Kegiatan Pembinaan Sumber Daya Umat dilaksanakan mulai tanggal 1 November 2024 dengan mengadakan asistensi persiapan dan pengenalan acara dan pembagian kelompok kecil untuk peserta (mahasiswa muslim
SDG 4: Pendidikan Berkualitas
Yogyakarta – Minggu, 20 Oktober 2024, tim mentorship Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada mengadakan International Students Gathering 2024. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa
Ujian Akhir Semester (UAS) bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM dimulai pada hari Senin, 2 Desember 2024 hingga Jumat, 13 Desember 2024. Oleh karena itu, dalam rangka mendukung mahasiswa





Perlombaan futsal dilaksanakan secara luring di Sport Academy Yogyakarta selama dua hari, yaitu pada tanggal 5-6 Oktober 2024. Cabang perlombaan ini diikuti sebanyak 8 tim dari berbagai universitas di Indonesia untuk memperebutkan tiga juara. Sedangkan cabang perlombaan e-sport MLBB dilaksanakan secara daring pada tanggal 12-13 Oktober 2024 dan ditayangkan secara live pada akun Instagram Vetcup untuk babak semifinal dan final di tanggal 13 Oktober 2024. Perlombaan ini diikuti oleh 6 tim dari berbagai universitas. (SDG 17 Kemitraan untuk mencapai tujuan).

Solo vocal dilaksanakan secara daring, dimana peserta mengumpulkan video pada link formulir yang telah disediakan. Video-video tersebut diunggah pada tanggal 13 Oktober 2024 melalui akun youtube Vetcup yang kemudian dilakukan penilaian juri. Pada tahun ini perlombaan solo vocal diikuti sebanyak 22 peserta dari berbagai universitas. Pengumuman pemenang diunggah melalui akun instagram Vetcup pada tanggal 18 Oktober 2024.
Veterinary UGM Cup 2024 secara tidak langsung berkorelasi dengan Sustainable Development Goals yaitu SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan SDGs 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). Pengaruh dan dampak Vatcup 2024 ini mendukung tujuan untuk menghasilkan kehidupan sehat dan sejahtera. Hal ini berkaitan dengan peningkatan kesehatan mahasiswa dikarenakan adanya kompetisi olahraga antar universitas. Selain itu, adanya Vetcup juga dapat menciptakan perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh. Hal ini berkaitan dengan kompetisi yang dilakukan dengan damai dan adil meskipun diikuti oleh beberapa universitas yang berbeda di Indonesia.
Dengan demikian, Vetcup 2024 diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa dalam mengembangkan minat dan bakat non akademik serta dapat mengasah softskill dan hardskill mahasiswa. Selain itu, diharapkan juga dapat menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan serta menjunjung tinggi nilai sportifitas bagi mahasiswa. Hal ini juga mendukung SDG poin 4 yaitu Pendidikan berkualitas.
Cr: Afifah Firyal Rifai
Workshop ini bertujuan meningkatkan mutu pelaksanaan koasistensi reproduksi sebagai pilar utama pendidikan dokter hewan. Koasistensi tidak hanya memberikan pengalaman belajar langsung kepada mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang penguatan kompetensi melalui integrasi ilmu pengetahuan akademik dengan praktik lapangan.
Dalam sambutannya, Prof. Aris Haryanto, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni FKH UGM, menekankan pentingnya peran dokter hewan pembimbing dalam membentuk kompetensi mahasiswa. “Sinergi antara akademisi, praktisi, dan pembimbing lapangan adalah kunci keberhasilan dalam mencetak dokter hewan yang kompeten, profesional, dan berintegritas,” ujar Prof. Aris.
Dukung SDGs melalui Pendidikan Reproduksi Hewan
Workshop ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama:
- Sustainable Agriculture (Tujuan 2: Tanpa Kelaparan) – dengan meningkatkan kompetensi di bidang reproduksi hewan guna mendukung produktivitas dan keberlanjutan agrikultur.
