Veterinary Entrepreneur (VETEPRENEUR) 2024 merupakan kegiatan yang diadakan oleh Pengurus Cabang IMAKAHI UGM berkolaborasi dengan BEM FKH UGM. Lomba kewirausahaan yang diadakan memiliki tema
Kegiatan Mahasiswa
UKM Expo dan Inauguration Night merupakan rangkaian kegiatan Pionir Vetebrae Fakultas Kedokteran Hewan Universitas
Proyek riset yang dilakukan oleh Syifa dan anggota timnya merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Riset Eksakta (PKM-RE). Didukung pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), tim Sambikarnis berhasil menemukan potensi obat hepatoprotektor ekstrak sambiloto dengan kombinasi cangkang kapsul akar manis sebagai terapi alternatif Feline Infectious Peritonitis. Penelitian ini selaras dengan SDGs poin 3, kesehatan yang baik dan kesejahteraan.
Feline Infectious Peritonitis (FIP) merupakan salah satu virus yang menyerang pada kucing dengan 80% penderitanya mengalami tipe efusif yang disebabkan oleh vaskulitis jaringan hepar yang semakin parah hingga membentuk jaringan parut di hepar (sirosis) sehingga mengakibatkan penumpukan cairan pada rongga abdomen dan dengan tingkat kematian yang tinggi.
Hati mengatakan bahwa “FIP terjadi ketika adanya mutasi pada feline entric coronavirus yang kemudian menyebar melalui sistem fagositosis monosit dan variasi terbentuk dalam respon imun, yaitu FIP efusif (basah) dan non efusif (kering)”.

Pengobatan yang paling umum diberikan untuk penderita FIP saat ini adalah antivirus Remdesivir dan GS-441524. Namun, dua jenis pengobatan ini didapatkan dari hasil impor dengan penggunaan jangka panjang, yaitu 84 hari dan didukung dengan penggunaan obat support yang cukup banyak.
“Ekstrak sambiloto dalam cangkang kapsul akar manis merupakan formulasi herbal yang bersifat hepatoprotektor yang dihasilkan melalui proses ekstraksi dengan metode maserasi ethanol 96% kemudian pada ekstrak sambiloto dibentuk sediaan serbuk, sedangkan ekstrak akar manis diformulasikan sebagai kapsul pelapis dari serbuk ekstrak sambiloto. Ekstrak sambiloto memiliki senyawa aktif andrographolide yang mampu mengurangi kematian hepatosit, menurunkan kadar SGPT, SGOT, dan meningkatkan albumin sehingga hepar menjadi normal kembali. Ekstrak akar manis memiliki kandungan glisirizin yang sering digunakan sebagai sweetener agent dan telah terbukti bermanfaat sebagai antivirus. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian ekstrak sambiloto dalam cangkang kapsul akar manis dosis 200 mg/kgBB terbukti efektif dalam menaikan kadar albumin dan menurunkan kadar SGOT, SGPT serta mempercepat perbaikan jaringan hepar yang terpapar oleh agen hepatotoksik dan virus,” terang Syifa selaku ketua tim.

“Perlu adanya eksplorasi sumber pengobatan baru untuk FIP dan penyesuaian dosis dengan hewan probandus (subjek utama). Formulasi hepatoprotektor ekstrak sambiloto dalam cangkang kapsul akar manis dapat menjadi kandidat terapi, tetapi diperlukan adanya landasan yang kuat untuk penelitian lebih lanjut,” ujar Afi.
Riset ini dapat mengungkap aktivitas hepatoprotektor ekstrak sambiloto dalam cangkang kapsul akar manis sebagai terapi alternatif FIP. Berlandaskan kerja keras dan kolaborasi riset terdahulu, riset ini terus digali untuk kontribusi dalam mewujudkan SDGs 3 Kehidupan yang sehat dan sejahtera. Dengan mengembangkan terapi alternatif yang berbasis alam, penelitian ini juga berkontribusi pada pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan. Riset ini tidak hanya berfokus pada pengembangan produk, tetapi juga pada transfer pengetahuan dan teknologi sehingga hasilnya dapat diterapkan secara luas dan bermanfaat bagi masyarakat global. keberhasilan penelitian ini diharapkan dapat menjadi langkah signifikan dalam pengembangan obat-obatan herbal yang teruji secara ilmiah dan memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat.






Kegiatan ini dimulai pada pukul 19.00 dengan sesi memasak bersama, dilanjutkan dengan sesi games, sharing session dan bonding. Kemudian dilanjutkan dengan outbound di sepanjang jalan setapak bukit Klangon pada pagi hari kedua. Kegiatan-kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan habitat pada daerah terus dan membuat anggota baru bertanggung jawab, serta ikut andil dalam pelestarian alam.
Meskipun acara yang dilakukan cukup padat, serta memerlukan banyak persiapan, peserta Semoet Dolan memastikan tidak ada sampah yang tertinggal. Prosesi masak bersama menggunakan bahan yang dapat diaur ulang dan dipastikan tidak meninggalkan api yang dapat merusak habitat sekitar.
Harapan kami melalui kegiatan ini adalah semakin tumbuhnya kesadaran atas kerusakan alam yang banyak terjadi di Indonesia dan juga terpupuknya rasa cinta kepada alam dalam diri setiap anggota. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals pada poin ke-13 mengenai penanganan perubahan iklim dan poin ke-15 mengenai ekosistem daratan.
Salam lestari!

