Kesmavet

Sejarah

Pada saat Fakultas Kedokteran Hewan bergabung ke dalam Universitas Gadjah Mada bersama 5 fakultas yang lain pada tanggal 19 Desember 1949, seksi Susu dan daging telah ada didalamnya. Dengan dua orang staf dosen (Drs. M. Thayib dari Dinas Kehewanan Kotapradja Surabaya dan Drs. Bambang Waroedjoe) seksi ini mengelola mata kuliah Susu dan Daging dan menuntun Koasistensi doktorandi yang waktu itu disebut “Coschaap daerah”. Pada tahun 1960-an, ada penambahan 2 orang staf yakni drh. Sunaryo Keman dan Drs. Bambang Dwidjo. Seorang asisten, Mandiri, BSc. berstatus sebagai pegawai tetap. Pegawai tetap yang lain adalah Sdr. Djasmin, Sdr. Supardi dan Sdr. Marsudi. Sampai saat itu, mata kuliah yang diasuh masih hanya Susu dan Daging. Materi kuliah daging terdiri atas proses pemeriksaan dan pemotongan sapi, babi, dan domba/kambing, teknologi daging dan penyakit-penyakit yang membahayakan manusia yang dapat dibawa oleh daging. Untuk susu, diajarkan proses pemerahan, sifat-sifat susu dan pemeriksaannya berdasarkan “melk codex 1914”. Syarat-syarat kandang dan perusahaan susu juga diajarkan. Praktikum pemeriksaan daging dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kotapradja Yogyakarta, dan praktikum susu di laboratorium Dinas Kehewanan yang sama. Sejak 1963 praktikum ini dipindah ke laboratorium seksi Susu dan Daging sendiri di Sekip.

Mata kuliah yang diasuh oleh seksi ini diperluas setelah drh. Bambang Waroedjoe pulang dari belajar di Amerika Serikat (AS) dengan gelar M.Sc. Beliau berkesempatan ikut menjamu Dr. Daniel Cohen dari FAO/WHO di Jeneva, dan membawanya memberikan ceramah-ceramah tentang kesehatan masyarakat veteriner dan zoonosis dan di fakultas dan Departemen Kesehatan. Dari kunjungan ini, Departemen kesehatan membentuk suatu seksi yang diberi nama seksi Zoonosis dan di Fakultas Kedokteran Hewan, pengenalan bidang-bidang baru ini berdampak pada pergantian nama “Seksi Susu dan Daging” menjadi “Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner” (KESMAVET), serta menambahkan mata kuliah Zoonosis untuk mahasiswa tingkat IV.

Sementara itu, pada tahun 1969 drh. Sunaryo Keman dan Sdr. Djasmin resmi pindah ke Fakultas Peternakan UGM, dan tahun 1970 ada penambahan dua dosen baru, yakni drh. Sarosa dan Drs. Setyawan Budiharta. Pada tahun 1972 seksi Kesmavet mendapat kunjungan seorang ahli Kesmavet dari University of Illinois, Prof. Harold S. Bryan sebagai bagian program tukar-mimbar profesor di bawah program panjang oleh MUCIA. Disamping kegiatan alih keahlian, kunjungan ini juga “memboyong” beberapa peralatan laboratorium dan merekomendasikan drh. Bambang Waroedjoe, M.Sc. untuk studi banding ke AS dan merangsang staf yang ada di seksi untuk melanjutkan studi lanjutnya di AS dibawah sponsor MUCIA. Selama drh. Bambang Waroedjoe ke AS, drh. Soesanto Mangkoewidjojo, M.Sc. bertindak sebagai pejabat kepala seksi.

Sepulang dari studi banding ke AS pada tahun 1974 drh. Bambang Waroedjoe, M.Sc. banyak membawa perkembangan epidemiologi ke Indonesia. Saat itu di Direktorat Kesehatan Hewan dibawah drh. Teken Temaja sedang berkecamuk “demam epidemiologi”. Seksi Kesmavet (cq drh. Bambang Waroedjoe, M.Sc) mengembangkan mata kuliah epidemiologi ini. Mata kuliah ini lebih berkembang lagi setelah drh. Setyawan Budiharta pulang dari belajar di University of Minnesota dengan membawa gelar MPH pada tahun 1976.

Sebelum drh. Bambang waroedjoe M.Sc. wafat pada tahun 1989, seksi Kesmavet memiliki tambahan 3 orang staf dosen lagi, yakni drh. Bambang Sumiarto (Maret 1978), drh. Jeanne Indriana bangun (Maret 1983) dan drh. Yatri Drastini (Maret 1986). Pada tahun 1989 drh. Bambang Waroedjoe wafat, dengan meninggalkan pondasi yang kuat bagi seksi Kesmavet untuk mengembangkan diri. Setelah itu, jumlah staf dosen bertambah lagi dengan tenaga-tenaga yang potensial, yakni drh. Heru Susetya (1990), drh. Dyah Ayu Widiasih (1997), Dr. drh. Doddi Yudhabuntara (1999) dan Dr. drh. Widagdo Sri Nugroho (2000).

