• Tentang UGM
  • simaster
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Webmail
  • Informasi Publik
  • Bahasa Indonesia
    • English
    • Bahasa Indonesia
Universitas Gadjah Mada Fakultas Kedokteran Hewan
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
    • Salam dari Dekan
    • Sejarah Singkat
    • Visi dan Misi
    • Departemen
    • Manajemen Fakultas
    • Fasilitas dan Unsur Penunjang
    • Unit Kegiatan Mahasiswa
    • Kontak
  • Pendidikan
    • Program Studi Kedokteran Hewan
    • Program Profesi Dokter Hewan
    • Program Pascasarjana
  • Penelitian
    • Komite Etik Penelitian
  • ADMISI
  • Unduh
    • LAPORAN DEKAN
    • Buku Panduan Akademik
    • Sertifikat Akreditasi
    • Koleksi Dokumen LAMPTKes S1-PPDH
    • Capaian MCK FKH UGM
    • Dokumen UPM
  • Kanal Pengetahuan
  • Beranda
  • SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim
  • SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim
Arsip:

SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim

Bedah Film Bareng KSSL

Kegiatan Mahasiswa Jumat, 28 November 2025

Kelompok Studi Satwa Liar (KSSL) FKH UGM  menyelenggarakan Bedah Film Bareng KSSL. Acara ini diadakan pada Rabu, 26 November 2025, di Co-working space FKH UGM. Acara ini dihadiri dengan antusias oleh 23 peserta dari anggota aktif KSSL dan KM FKH UGM. Kegiatan ini memiliki tujuan sebagai wadah untuk mahasiswa FKH UGM dapat mengenal lebih mengenai isu lingkungan global terkait konservasi dan sebagai ruang diskusi yang menarik dan interaktif melalui media film. Bedah Film Bareng KSSL dimulai pada pukul 13.00 WIB. Kegiatan ini dibuka dengan sambutan oleh Ketua Umum KSSL FKH UGM lalu dilanjutkan dengan sesi nonton film. Film yang dibedah adalah David Attenborough : A Life on Our Planet yang berkisah mengenai kerusakan alam yang disaksikan selama lebih dari 90 tahun oleh David Attenborough, seorang biologist dan penyiar. Melalui sudut pandang biologist sekaligus penyiar, film ini mengajak penonton untuk merefleksikan dampak aktivitas manusia terhadap keberlanjutan bumi. Setelah penontonan film, peserta diberikan waktu untuk melakukan diskusi yang meliputi kutipan-kutipan yang menyentuh hati, fakta menarik yang baru diketahui, upaya yang bisa dilakukan sebagai mahasiswa, dan kesan pesan selama kegiatan. Acara ini diakhiri dengan ajakan untuk melakukan daur ulang sampah pada kotak daur ulang yang disediakan KSSL FKH UGM untuk konservasi penyu di Pantai Pelangi, Bantul oleh Yayasan Aksi Konservasi Yogyakarta. Upaya daur ulang dilakukan secara interaktif melalui video ajakan dan juga pemberian contoh sampah yang dapat didaur ulang. Rangkaian acara berjalan dengan baik dan antusias dari peserta yang tinggi, tetapi terdapat kendala dimana tidak semua angkatan dapat mengikuti kegiatan tersebut dikarenakan terdapat praktikum dan jadwal kelas yang berjalan secara bersamaan. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa FKH UGM dapat menambah pengetahuan, wawasan, dan kesadaran mengenai kerusakan alam yang terjadi serta upaya untuk menanggulanginya, kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals pada poin ke-4 mengenai pendidikan berkualitas dan poin ke-12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
9be52e23-63fd-4b6d-b164-db65952a9b04
95834e34-9015-4d8a-9634-7fbf08deb99c
be7c32db-d442-47b9-b1d0-45711b4d5967
Lihat   Selengkapnya

