Mahasiswa UGM Teliti Pengaruh Kombinasi Kurkumin dan Kayu Manis pada Inflamasi dan Resistensi Insulin dengan Tikus Model Sindrom Polikistik Ovarium

IMG-20260903-WA0025

Bagikan

Sindrom Polikistik Ovarium (PCOS) sebagai sindrom dengan gangguan kompleks meliputi hiperandrogenisme, gangguan ovulasi, resistensi insulin, dan inflamasi kronis tingkat rendah menyerang 10–13% wanita usia reproduktif dengan 70% kasus belum terdiagnosis. Sindrom ini masih menjadi topik hangat para peneliti dengan diubahnya nama PCOS menjadi PMOS pada tahun 2026 ini. Hal ini menjadi titik balik Tim PKM RE Curcuwin mengangkat topik PCOS dengan pendekatan dual target yakni inflamasi dan resistensi insulin.

Kurkumin dan Ekstrak Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) dipilih sebagai formula dalam penelitian ini dengan kandungan zat aktifnya yang telah menjadi solusi aktif pada studi sebelumnya.

Apriani, Ketua Tim Curcuwin memaparkan “Kurkumin dan ekstrak kayu manis  (Cinnamomum burmannii) pada penelitian sebelumnya hanya menargetkan pada studi tunggal saja. Keterbaruan penelitian kami terletak pada kombinasi kedua bahan pada dual target yakni inflamasi dan resistensi insulin”.

Penelitian dilakukan melalui koleksi, determinasi, dan ekstraksi kulit batang kayu manis dengan Ultrasonic-Assisted Extraction (UAE). Naafi’ selaku anggota tim mengatakan “Kayu manis telah dilakukan determinasi di Laboratorium Sistematika Tumbuhan Fakultas Biologi UGM. Lalu ekstrasi kayu manis sendiri telah dilakukan di Laboratorium Farmakognosi Fitokimia Fakultas Farmasi UGM”

Penelitian dilanjutkan dengan induksi letrozole. “Induksi letrozole dilakukan selama 21 hari untuk menghasilkan tikus model PCOS”, ujar Anisa selaku anggota tim.

Penelitian dilanjutkan dengan uji In Vivo. Arline selaku anggota tim menjelaskan“Pengujian dilanjutkan dengan in vivo pada 5 kelompok tikus dengan 5 perlakuan berbeda yakni kontrol negatif, kontrol positif, perlakuan kurkumin, perlakuan ekstrak kayu manis, dan perlakuan kombinasi kurkumin dan ekstrak kayu manis”.

Selanjutnya pengujian dilakukan dengan melakukan pengukuran kadar glukosa, analisis kadar insulin dengan uji imunohistokimia pankreas, analisis daur estrus dengan vaginal smear, pengamatan histologi ovarium, dan pengamatan ekspreksi TNF-α dengan pewarnaan IHC pada ovarium.

“Penelitian yang dilakukan selama kurang lebih 3 bulan ini hampir menemui titik akhirnya. Saat ini penelitian yang kami lakukan berada pada kegiatan pengolahan data dan analisis hasil penelitian”, ujar Nadhifah selaku anggota tim.

Penelitian yang dilakukan oleh Apriani Nurjanah Fakultas Kedokteran Hewan, Nadhifah Eka Prastuti Fakultas Kedokteran Hewan, Arline Ermanissa Rezkyanti Fakultas Kedokteran Hewan, Naafi’ Noor Nafiza Novikh Fakultas Farmasi, dan Annisa Fajra Humaira dengan bimbingan Dr. drh. Vista Budiariati, M. Si yang telah dilakukan diharapkan mampu menjadi jembatan pengetahuan pada penelitian yang akan dilakukan selanjutnya.

Kegiatan ini mendukung beberapa poin SDGs seperti SDG poin 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG poin 4 Pendidikan Berkualitas, SDG poin 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG poin 15 Ekosistem Darat, dan SDG poin 17 Kerjasama untuk mencapai tujuan.

Penulis: Apriani Nurjanah