Setelah lama berstatus dari seksi dibawah Dekan, pada tahun 1982 Kesmavet berada dibawah Jurusan Ilmu Penyakit Hewan dan Kesmavet bersama yang dulu bernama seksi Mikrobiologi. Kesmavet memecah diri menjadi 2 laboratorium, yakni laboratorium Epidemiologi dan laboratorium Higiene Makanan, namun kebersamaan staf dosen yang ada didalamnya tetap terjaga. Pada tahun 1995 organisasi Fakultas berubah lagi, dan laboratorium Epidemiologi dan Higiene Makanan menyatu lagi menjadi departemen Kesmavet sampai sekarang.

Tempat beraktivitas departemen juga berpindah seirama dengan dinamika pembangunan fisik UGM. Pada tahun 1989 Kesmavet pindah dari Sekip ke Gedung Laboratorium Diagnostik di Klebengan, dan tahun 2004 ikut menikmati bangunan megah bantuan dari Overseas Economic Cooperative Funds (OECF) yang kemudian diganti sebagai Japanese Board of international Cooperation (JBIC).

Ada 2 orang staf dosen yang pensiun pada tahun 2003, yakni drh. Bambang Dwidjo, MS. dan drh. Sarosa, SU. Drh. Bambang Dwidjo wafat pada bulan April 2005. Tinggallah sekarang Kesmavet diasuh oleh 8 staf dosen dengan latar belakang sistem pendidikan yang berbeda-beda, yang memungkinkan saling mengisi, mengembangkan sistem yang terbaik.

Mata kuliah yang diasuh oleh Departemen Kesmavet juga makin berkembang. Staf dosen mengajar disegala aras pendidikan, yakni Diploma, S1, Profesi, S2 dan S3. Di Program Diploma mereka mengajar I. Kesmavet, Epidemiologi Veteriner dan Praktek Kerja Lapangan (PKL). Pada Program S1 (reguler dan ekstensi) diberikan I. Kesehatan Masyarakat, Higiene Makanan, Epideomologi dan Ekonomi Veteriner, Zoonosis dan mata kuliah pilihan kesehatan Lingkungan dan Kesmavet Terapan. Mata kuliah S2 dan S3 mencakup mata kuliah dari epidemiologi analitis sampai ke aspek-aspek higiene bahan asal hewan dan teknologinya.

Perkembangan dosen dan bahan ajar diikuti pula dengan perkembangan prasarana penelitian dan pendidikan. Laboratorium Epidemiologi dan Kesehatan Susu dan Daging relatif lebih lengkap, bahkan telah ditambah pemeriksaan-pemeriksaan residu dalam bahan-bahan tersebut. Dalam epidemiologi, ranah epidemiologi molekuler juga telah mulai dirambah. Dengan demikian diharapkan, bahwa di masa mendatang, Departemen Kesmavet akan mampu mengantisipasi perkembangan Kesmavet secara nasional dan internasional.

Visi

Departemen Kesehatan Masyarakat Veteriner menjadi departemen yang disegani keluar dan kedalam serta mampu berstatus sebagai sarana penghubung antara perkembagan ilmu-ilmu kesmavet dan penerapannya di masyarakat secara nasional dan internasional.

Misi

  1. Memberikan pendidikan dalam bidang ilmu-ilmu Kesehatan Masyarakat kepada mahaiswa FKH  UGM sesuai jenjangnya sedemikian sehingga mereka siap mengembangkan dan menerapkan ilmunya untuk kesejahteraan masyarakat.
  2. “Manusya mriga satwa sewaka” merupakan dasar untuk melaksanakan kegiatan pengabdian kepada dan memperdayakan masyarakat dalam ruang lingkup kesehatan masyarakat veteriner khususnya dan kesehatan hewan pada umumnya.
  3. Melaksanakan penelitian dasar dan terapan untuk menunjang program pendidikan dan pengabdian masyarakat dalam lingkup kesmavet dan kedokteran populasi.

Tujuan

  1. Menghasilkan lulusan yng mampu menyerap dan menerapkan pendidikan yang diberikan oleh Departemen dan mampu menunjukan keunggulan komparatif dan kompetitif secara nasional dan internasional.
  2. Memberikan pengabdian, pelayanan dan pemberdayaan masyarakat terutama dalam hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat veteriner.
  3. Menghasilkan penelitian dasar dan terapan yang mampu bersaing secara komparatif dan kompetitif di tingkat nasional dan internasional.

Ketua Departemen:

drh. Heru Susetya, M.P., Ph.D.

Sekretaris Departemen:

Dr. drh. Widagdo Sri Nugroho, M.P.

Dosen:

  1. Prof. Dr. drh. Bambang Sumiarto, SU., M.Sc.
  2. Dr. drh. Yatri Drastini, M.Sc.
  3. Dr. drh. Doddi Yudhabuntara
  4. drh. Dyah Ayu Widiasih, Ph.D.
  5. drh. M.Th. Khrisdiana Putri, M.P.
  6. Roza Azizah Primatika, S.Si., M.Si.