Bincang-bincang dengan Martina Marina, Alumni Pertukaran Mahasiswa ke Italia tentang Kesehatan Mental dan Kaitannya dengan Kesejahteraan Hewan

Bagikan

Facebook
Twitter
WhatsApp
Martina Marina berpose di University of Padua

Tanggal 30 April 2022 diperingati sebagai Hari Dokter Hewan Sedunia atau World Veterinary Day (WVD). Peringatan WVD ditetapkan oleh Asosiasi Dokter Hewan Dunia atau World Veterinary Association (WVA) untuk mensosialisasikan dan mengapresiasi pekerjaan dan jasa profesi dokter hewan bagi kesehatan dan kesejahteraan hewan dan juga kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Tahun ini WVA mengangkat Strengthening Veterinary Resilience atau “Memperkuat Resiliensi Profesi Dokter Hewan” sebagai tema WVD. Profesi dokter hewan adalah profesi yang mengemban tanggung jawab besar dan menuntut kepedulian dan kerja keras. Tanpa resiliensi, tantangan yang dihadapi dapat terasa sulit. Memaknai WVD dan temanya tahun ini, kami berbincang dengan Martina Marina, alumni program Indonesia International Student Mobility Award (IISMA) ke University of Padua, Italia. Di tengah kesibukan Marina yang saat ini sedang menjalani semester akhir sebagai mahasiswi kedokteran hewan di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (FKH UGM), bagaimana cara Marina memaknai Hari Dokter Hewan Sedunia? Mari kita simak bincang-bincang berikut ini.

Q: Sebagai mahasiswa kedokteran hewan semester akhir, apa yang menjadi motivasi dan selalu menyemangati kamu untuk terus belajar hingga menjadi dokter hewan?

A: Kalau diingat-ingat, dulu zaman mahasiswa baru, tujuan aku masuk FKH purely karena aku suka hewan dan aku ingin bekerja sama hewan. Sekarang, tanpa terasa sudah hampir 4 tahun jadi mahasiswa, dan sudah mau koas sebentar lagi, apa sih, yang bikin aku masih semangat? Semakin kesini, aku semakin melihat bahwa profesi dokter hewan itu ternyata memang penting banget, bukan hanya buat hewan tapi juga buat manusia. Aku semakin melihat betapa besarnya tanggung jawab kita, dan betapa banyak hal yang masih bisa di-explore dan dipelajari, dan itu yang bikin aku semakin semangat. Jujur, menjalaninya memang pasti lelah, terkadang jenuh sama tugas-tugas dan hafalan yang begitu banyak, tapi sampai sekarang masih terus semangat. Semakin belajar, aku semakin suka sama hewan dan semakin semangat mengingat bahwa nanti bisa kerja sama hewan. Semakin sadar juga, kan semakin dekat dengan benar-benar menjadi dokter hewan, tidak lama lagi akan hilang kata “mahasiswa” nya itu, jadi semakin sadar akan tanggung jawab yang akan diemban. Memang masih banyak hal yang perlu aku lakukan, dan harus semakin disemangatin lagi untuk nantinya. Semakin belajar, semakin banyak yang belum aku ketahui, dan semakin banyak yang harus dipelajari buat nanti, jadi harus semangat terus melewati ini karena nanti pasti saat sudah menjadi dokter hewan pengetahuan yang kita miliki akan dibutuhkan. Jadi memang kita harus selalu semangat belajar!

Q: Menurutmu, apa arti penting dari World Veterinary Day (WVD), terutama memaknainya sebagai mahasiswa kedokteran hewan?

A: Kalau menurut aku, yang pertama WVD yang pasti ada untuk memperkenalkan profesi dokter hewan, karena meskipun mungkin sudah sering masyarakat mendengar tentang dokter hewan, tapi masih banyak yg belum tahu tentang tanggung jawab dokter hewan. Banyak orang cuma tahu, “Oh, dokter hewan yang periksa hewan di klinik, ya?” Padahal profesi kita sebagai dokter hewan itu sangat luas ya, bukan hanya klinik, kita juga ada di satwa liar, kita kerja juga di peternakan, food safety juga, di laboratorium pun kita juga ada. Jadi pastinya hari ini ada untuk memperkenalkan apa aja sih, profesi dokter hewan? Untuk kita sendiri sebagai calon dokter hewan maupun yang sudah menjadi dokter hewan, ini adalah hari untuk mengapresiasi diri juga. Dimana kerja keras dan segala usaha serta kontribusi kita baik di kesehatan hewan maupun juga di dunia kesehatan manusia, patut diapresiasi. Hari ini kembali mengingatkan kita akan tanggung jawab kita sebagai dokter hewan dan calon dokter hewan, bahwa kita adalah salah satu garda terdepan dalam menjaga kesehatan hewan dan juga kesehatan masyarakat. Hari ini juga penting digunakan untuk bukan hanya memperkenalkan profesi dokter hewan, tapi juga untuk memperkenalkan dan mengingatkan lagi kepada masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan kesejahteraan hewan.

Q: Bagaimana cara kamu sebagai mahasiswa kedokteran hewan untuk memperingati WVD?