KSSL Gelar Seminar Nasional Satwa Liar mengenai Kakatua

BeritaKegiatan MahasiswaSeminar Rabu, 29 Oktober 2025

Hari Minggu, 28 September 2025 bertempat di ruang Auditorium FKH UGM, Kelompok Studi Satwa Liar FKH UGM telah menyelenggarakan Seminar Nasional Satwa Liar yang mengangkat spesies Kakatua dengan tema “Voices of the Cockatoo, Echoes of the Wild: Safeguarding Health and Preserving the Guardians of the Forest”. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan Kakatua Maluku sebagai satwa liar endemik Indonesia kepada masyarakat, meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai status Kakatua Maluku sebagai spesies yang terancam punah, memberikan pemahaman masyarakat tentang pentingnya upaya konservasi, menambah wawasan masyarakat mengenai dampak dari perburuan Kakatua Maluku, serta membahas secara garis besar peran pemerintah, LSM, dokter hewan dan masyarakat umum dalam upaya konservasi kakatua. Rangkaian kegiatan dimulai dengan opening ceremony yang dibuka oleh MC lalu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Gadjah Mada, penampilan tari tradisional, sambutan ketua Seminar Nasional Kakatua 2025 oleh saudari Carrissa Putri Amelia, sambutan ketua KSSL FKH UGM 2025 oleh saudara Dave Timothy Halim, sambutan ketua BEM FKH UGM 2025 oleh saudara Achmad Burhanudin Rabbani, sambutan pembina KSSL FKH UGM oleh Prof. Dr. drh. Raden Wisnu Nurcahyo, sambutan ketua Dies Natalis FKH UGM 2025 oleh drh. Setyo Yudhanto, M.Sc., Ph.D., sambutan perwakilan dekanat oleh Prof. drh. Agung Budiyanto, M.P., Ph.D., dan simbolis pembukaan Seminar Nasional Kakatua 2025 dengan pemukulan gong. Sebelum sesi seminar dimulai, dilakukan pembacaan urgensi diadakannya Seminar Nasional Kakatua 2025 oleh MC dan dilanjut dengan pretest. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penayangan teaser Seminar Nasional Kakatua 2025. Seminar sesi pertama dimoderatori oleh saudara drh. Adimas Oky Saputra dan materi dibawakan oleh Dr. drh. Ligaya I. T. A. Tumbelaka, Sp. Mp., M.Sc. yang merupakan dokter hewan yang berfokus pada satwa liar dan memiliki keahlian di bidang biologi reproduksi serta endokrinologi hewan. Pembicara sesi pertama membawakan materi mengenai “Integrating Moluccan cockatoo Health Into a One Health Approach to Safeguard the Health of Wildlife, Humans, and the Environment” selama 60 menit. Secara garis besar, materi yang dibawakan mengenai fakta hidup kakatua, jenis kakatua di Indonesia, status konservasi, lembaga konservasi ex situ, tugas dan fungsi tim medis di lembaga konservasi, pemeliharaan satwa liar di lembaga konservasi, dan perilaku rutinitas harian kakatua di alam liar. Melalui sesi ini, diharapkan dapat meningkatkan jiwa konservasi peserta mengenai Kakatua Maluku yang terancam punah. Setelah sesi materi selesai, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang kemudian ditutup dengan penyerahan plakat kepada Dr. drh. Ligaya I. T. A. Tumbelaka, Sp. Mp., M.Sc. sebagai pembicara dan drh. Adimas Oky Saputra sebagai moderator sesi pertama. Rangkaian selanjutnya, yaitu ice breaking yang dibawakan oleh MC sebelum masuk ke sesi kedua. Sesi kedua dimoderatori oleh saudari Maria Amanda Dominica Theqla S.K.H., dengan pembicara drh. Nadhifa Trihapsoro yang membawakan tema “Exploring the role of the Moluccan cockatoo as an ‘Umbrella Species’ whose Protection Safeguards Hundreds of other Endemic Species“. Materi yang dibawakan oleh pembicara kedua secara garis besar berisi tentang peran dan kolaborasi antara masyarakat lokal dengan konservasi dalam pelestarian konservasi Kakatua Maluku, pengetahuan tradisional dan mitos yang tersebar di masyarakat lokal mengenai Kakatua Maluku, kesadaran masyarakat lokal mengenai konservasi Kakatua Maluku, pengaruh perubahan lingkungan terhadap habitat kakatua di Maluku, peran Kakatua Maluku sebagai penjaga kelestarian hutan dan satwa-satwa lain di dalamnya, serta pengalaman pribadi pembicara dalam konservasi kakatua di Indonesia. Sesi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang pentingnya konservasi Kakatua Maluku dan peranannya dalam menjaga kelestarian hutan dan satwa lainnya. Setelah kedua pembicara selesai menyampaikan materi, acara dilanjutkan dengan sesi post test mengenai materi yang telah disampaikan. Peraih pre test dan post test dengan tiga nilai tertinggi akan diumumkan dan mendapatkan hadiah. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi Small Group Discussion dimana peserta dibagi menjadi 5 kelompok yang berjumlah 9 – 10  orang dan dipandu oleh 2 orang panitia tiap kelompok. Sebelum sesi Small Group Discussion dilakukan, sesi diawali dengan perkenalan antar anggota kelompok, lalu dilanjut dengan pembacaan skenario. Setelah skenario dibacakan setiap anggota kelompok menyampaikan pendapatnya masing-masing dalam kelompoknya mengenai skenario yang didapat selama 30 menit. Setelah waktu selesai, peserta dipersilahkan untuk membacakan hasil diskusi, pembicara dapat memberikan tanggapan mengenai pendapat yang telah disampaikan. Selanjutnya, dilakukan sesi workshop dengan 5 pos di area Fakultas Kedokteran Hewan UGM berupa pembuatan enrichment untuk meningkatkan kesejahteraan satwa. Setelah sesi workshop selesai dilakukan, para peserta kemudian kembali ke ruang Auditorium FKH UGM dan dilanjutkan dengan sesi kesan pesan oleh peserta, penutupan, dan dokumentasi. Kegiatan Seminar Nasional Kakatua 2025 telah selesai untuk peserta umum. Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan sesi istirahat, sholat, dan makan bagi anggota Chelonia. Chelonia merupakan gabungan dari kelompok studi yang berfokus pada satwa liar. Setelah sesi istirahat, kegiatan dilanjut dengan Gathering Chelonia yang dihadiri oleh anggota Chelonia dari berbagai universitas, seperti Universitas Brawijaya, Universitas Udayana, Universitas Airlangga, Universitas Wijaya Kusuma, dan Institut Pertanian Bogor. Gathering Chelonia dilaksanakan di Selasar Auditorium FKH UGM. Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC, sambutan ketua KSSL FKH UGM, dilanjutkan dengan sesi mini games. Setelah selesai, dilanjutkan dengan penayangan video profil dari seluruh Chelonia, seperti pengenalan organisasi dan video program kerja dari masing masing Chelonia. Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan bonding untuk anggota Chelonia seperti perkenalan dan sharing mengenai proker yang dilakukan tiap kelompok studi. Acara Gathering Chelonia ditutup dengan closing dari MC dan sesi dokumentasi. Kegiatan Seminar Nasional Kakatua dihadiri oleh 99 peserta yang terdiri dari mahasiswa kedokteran hewan dan mahasiswa umum dari berbagai universitas, dokter hewan, serta masyarakat umum. Melalui kegiatan Seminar Nasional Kakatua 2025 ini, diharapkan peserta dapat lebih mengetahui mengenai kakatua yang terancam punah yang sesuai dengan poin Sustainable Development Goals poin ke-4 yaitu Pendidikan Bermutu atau Quality Education, mengetahui permasalahan yang terjadi sehingga dapat mengetahui aksi nyata yang dapat dilakukan dalam upaya konservasi kakatua yang sesuai dengan poin ke-15 yaitu Menjaga Ekosistem Darat atau Life on Land, serta mengetahui peran pemerintah, LSM, dokter hewan dan masyarakat umum dalam upaya konservasi kakatua yang sesuai poin ke-17 yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan atau Partnership for The Goals.
SEMNAS KSSL 1
SEMNAS KSSL 2
SEMNAS KSSL 3
SEMNAS KSSL 4
SEMNAS KSSL 5
SEMNAS KSSL 6
SEMNAS KSSL 7
SEMNAS KSSL 8
Lihat   Selengkapnya