Kegiatan LANDIKSAR IMAKAHI UGM ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 2 November 2024 dan Minggu, 3 November 2024 di Omah Camelia, Kaliurang, DIY. Kegiatan ini dihadiri oleh 52 peserta Calon Pengurus Cabang Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan Indonesia Universitas Gadjah Mada (CPC IMAKAHI UGM). Tahun ini, LANDIKSAR mengangkat tema utama “Inovasi, Kreativitas, dan Keterlibatan Inklusif Guna Membangun Komunitas yang Dinamis dalam IMAKAHI” sebagai bekal bagi CPC ke depannya selama berproses dan berkembang di IMAKAHI. Tema ini dipilih agar CPC dapat memancarkan dan mengembangkan ide-ide baru yang menggambarkan karakternya, berpikir out of the box, berani mengambil kesempatan dengan risiko apapun, serta aktif berpartisipasi dalam komunitas guna menciptakan lingkungan yang adil, saling menghargai, menghormati, dan mendukung bagi semua individu tanpa memandang latar belakang apapun. Tidak hanya untuk calon pengurus cabang saja, selama proses mempersiapkan kegiatan LANDIKSAR ini pengurus cabang juga diharapkan menerapkan esensi dan makna dari tema LANDIKSAR 2024 terlebih dahulu. Hal ini dilakukan supaya pengurus cabang dapat menjadi contoh maupun panutan dalam bekerja sama dan berorganisasi bagi calon pengurus cabang.
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi oleh Muhammad Ihsan Arifin Soepeno yang merupakan Ketua Umum Pengurus Besar IMAKAHI Periode 2024/2025. Muhammad Arifin Soepeno mengangkat topik mengenai “Pengembangan Keterampilan dan Kapabilitas Anggota” sebagai landasan bagi CPC memposisikan dirinya sebagai anggota di IMAKAHI. Kemudian, sesi materi pertama ditutup dengan tanya jawab, foto bersama pembicara, dan ice breaking. Memasuki sesi selanjutnya, materi kedua dipaparkan oleh Ridho Rohman, S.K.H. yang merupakan Penanggung Jawab Pengurus Cabang IMAKAHI Periode 2022/2023 yang mengangkat topik mengenai “Keterlibatan Inklusif dalam Komunitas Organisasi” sebagai penerapan materi topik pertama dalam lingkup organisasi. Sesi kedua diakhiri dengan tanya jawab, foto bersama, dan kuis. Akhir sesi dari hari pertama ditutup dengan penampilan pentas seni dari CPC berupa drama musikal dari setiap kelompok dengan tema yang berbeda.
Foto oleh Ivoni Naila Hani
Hari kedua dimulai pukul 07.00 yang diawali dengan sarapan dan dilanjutkan sesi outbond mencakup estafet tepung, voli air, bola sumpit, dan sedotan monyong. Outbond ini tidak sekedar permainan belaka namun memiliki makna penting yang dapat diambil seperti membangkitkan kerja sama, rasa percaya antaranggota, problem solving, inisiatif, dan koordinasi dalam tim. Sebelum memasuki sesi terakhir dari seluruh rangkaian acara yakni dokumentasi bersama, CPC diberikan sebuah penghargaan untuk mengapresiasi kerja keras yang telah dilakukan selama rangkaian LANDIKSAR.

Seluruh rangkaian LANDIKSAR berkaitan dengan poin SDGs ke-4 yaitu Pendidikan Berkualitas dan SDGs ke-16 yaitu Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh. Melalui kegiatan LANDIKSAR 2024, diharapkan dapat meningkatkan integritas dan komitmen yang tinggi, berdinamika antara sesama serta Pengurus Cabang dan alumni IMAKAHI UGM, memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang IMAKAHI, dan mendapat materi softskill dan pengembangan karakter untuk menjadi pengurus cabang ke depannya.
Pada pertemuan pertama, kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC diikuti sambutan dari ketua pelaksana, sambutan dari ketua BEM FKH UGM, dan sambutan dari Ketua Yayasan Panti Atap Langit. Dilanjutkan dengan pengenalan dan pemaparan materi mengenai animal welfare, handling, dan cara merawatnya dengan baik pada hewan yang interaktif dan edukatif yang dibantu oleh volunteer dari mahasiswa/i Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada. Pada kesempatan ini anak-anak diajarkan bahwa kucing merupakan binatang karnivora yang artinya pemakan daging. Ada dua jenis makanan yang dibuat untuk kucing, yaitu dry food dan wet food. Makanan kering (dry food) dikonsumsi oleh kucing umur lebih dari 3 bulan, dan makanan basah (wet food) dikonsumsi oleh kucing umur 3-4 minggu. Kucing juga akan memakan protein dari ayam atau ikan yang sudah digoreng, direbus, atau dipanggang. Bertentangan dengan kepercayaan umum, kucing tidak boleh makan tulang ayam atau tulang ikan karena ini bisa melukai mereka. Kucing juga dilarang makan keju, telur mentah, roti, dan coklat.
