Ribuan Alumni FKH UGM Mengikuti Niti Laku

Bagikan

Facebook
Twitter
WhatsApp

Sedikitnya seribu orang peserta mengikuti niti laku atau napak tilas hijrahnya Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada dari kampus Sekip menuju Kampus FKH di Bulaksumur, Sabtu (17/9). Acara niti laku yang diikuti alumni dari 40 angkatan ini bertujuan untuk meningkatkan rasa kebersamaan antar alumni serta merefleksikan kembali hijrahnya kampus FKH dari gedung Sekip ke Bulaksumur.

Kegiatan niti laku dimulai dari berjalan kaki dimulai dari kampus Sekip yang diiringi oleh pasukan berkuda dan gerobak sapi. Peserta sempat mampir Balairung dan disambut oleh Rektor UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., Ph.D. Selanjutnya, para alumni menggelar makan siang bersama dengan alas daun pisang sebagai simbol kesederhanaan. Dari beberapa alumni yang hadir diantaranya adalah Plt Gubernur Bengkulu, Drh. Rohidin Mersyah.

Dekan FKH, Prof. Dr. drh. Siti Isrina Oktavia Salasia, mengatakan kegiatan niti laku sebagai bagian rangkaian kegiatan Dies FKH UGM ke-71. Peserta niti laku merupakan para alumni dari angkatan 1969 hingga angkatan 2010. “Ada seribu alumni yang hadir,” kata Isrina saat melepas peserta niti laku.

Menurut Isrina, pemilihan bekas kampus Sekip dalam rangka mengenang kembali masa-masa kuliah para alumni sebelumnya. Para peserta yang mengenakan seragam kaos biru ini berkesempatan juga bertemu kembali dengan dosen senior. “Apa yang telah dicapai para FKH kali ini merupakan kontribusi besar para pendahulu dan pengajar kita,” kata Isrina pada alumni.

Isrina berharap para alumni terus memperkuat hubungan silaturahmi dan mampu bersinergi dengan almamater dalam memajukan fakultas dan profesi dokter hewan Indoensia. “Saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi pada alumni yang telah bersedia hadir di gedung yang kini sudah dijadikan heritage ini,” katanya.

Tidak hanya itu, Isrina juga berpesan agar para alumni terus memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara lewat profesi dan bidang yang sudah ditekuni di tengah masyarakat. “Kita harus bergandeng tangan dalam memajukan profesi yang kita cintai ini,” pungkasnya. (Humas UGM/Gusti Grehenson)

Sumber