Tim Peneliti PhylloZinc Tawarkan Nanopartikel ZnO dengan Teknologi Green Synthesis sebagai Pakan Aditif Ruminansia yang Rendah Toksik untuk Tekan Emisi Metana Global

BeritaKegiatan MahasiswaPenelitian Jumat, 17 Oktober 2025

Industri peternakan, selain menjadi penyedia utama protein hewani, juga menghadapi tantangan besar terkait pemanasan global akibat tingginya emisi gas metana (CH₄). Menurut Global Methane Initiative (2025), sektor ini menyumbang 2.614,42 MMTCO₂e atau 33% dari total emisi CH₄ dunia, melampaui industri minyak dan gas. Dalam 20 tahun, dampak CH₄ terhadap pemanasan global tercatat 80 kali lebih besar dibandingkan CO₂. Selain mencemari lingkungan, emisi ini juga merugikan peternak karena ruminansia dapat menghasilkan 250–500 liter CH₄ per hari, setara kehilangan energi pakan 3–17%. Salah satu solusi yang dikembangkan adalah pakan aditif berbasis zinc oxide (ZnO) yang mampu menghambat produksi CH₄ dengan merusak membran sel methanogen. Namun, ZnO anorganik memiliki bioavailabilitas rendah dan potensi toksik.

“Untuk mengatasinya, kami, tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan inovasi aditif pakan berbasis nanopartikel zinc oxide (ZnO) hasil green synthesis menggunakan ekstrak daun meniran (Phyllanthus niruri) sebagai solusi ramah lingkungan untuk menekan emisi gas metana (CH4) dari ternak ruminansia,” ujar Rizal, salah satu anggota tim yang mencetuskan ide ini.

