FKH UGM Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Konservasi Penyu di Desa Banaran

_DSC1144

Bagikan

Program Pendidikan Dokter Hewan (PPDH) Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (FKH UGM) sukses melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Banaran, Kecamatan Galur, Kulon Progo, pada tanggal 20 Juni lalu. Program ini bertujuan mengintegrasikan pelestarian satwa dilindungi dengan pengembangan ekonomi kreatif masyarakat pesisir melalui konsep ekowisata berbasis edukasi.

Desa Banaran dikenal sebagai lokasi pendaratan penting bagi penyu lekang (Lepidochelys olivacea). Namun, ekosistem ini menghadapi tantangan serius akibat abrasi pantai, perburuan telur penyu, hingga keterbatasan ekonomi masyarakat lokal. Melihat urgensi tersebut, PPDH FKH UGM hadir untuk memberikan solusi strategis. Rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi aksi konservasi dengan melakukan pelepasliaran tukik (anak penyu) serta penanaman bibit pohon cemara dan pandan untuk memperkuat ekosistem pesisir, sosialisasi mengenai manajemen satwa liar oleh drh. Aji Winarso, M.Sc., serta wawasan mengenai Blood Parasites in Wild Bird oleh Prof. Morakot Kaewthammasorn, serta pengembangan ekonomi kreatif berupa pelatihan dan pendampingan manajemen produksi suvenir untuk meningkatkan nilai ekonomi lokal, serta edukasi pemasaran digital.

Melalui ekowisata berbasis edukasi ini, Desa Banaran kini memiliki peluang besar untuk bertransformasi menjadi destinasi wisata berbasis konservasi yang mampu mensejahterakan masyarakat tanpa merusak ekosistem alam yang ada. Dengan adanya sinergi antara FKH UGM dan Kelompok Sadar Wisata Banaran yang beranggotakan lebih dari 20 orang, program ini diharapkan dapat menciptakan model pengelolaan konservasi yang berkelanjutan. Inisiatif ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya poin Life Below Water (Menjaga Ekosistem Laut) dan Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).