Program Sarjana Kedokteran Hewan

Pesatnya perkembangan dan luasnya ruang lingkup ilmu veteriner yang harus dikuasai oleh mahasiswa kedokteran hewan di era global, berimplikasi pada keharusan untuk memprioritaskan subyek-subyek veteriner penting yang wajib dipelajari. Prioritas tersebut harus dipelajari melalui pendekatan baru berbasis masalah-masalah nyata dalam profesi (Problem Based Learning/PBL)”. Topik-topik kunci dan menggugah dalam blok disajikan dalam sejumlah skenario. Metode pembelajaran ini diharapkan dapat memfasilitasi luasnya materi pembelajaran yang harus dikuasai secara lebih baik, karena setiap topik bahasan dikaitkan dengan kejadian-kejadian klinis di lapangan. Skenario yang disajikan merepresentasikan problem-problem pasien dan klien sesuai dengan topik-topik dalam blok.

Kurikulum berbasis PBL diimplementasikan di Fakultas Kedokteran Hewan UGM mulai semester gasal 2007/2008. Kurikulum ini berusaha untuk merefleksikan tujuan akhir pembelajaran pendidikan dokter hewan secara nasional untuk mewujudkan manusya mriga satwa sewaka. Kurikulum dengan masa studi 8 semester pembelajaran ini dibagi menjadi 24 blok. Masing-masing blok terdiri dari 6 – 7 minggu aktivitas pembelajaran. Tema blok dikategorikan ke dalam 5 bidang: Tema pertama merupakan dasar ilmu kedokteran hewan, termasuk aspek moral dan etika (blok 2, 3, 4, 5, 6, 7, dan 8); Tema kedua difokuskan pada perubahan fisiologis, patologis, dan teknik diagnosis (blok 9, 10, 11, dan 12); Tema ketiga meliputi topik penyakit dan pengobatannya berdasarkan spesies hewan (blok 14 sampai 21); Tema keempat terkait dengan pembahasan penyakit hewan dan manusia (blok 22 dan 23). Blok pilihan merupakan tema kelima yang memungkinkan mahasiswa untuk memperdalam dan mengembangkan minat khusus pada bidang tertentu (blok 24). Blok 1 dan 13 disajikan untuk tujuan khusus. Blok 1 dirancang untuk memperkenalkan mahasiswa kepada metode pembelajaran melalui pengkajian kasus-kasus nyata kedokteran hewan, sehingga mahasiswa menjadi terlatih dan menguasai teknik pembelajaran yang digunakan untuk proses pembelajaran selanjutnya. Blok 13 bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tugas akhir (skripsi), dengan cara memperkenalkan metodologi penelitian, analisis biostatistik, dan penyusunan skripsi.

Proses pembelajaran dalam sistem blok ini mengharuskan mahasiswa untuk mampu mengelaborasi tujuan pembelajaran dengan usahanya sendiri. Oleh karena itu, mahasiswa dituntut untuk belajar mandiri dengan menggunakan sumber pembelajaran yang bervariasi, mulai dari buku wajib, jurnal, internet, dan sumber lainnya. Perkuliahan akan diberikan oleh dosen dan pakar untuk memperkaya pengetahuan mahasiswa yang relevan dengan setiap subyek yang dibahas. Blok juga menyajikan aktifitas praktikum di laboratorium, sesuai kebutuhan. Evaluasi hasil pembelajaran meliputi penilaian terhadap kegiatan tutorial, praktikum dan tugas, serta ujian akhir blok yang dilaksanakan pada minggu terakhir setiap blok. Meskipun demikian, ujian remidiasi dimungkinkan pada akhir tiap semester.