Tim PhylloZinc mengusung judul “Potensi Green Synthesis ZnO Nanoparticles dengan Ekstrak Daun Phyllanthus niruri: Solusi Inovatif Mitigasi Emisi Gas Metana Melalui Aditif Pakan Ruminansia” dalam kegiatan PKM-RE 2025. Penelitian yang diwadahi melalui program Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Riset Eksakta ini beranggotakan Jesslyn Beatrice (Fakultas Peternakan 2023), Zahwa Tsuroyya A. Z. (Fakultas Biologi 2023), Rona Ayyu H. (Fakultas Kedokteran Hewan 2023), Ahmad Rizal Riswanda D. (Fakultas Peternakan 2022), serta Catherine Noor (Fakultas Peternakan 2023) sebagai ketua. Selain itu, Dr. Moh. Sofi’ul Anam, S.Pt., MSc. juga turut berperan sebagai pembimbing.

“Saat ini kami sudah memasuki tahap uji lanjutan karena Nanopartikel ZnO sudah selesai disintesis. Kami berharap hasil penelitian ini dapat bermanfaat untuk mengatasi permasalahan gas metana yang sampai saat ini masih menjadi salah satu masalah utama di industri peternakan,” ujar Catherine saat diwawancarai.

“Selain mengatasi masalah emisi gas metana, formulasi pakan inovatif ini diharapkan meningkatkan kesehatan ternak dan produktivitasnya,” Rona menambahkan.

Zahwa berujar bahwa Tim PhylloZinc memanfaatkan tanaman Phyllantus niruri atau yang kerap disebut Meniran karena kandungan Flavonoidnya yang sangat tinggi dan dan cara mendapatkannya yang tergolong mudah.

Hasil green synthesis ini berupa bubuk dan larutan ZnO berukuran nano. Setelah didapatkan kedua hal tersebut, nanopartikel diuji karakteristiknya dengan spektrofotometer, PSA, XRD, dan SEM. Selain itu, nanopartikel ZnO juga diujikan secara In Vitro di laboratorium Teknologi Makanan Ternak Fakultas Peternakan UGM. Hasil dari uji In Vitro tersebut berupa cairan rumen, dan gas yang akan dilakukan uji lanjutan berupa Uji Protein Mikrobia, Uji Ammonia, Uji FVA, Uji pH Cairan Rumen, dan Uji RT-PCR.

“Dengan dukungan dana penelitian dari Belmawa dan UGM, riset ini kami laksanakan selama empat bulan di Fakultas Peternakan UGM, melibatkan teman-teman dari berbagai bidang multidisiplin. Penelitian kami ini sejalan dengan tema PKM 2025 nomor 8 yaitu pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana,” Jesslyn menutup wawancara.

Pengembangan nanopartikel ZnO hijau dari daun meniran untuk menekan emisi metana ternak merupakan inovasi strategis untuk mendukung peternakan modern yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, serta kontribusi penting bagi penanggulangan pemanasan global serta meningkatkan produktivitas ternak.

 

Penulis : Rona Ayyu Happyna

CP : Rona Ayyu Happyna (081311576588)Lihat   Selengkapnya

VETPAGAMA Gelar Biru Selangkah di Pantai Pelangi

BeritaKegiatan Mahasiswa Selasa, 23 September 2025

Veterinary Pecinta Alam Gadjah Mada (VETPAGAMA) FKH UGM mengadakan kegiatan Biru Selangkah 2025 yang merupakan kegiatan open volunteer yang berkolaborasi dengan PB IMAKAHI dalam program kerja One Health With Action (OHWA) dan BEM FKKMK UGM. Kegiatan ini bertujuan untuk menyebarluaskan pentingnya konsep one health, sebuah konsep tentang keselarasan antara manusia, hewan, dan lingkungan yang diwujudkan melalui aksi nyata berupa penanaman pandan laut untuk meningkatkan habitat bertelur penyu laut serta penyuluhan mengenai konsep one health yang dilakukan oleh peserta volunteer kepada masyarakat dan pengunjung Pantai Pelangi.  Ekosistem pantai seperti pandan laut berperan penting dalam pemecah gelombang laut serta penahan terjadinya abrasi.