Selain itu, para relawan juga menjelaskan cara merawat hewan peliharaan dengan baik, termasuk cara memandikan dan membersihkannya. Sebaiknya mandikan kucing dengan air hangat, cuci dengan sampo khusus kucing, dan pastikan langsung mengeringkan bulunya setelah mandi. Kegiatan ini dilanjutkan dengan kuis menarik dan diakhiri dengan sesi dokumentasi.
Kegiatan ini dilanjutkan dengan kuis yang menarik dan diakhiri dengan sesi dokumentasi.
Dalam pertemuan kedua, kegiatan FKH Mengajar 2 diawali dengan pembukaan oleh MC diikuti sambutan ketua pelaksana, sambutan ketua BEM FKH UGM, dan sambutan dari ketua Yayasan Pondok Pesantren Madania. Dilanjutkan dengan pengenalan dan pemaparan materi mengenai pemilahan sampah dan cara pembuatan ecobrick yang interaktif dan edukatif yang dibantu oleh volunteer dari mahasiswa/i FKH UGM.
Kegiatan ini mengajarkan anak-anak bagaimana memanfaatkan kembali sampah di sekitar mereka. Ecobrick hanya membutuhkan botol air minum bekas dan plastik kemasan atau kantong kresek. Kita hanya perlu mengisi botol air bekas dengan plastik lunak (kresek) dan agak keras (plastik kemasan ciki-cikian) hingga penuh dan padat. Tidak memerlukan keahlian khusus dan semua orang bisa melakukannya. Ecobrick ini dapat digunakan untuk bahan bangunan dan dapat digunakan berulang kali. Kegiatan ini mengajarkan anak-anak bagaimana peka terhadap sampah di sekitar mereka dan bagaimana mereka dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih hijau dengan mengelola sampah sehari-hari mereka sendiri. Hal ini juga merupakan upaya penanganan perubahan iklim yang semakin parah dengan mengelola sampah yang tidak dapat terurai.
Secara keseluruhan, FKH Mengajar 2024 telah terlaksana dengan baik. Anak-anak dari Yayasan Panti Asuh Atap Langit dan Yayasan Pondok Pesantren Madania yang berpartisipasi sebagai peserta juga tampak selalu antusias dan semangat dalam mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Melalui kegiatan ini, tidak hanya pengetahuan akademis yang dipertukarkan, tetapi juga nilai-nilai sosial, kepedulian lingkungan, dan semangat untuk saling membantu diantara kedua belah pihak. Dengan keberhasilan FKH Mengajar 2024, harapan akan adanya dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan kemajuan pendidikan lokal semakin menguatkan langkah awal menuju perubahan yang lebih baik.
FKH Mengajar 2024 berkorelasi dengan beberapa poin Sustainable Development Goals yaitu dalam mendukung tujuan untuk menuju Pendidikan berkualitas dalam bentuk peningkatan kapasitas peserta dengan bentuk pelatihan secara langsung terkait ilmu kedokteran hewan kepada masyarakat, khususnya anak-anak. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung tujuan mengenai penjagaan ekosistem daratan dengan bentuk pemeliharaan demi menjaga kelangsungan hidup ekosistem yang berfokus pada pengolahan sampah melalui pembuatan ecobrick. Dengan demikian, pelaksanaan FKH Mengajar 2024 memiliki urgensi tersendiri karena membuktikan bahwa kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata dalam pembangunan berkelanjutan.