A: Yang pertama pastinya yang paling sering dilakukan sebagai mahasiswa adalah posting tentang WVD di media sosial untuk memberi tahu, “Oh, hari ini itu hari kedokteran hewan sedunia, loh!” Terus yang kedua, yang paling sering aku lakukan meskipun tidak hanya saat WVD, tetapi juga ketika punya kesempatan, adalah buat sharing atau repost atau menambah komentar tentang kesehatan satwa dan kesejahteraan satwa. Saat ini yang sedang banyak dibahas adalah tentang kesehatan satwa liar, dan bagaimana seharusnya satwa liar tidak dipelihara, mungkin akan jadi fokus di WVD tahun ini. Kalau dari aku sendiri, yang bisa dilakukan teman-teman mahasiswa dan dokter hewan tahun ini diantaranya adalah mengikuti webinar tentang WVD, karena aku lihat banyak banget FKH berbagai universitas yg melaksanakan webinar, dan lomba, itu juga bisa jadi tempatnya kita untuk mengapresiasi hari ini. Yang paling simple karena hari ini adalah tentang apresiasi, kita bisa menggunakan hari ini untuk mengapresiasi diri sendiri dan tentunya kolega kita yang selama ini sudah berjuang. At the end of the day, sebagai mahasiswa kita butuh semangat lagi dalam belajar untuk kedepannya agar bisa membanggakan profesi kita.

Q: Tahun ini World Veterinary Association mengangkat tema Strengthening Veterinary Resilience dalam perayaan WVD, menurutmu sebagai calon dokter hewan, apa yang bisa kita lakukan untuk memperkuat resiliensi profesi kedokteran hewan?

A: Aku perhatikan sebagai mahasiswa, untuk persiapan kita menghadapi situasi sulit sebagai dokter hewan nanti, mungkin itu komunikasi dengan klien, atau mengambil keputusan di saat genting atau secara cepat, aku yakin sebagai mahasiswa kita sudah dilatih selama 4 tahun kuliah di Semester 1-8 ini. Baik itu dari sibuknya penulisan laporan, praktikum, dan segala macam kegiatannya, dan aku yakin di koas akan makin dilatih lagi. Aku rasa untuk hal-hal seperti itu, kita sudah sangat dilatih di kehidupan kita sebagai mahasiswa, dan nantinya akan terus berlatih lagi ketika sudah jadi dokter hewan juga. Memaknai tema ini, kita sebagai mahasiswa sudah saatnya lebih sadar akan tugas kita untuk membantu mensejahterakan hewan dan bantu hewan jadi sehat, tapi sebelum kita bisa menyejahterakan hewan, kita juga harus ingat untuk berusaha juga menjaga kesehatan mental kita supaya kitanya sendiri juga sejahtera. Aku senang banget karena saat ini kesadaran kita tentang pentingnya mental health itu sudah semakin tinggi. Terutama di tengah pandemi ini, aku rasa salah satu hal yg bisa kita lakukan pastinya mengetahui kemampuan kita sendiri, kalau lagi capek ya istirahat, kalau butuh berhenti dulu ya rehat dulu, kalau butuh cerita ya kita cerita dulu, dan ketika butuh bantuan profesional juga jangan takut untuk reach out, karena jangan sampai kita sangat fokus pada tugas kita sampai kita melupakan diri kita sendiri. Dan yang pasti, kita jangan sampai menyerah. Menurut aku tema ini sebuah tema yang sangat tepat dipilih di tahun ini, karena kita sudah menghadapi pandemi ini selama hampir 2 tahun atau lebih, dan selama pandemi aku yakin memang mental health kita banyak yang harus semakin diperhatikan, karena rentan stress dan burn out. Pemilihan tema ini sangat tepat untuk meyakinkan kita lagi bahwa, oke, ini saatnya kita untuk kembali membentuk resiliensi kita.

Q: Apa harapanmu bagi profesi kedokteran hewan di Indonesia kedepannya?

A: Pertama aku mau mengucapkan selamat World Veterinary Day, Happy World Veterinary Day, buat seluruh dokter hewan dan mahasiswa kedokteran hewan! Harapan aku, peran kita di profesi ini semakin dikenal di masyarakat, bukan hanya untuk menjaga kesehatan hewan tapi juga jaga kesehatan manusia. Ayo kita junjung tinggi one health! Tidak hanya semakin dikenal, aku juga berharap kita bisa semakin berdampak untuk masyarakat. Mungkin ini klise banget, tapi aku rasa dengan adanya tanggung jawab itu kita juga harus bisa memberikan dampak yg lebih utk masyarakat. Terakhir, semoga kita baik mahasiswa maupun dokter hewan, bisa lebih mengapresiasi profesi kita, mengapresiasi diri kita, dan mengapresiasi klien dan hewan yang ada di dunia.

Selamat Hari Dokter Hewan Sedunia!

Mari mengapresiasi dokter hewan dan calon dokter hewan, dan mari memperkuat resiliensi profesi dokter hewan. Semoga profesi ini tetap berjaya, semakin maju, dan semakin bermanfaat bagi kesehatan dan kesejahteraan hewan dan kesehatan masyarakat

Viva Veteriner!

/ BCA – AF