Kegiatan Biru Selangkah pada tahun ini dilaksanakan pada tanggal 14 September 2025 tepatnya di Pantai Pelangi, Kretek, Pantai, Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan total 41 peserta. Kegiatan ini dimulai pada pukul 07.00 dengan sesi keberangkatan panitia & peserta Ke Pantai Pelangi, dilanjutkan dengan sesi pembukaan & briefing peserta volunteer, dilanjut dengan dimulainya aksi konservasi penanaman pandan laut. Setelah aksi konservasi selesai, peserta volunteer melakukan penyuluhan kepada masyarakat dan pengunjung Pantai Pelangi secara langsung dengan media poster. Setelah sesi penyuluhan selesai panitia & peserta volunteer beristirahat sejenak sambil menikmati makan siang bersama, kemudian dilanjutkan dengan sesi kesan pesan oleh peserta volunteer dan ditutup oleh sesi penutupan. VETPAGAMA berharap melalui kegiatan Biru Selangkah adalah semakin tumbuhnya kesadaran atas kerusakan alam yang banyak terjadi di Indonesia dan juga terpupuknya rasa cinta kepada alam dalam diri masyarakat.

BIRU SELANGKAH 6
BIRU SELANGKAH 3
BIRU SELANGKAH 4
BIRU SELANGKAH 5

Lihat   Selengkapnya

XPDC SATWA LIAR 2025: The Hidden Treasures of Mount Merapi

Kegiatan Mahasiswa Rabu, 2 Juli 2025

Ekspedisi Satwa Liar merupakan kegiatan kolaborasi antara Kelompok Studi Satwa Liar (KSSL) dan Veterinary Pecinta Alam Gadjah Mada (VETPAGMA) FKH UGM. Tema yang diangkat pada tahun ini adalah “The Hidden Treasures of Mount Merapi: A Journey to Understand, Restore, and Protect Mount Merapi’s Nature.” 

Lihat   Selengkapnya

Primate Basic Medicine 2025: Preserving Primates Through Veterinary Approach

Kegiatan Mahasiswa Kamis, 19 Juni 2025

Kelompok Studi Satwa Liar (KSSL) FKH UGM telah melaksanakan kegiatan Primate Basic Medicine 2025. Tema yang diangkat pada kegiatan seminar dan workshop ini yaitu Primates Guardian: Preserving Primates Through Veterinary Approach. Tujuan dilaksanakannya Primate Basic Medicine yaitu untuk menambah wawasan baru, mengetahui pemeriksaan medis, dan mencegah penyebaran zoonosis pada Bornean Orangutan or Pongo pygmaeus.

Lihat   Selengkapnya

FKH UGM dan Gembira Loka Zoo Jalin Kerja Sama Riset Edukasi dan Pelestarian Satwa

Berita Rabu, 18 Juni 2025

Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (FKH UGM) melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama kolaborasi riset dengan Gembira Loka Zoo (GL Zoo), di Ruang Mayang Tirta Gembira Loka Yogyakarta. Kerja sama kolaborasi riset ini dilakukan sebagai upaya penguatan pendidikan dan penelitian di bidang kedokteran hewan.

Lihat   Selengkapnya

WEEKEND GETAWAY KSSL FKH UGM 2025

Kegiatan Mahasiswa Rabu, 11 Juni 2025

Weekend Getaway KSSL merupakan salah satu kegiatan tahunan untuk mempererat hubungan antar anggota KSSL dan menambah kepedulian serta ilmu pengetahuan mengenai satwa liar di alam. Pada tahun ini Weekend Getaway dilaksanakan pada 24—25 Mei 2025 di Penginapan Bella Plaza

Lihat   Selengkapnya

AWARE OF ISSUE 2025

Kegiatan Mahasiswa Rabu, 11 Juni 2025

Aware of Issue merupakan salah satu program kerja tahunan dari Departemen Kajian, Aksi, dan Propaganda BEM FKH UGM. Program ini merupakan wadah bagi Keluarga Mahasiswa FKH UGM serta masyarakat luas untuk bergerak bersama dalam pengawalan salah satu fokus isu strategis BEM FKH UGM, yaitu animal health.

Lihat   Selengkapnya

WORLD VETERINARY DAY 2025 “Sinergi Animal Welfare dan One Health: Menjamin Kesejahteraan Bersama”

Kegiatan Mahasiswa Rabu, 28 Mei 2025

World Veterinary Day adalah serangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada dalam rangka memperingati hari kedokteran hewan sedunia.

Lihat   Selengkapnya
12
Universitas Gadjah Mada

Fakultas Kedokteran Hewan
Universitas Gadjah Mada

Jl. Fauna No. 2 Karangmalang, Yogyakarta 55281 Indonesia

fkh@ugm.ac.id
+62 (274) 6492088
+62 (274) 560862
+62 (274) 560861

Informasi Publik

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Secara berkala

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

© Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada 2025

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju