaparan) – dengan meningkatkan kompetensi di bidang reproduksi hewan guna mendukung produktivitas dan keberlanjutan agrikultur.
Pada pertemuan pertama, kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC diikuti sambutan dari ketua pelaksana, sambutan dari ketua BEM FKH UGM, dan sambutan dari Ketua Yayasan Panti Atap Langit. Dilanjutkan dengan pengenalan dan pemaparan materi mengenai animal welfare, handling, dan cara merawatnya dengan baik pada hewan yang interaktif dan edukatif yang dibantu oleh volunteer dari mahasiswa/i Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada. Pada kesempatan ini anak-anak diajarkan bahwa kucing merupakan binatang karnivora yang artinya pemakan daging. Ada dua jenis makanan yang dibuat untuk kucing, yaitu dry food dan wet food. Makanan kering (dry food) dikonsumsi oleh kucing umur lebih dari 3 bulan, dan makanan basah (wet food) dikonsumsi oleh kucing umur 3-4 minggu. Kucing juga akan memakan protein dari ayam atau ikan yang sudah digoreng, direbus, atau dipanggang. Bertentangan dengan kepercayaan umum, kucing tidak boleh makan tulang ayam atau tulang ikan karena ini bisa melukai mereka. Kucing juga dilarang makan keju, telur mentah, roti, dan coklat.
Selain itu, para relawan juga menjelaskan cara merawat hewan peliharaan dengan baik, termasuk cara memandikan dan membersihkannya. Sebaiknya mandikan kucing dengan air hangat, cuci dengan sampo khusus kucing, dan pastikan langsung mengeringkan bulunya setelah mandi. Kegiatan ini dilanjutkan dengan kuis menarik dan diakhiri dengan sesi dokumentasi.
Kegiatan ini dilanjutkan dengan kuis yang menarik dan diakhiri dengan sesi dokumentasi.
Dalam pertemuan kedua, kegiatan FKH Mengajar 2 diawali dengan pembukaan oleh MC diikuti sambutan ketua pelaksana, sambutan ketua BEM FKH UGM, dan sambutan dari ketua Yayasan Pondok Pesantren Madania. Dilanjutkan dengan pengenalan dan pemaparan materi mengenai pemilahan sampah dan cara pembuatan ecobrick yang interaktif dan edukatif yang dibantu oleh volunteer dari mahasiswa/i FKH UGM.
Kegiatan ini mengajarkan anak-anak bagaimana memanfaatkan kembali sampah di sekitar mereka. Ecobrick hanya membutuhkan botol air minum bekas dan plastik kemasan atau kantong kresek. Kita hanya perlu mengisi botol air bekas dengan plastik lunak (kresek) dan agak keras (plastik kemasan ciki-cikian) hingga penuh dan padat. Tidak memerlukan keahlian khusus dan semua orang bisa melakukannya. Ecobrick ini dapat digunakan untuk bahan bangunan dan dapat digunakan berulang kali. Kegiatan ini mengajarkan anak-anak bagaimana peka terhadap sampah di sekitar mereka dan bagaimana mereka dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih hijau dengan mengelola sampah sehari-hari mereka sendiri. Hal ini juga merupakan upaya penanganan perubahan iklim yang semakin parah dengan mengelola sampah yang tidak dapat terurai.
Secara keseluruhan, FKH Mengajar 2024 telah terlaksana dengan baik. Anak-anak dari Yayasan Panti Asuh Atap Langit dan Yayasan Pondok Pesantren Madania yang berpartisipasi sebagai peserta juga tampak selalu antusias dan semangat dalam mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Melalui kegiatan ini, tidak hanya pengetahuan akademis yang dipertukarkan, tetapi juga nilai-nilai sosial, kepedulian lingkungan, dan semangat untuk saling membantu diantara kedua belah pihak. Dengan keberhasilan FKH Mengajar 2024, harapan akan adanya dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan kemajuan pendidikan lokal semakin menguatkan langkah awal menuju perubahan yang lebih baik.
FKH Mengajar 2024 berkorelasi dengan beberapa poin Sustainable Development Goals yaitu dalam mendukung tujuan untuk menuju Pendidikan berkualitas dalam bentuk peningkatan kapasitas peserta dengan bentuk pelatihan secara langsung terkait ilmu kedokteran hewan kepada masyarakat, khususnya anak-anak. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung tujuan mengenai penjagaan ekosistem daratan dengan bentuk pemeliharaan demi menjaga kelangsungan hidup ekosistem yang berfokus pada pengolahan sampah melalui pembuatan ecobrick. Dengan demikian, pelaksanaan FKH Mengajar 2024 memiliki urgensi tersendiri karena membuktikan bahwa kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata dalam pembangunan berkelanjutan.
Kontributor : Dwi Jatmiko Wahyu Nugroho