Penulis: Qolbii Annisa M. G. dan Ardelia Kirana A.
Kredit Foto: Ardelia Kirana A.
Menyembelih Qurban adalah bagian tak terpisahkan dari Perayaan Idul Adha bagi umat Islam. Tradisi ini selalu dilakukan setiap tahunnya. Tetapi jika tidak dilakukan sesuai dengan prosedur medis yang berlaku akan beresiko menyebabkan penyebaran penyakit hewan menular atau wabah.

Fakultas Kedokteran UGM berinisiatif untuk ikut mencegah terjadinya wabah dengan mengadakan seminar dan pembekalan Petugas Pemeriksaan Hewan dan Daging Qurban bagi para dokter hewan maupun calon dokter hewan.
Diharapkan kegiatan yang diikuti kurang lebih 400 peserta akan memberikan sumbangan yang signifikan dalam usaha mengendalikan wabah penyakit hewan yang sangat merugikan masyarakat.
Kegiatan ini sesuai dengan SDGs poin 4 dengan memberikan akses pengetahuan tentang pengelolaan hewan qurban dan daging Qurban yang higienis. Pembekalan Petugas Pemeriksaan Hewan dan Daging Qurban untuk mengatasi penyebaran penyakit hewan.

Sebanyak 203 mahasiswa semester empat Fakultas Kedokteran Hewan, UGM mengikuti kegiatan lapangan dalam rangka praktikum mata kuliah Epidemiologi dan Ekonomi Veteriner di
Kegiatan ini dilaksanakan secara luring dan bertempat di ruang Seminar II FKH UGM pada pukul 08.00-15.00 dan dihadiri oleh 45 orang pengurus dan 5 orang Dewan Penasihat. Para peserta mengikuti acara pembekalan dengan semangat dan sukacita. Pada acara pembekalan ini terdapat sesi pujian dan renungan, sesi games, pembasuhan komisi, sesi sharing, dan evaluasi kelebihan kekurangan diri secara bersama-sama.
Pada sesi pertama yaitu pujian dan renungan, pengurus dibekali terlebih dahulu dengan Firman Tuhan yang terdapat dalam Mazmur 119 dengan judul perikop “Bahagianya Orang yang Hidup menurut Taurat Tuhan” Dari perenungan ini, para pengurus baru PMK FKH 2023 diharapkan dapat memaknai Tuhan Yesus sebagai pokok yang dapat memberi pertumbuhan bagi pelayanan di PMK, sehingga pengurus dapat lebih lagi mendekat kepada Tuhan agar dapat berbuah manis di pelayanan ini.
Setelah sesi 1, kegiatan selanjutnya adalah games cek chemistry antar komisi serta dilanjutkan dengan makan siang dan sharing sehingga menghidupkan kembali semangat para peserta untuk menjalani acara selanjutnya. Setelah itu, sesi kedua dimulai dengan sesi pembasuhan bagi BPH dan koordinator komisi, pembasuhan ini dilakukan sebagai tanda dimulainya pelayanan seperti yang dicontohkan Tuhan Yesus kepada para murid. Tuhan Yesus sudah lebih dahulu melayani kita, sehingga kitalah yang harus melanjutkan pelayanan tersebut kepada orang lain. Setelah sesi pembasuhan dilanjutkan oleh pengisian evaluasi diri berupa kelebihan dan kekurangan dari setiap pengurus yang ditulis menggunakan kertas dan diedarkan dalam satu lingkaran besar. Keseluruhan acara dapat berlangsung dengan baik dan lancar sebagai hasil kerjasama panitia dan semua pihak yang terlibat.
Dari acara ini, seluruh nilai-nilai yang telah disampaikan pada setiap sesi mampu diserap dengan baik, berdampak positif, dan mengena pada hati setiap pengurus. Semoga kegiatan pembekalan pengurus ini dapat mempersiapkan seluruh pengurus PMK yang baru untuk melayani di PMK dan membawa dampak yang baik bagi diri sendiri dan sesama.
SDGs 4 Pendidikan Berkualitas, SDGs 16 Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh, Veterinary Medicine

UGM. Senat Mahasiswa memiliki empat fungsi strategis yaitu fungsi legislasi, aspirasi, anggaran, dan pengawasan. Dalam hal ini, khususnya badan legislatif berperan penting dalam membentuk peraturan perundang-undangan yang jelas dan mengikat bagi KM FKH UGM yang kemudian disosialisasikan untuk dijalankan dan ditaati oleh semua KM FKH UGM demi memajukan KM FKH UGM.

Telah dilaksanakannya salah satu fungsi dari Senat Mahasiswa FKH UGM selaku badan legislative, yakni penyusunan Buku Pedoman Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga Keluarga Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (AD/ART KM FKH UGM) sebagai pensosialisasian pedoman selama satu periode kepengurusandari kebijakan-kebijakan yang telah disahkan pada sidang umum yang telah dilaksanakan bagi Lembaga dan UKM KM FKH UGM kepada seluruh Lembaga dan UKM KM FKH UGM.
Disusun, dicetak dan dibagikannya buku Pedoman Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KM FKH UGM ini merupakan bukti fisik yang otentik yang sah secara tertulis untuk Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KM FKH UGM. Yang mana, setelah dilakukannya penyusunan buku Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KM FKH UGM, kemudian dilaksanakanlah pencetakan buku Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KM FKH UGM tersebut.

Pencetakan dimulai tanggal 24 November 2022 dan selesai pada tanggal 4 Desember 2022. Dana yang diperlukan untuk pencetakan adalah sebesar Rp 510.000,00. Buku yang telah selesai dicetak kemudian dibagikan kepada masing- masing UKM dan ORMAWA yang ada di FKH UGM.