Kontributor : Dwi Jatmiko Wahyu Nugroho
Prof. Yayi selaku Ketua Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) memaparkan definisi sehat jiwa, stages of mental health condition, pemicu gangguan mental, serta, ancaman kesehatan mental bagi generasi Y dan Z. Orang yang sehat jiwa dapat mengenali potensi dirinya, produktif dalam kegiatan sehari-harinya, tangguh menghadapi permasalahan, serta mampu berkontribusi dalam komunitas. Beliau juga menekankan bahwa individu yang memiliki penyakit mental tidak mutlak terlihat seperti orang mengidap penyakit pada umumnya, namun bukan berarti penyakit mereka tidak lebih berat daripada orang yang mengidap penyakit yang menyerang fisik.
Saat ini ancaman yang dihadapi oleh generasi muda dalam kesehatan mental diantaranya adalah banyaknya opsi dan distraksi dari sosial media, tuntutan akademik maupun non-akademik dari keluarga serta lingkungan sekitar, overthinking, dan FOMO (Fear of Missing Out) atau rasa takut ketinggalan trend. Selain itu, pemicu lainnya berupa adiksi terhadap gadget dan game online, judi online, cyber bullying, dan shopping online yang berlebihan. Hal-hal tersebut, dapat memicu stress yang diartikan sebagai perasaan tertekan, cemas atau tegang. Stimulus atau respon yang menuntut individu untuk melakukan penyesuaian.
Beberapa cara penanggulangan yang dapat dilakukan untuk mengurangi gangguan mental dan stress antara lain, peningkatan terhadap literasi kesehatan mental, puasa sosial media, serta meningkatkan faktor protektif seperti social network (hubungan sosial yang baik) dan self-esteem (kepercayaan diri). Bangun kebiasan baik dari hal-hal kecil. Lacak waktu yang dihabiskan selama seminggu. Sempatkan refleksi diri. Selalu ucapkan terima kasih dan bersyukur. Tetapkan batasan dalam mengerjakan tugas. Kenali batas diri sendiri. Di lingkungan kampus, pengurangan resiko gangguan mental dapat dilakukan dengan menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
Lebih jauh lagi, Prof. Yayi mengingatkan untuk selalu istirahat yang cukup, perbanyak kegiatan yang sesuai dengan minat dan bakat, dan perbanyak makan buah dan sayur. Kesehatan fisik berpengaruh baik pada kesehatan mental. Olahraga dapat meingkatkan hormon Endorfin (penghilang rasa sakit, rileks). Beliau menyarankan untuk olahraga yang teratur dan terukur, minimal 150 perminggu (30 menit tiap hari). Pilih yang sesuai dengan keadaan, mulailah secara bertahap, dan tidak memaksakan diri. Hal ini juga mendukung program HPU menuju Universitas Sehat.
Setelah pemaparan berakhir, para dosen FKH UGM sebagai peserta dipersilahkan untuk melakukan tanya jawab dengan narasumber. Peserta dapat mencurahkan permasalahan yang dihadapi terkait kondisi kesehatan mental mahasiswa. Setelah itu, acara ditutup dengan foto bersama dan penyerahan sertifikat.
Pelaksanaan kegiatan Pelatihan dosen dalam mengenal, menangani dan mencegah gangguan mental mahasiswa adalah upaya meningkatkan literasi kesehatan mental dan komitmen untuk menciptakan ruang yang less-stressful bagi civitas akademka FKH UGM. Acara ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan peserta serta menjadi bekal utama bagi dosen kedokteran hewan agar kedepannya dapat lebih mengenal, menangani dan mencegah gangguan mental mahasiswa lebih awal.
Acara Pelatihan dosen dalam mengenal, menangani dan mencegah gangguan mental mahasiswa mendukung nilai-nilai SDGs (Sustainable Development Goals) pada poin 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG point 4 Pendidikan Berkualitas, SDG poin 5 Kesetaraan Gender, SDG poin 10 Berkurangnya Kesenjangan, SDG poin 16 yaitu Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, dan SDG poin 2 yaitu Tanpa Kelaparan.
Tidak hanya untuk komisi, evaluasi ini juga ditujukan untuk badan pengurus harian PMK. BPH mempresentasikan program kerja yang sudah dilakukan sekaligus memberikan laporan kepada Dewan Penasihat. Setelah dilakukan presentasi dari seluruh komisi dan BPH, dilanjutkan dengan sesi games, pengumuman dan dokumentasi. Diharapkan melalui evaluasi yang telah disampaikan, masing-masing anggota dapat menerima dan dapat menjadi bahan pembelajaran yang baik untuk kedepannya.