Perubahan lingkungan global dan penyakit tropis International Seminar and Annual Steering Committee Meeting on GREASE Network Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Yogyakarta, 24-28 Mei 2016

grease 2016Indonesia sebagai negara tropis memiliki kawasan seluas 7,7 km2, terdiri atas 1,9 juta km2 teritori daratan, 2,7 juta km2 teritori laut dan 2,7 km2 teritori perairan laut terbatas. Sebanyak 47 ekosistem alami dapat teridentifikasi di Indonesia yang didalamnya hidup lebih dari 280.000 jenis tumbuhan, 350.000 jenis hewan dan lebih banyak lagi jasad renik. Kekayaan ini menjadikan Indonesia dikenal sebagai negara mega-biodiversity kedua setelah Brazil. Berbagai masalah muncul dan mengancam kelestarian hewan di Indonesia, baik itu hewan ternak, hewan piaraan dan hewan liar. Tingginya dampak perubahan iklim, cuaca ekstrim dan variasinya mengakibatkan berbagai macam vektor penyakit semakin merebak dan menyebarkan penyakit di kawasan negara ASEAN. Selain itu, ditambah permasalahan tingginya kepadatan penduduk, alih fungsi lahan untuk pemukiman dan peternakan, merupakan area yang sangat ideal munculnya penyakit infeksi yang dapat mengancam kesehatan manusia, hewan dan hewan liar.

grease di ugm

            Hal-hal tersebut diatas memicu munculnya penyakit zoonosis di Indonesia. Zoonosis merupakan penyakit yang dapat menular dari manusia ke hewan dan sebaliknya. Dari 1415 peagen patogen pada manusia, 868 (61%) diantaranya adalah penyakit yang masuk kategori zoonosis. Selain itu 75% dari penyakit-penyakit yang baru muncul akhir-akhir ini adalah penyakit zoonosis. Oleh karena itu penyakit zoonosis menjadi hal yang sangat penting bagi kesehatan manusia dan hewan. Tingginya tingkat penyakit dari satu daerah di kawasan negara-negara ASEAN, satu pulau dengan pulau yang lain di dalam Indonesia, dan bagaimana pola penyebarannya dari suatu daerah ke daerah yang lain tersebut menjadikan isu ini sangat penting untuk dibahas bersama melalui pendekatan mulidisiplin. Untuk itulah atas prakarsa negara-negara di ASEAN, membentuk suatu jejaring (network) yang diberi nama GREASE. GREASE merupakan jaringan negara-negara di ASEAN yang fokus pada manajemen resiko berbagai ancaman penyakit yang dapat terjadi di wilayah ASEAN dan global. GREASE terdiri dari lembaga riset dan universitas di ASEAN yang terdiri dari Chiang Mai university (CMU/FVM), Khon Kaen University (KKU/FVM), Chulalongkorn University (CU) dari Thailand; National University of Lao dari Laos (NUOL); National Veterinary Research Institute (NaVRI) Cambodia; National Institute of Veterinary Research (NIVR) Vietnam ; Veterinary Research Institute (VRI) Malaysia, University Gadjah Mada, Indonesia ; National University of Singapore,  Central Mindanao University (CMU) and University Phillipines at Los Baños (UPLB) Phillipines; dan Sun Yat Sen University (SYSU), Guang Zhou, China. Universitas Gajah Mada melalui Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM merupakan satu-satunya PT di Indonesia yang masuk dalam jejaring internasional bidang ini. Penyelenggaraan jejaring ini mendapat dukungan dari CIRAD (lembaga kerjasama internasional) Perancis.

            Setiap tahun jejaring GREASE ini melakukan seminar Internasional dengan tempat yang bergiliran di negara-negara ASEAN membahas berbagai isu stratejik di negara ASEAN dan global. Pertemuan ilmiah tahun ini bertempat di Fakultas Kedokteran Hewan UGM yang berlangsung dari tanggal 24 hingga 28 Mei 2016. Selain dari negara ASEAN hadir pula para peneliti dari berbagai negara seperti Spanyol, Cheko, Perancis, Inggris, USA dan Australia. Isu-isu yang dibahas dalam forum ini antara lain terkait: Avian influenza, Swine Influenza, Enchephalitis, Trypanosomiasis, Rabies, Resistensi Antibiotika (AMR) dan isu-isu lain terkait perkembangan vektor penyakit seperti lalat, kelelawar dan tikus sebagai penyebar penyakit. Adanya vektor dan penyakit menular lain yang bersumber dari hewan menjadikan isu ini menjadi isu strategis, karena harus menjadi tanggungjawab bersama dalam upaya penanggulangannya. Selain topik-topik di atas, dibahas pula berbagai topik zoonosis lainnya seperti malaria yang bersumber dari hewan primata, toksoplasmosis, skabies, berbagai penyakit cacing yang dapat menular dari hewan dan ikan ke manusia dan sebaliknya.

Acara yang diselenggarakan dalam rangka Lustrum FKH UGM ke 14 dan Dies Natalis FKH UGM ke 70 ini dibuka oleh Dr. drh. Joko Prastowo, MSi, selaku Dekan FKH UGM dihadiri oleh lebih dari 100 peneliti dari 15 negara yang menghasilkan berbagai rekomendasi bagi pemerintah masing-masing di ASEAN, dunia internasional yang menuntut perlunya kerjasama yang lebih erat di berbagai bidang guna mendukung pemberantasan dan pengendalian penyakit zoonosis untuk mengatasi permasalahan yang kian kompleks ini. Untuk itulah diperlukan pertukaran keahlian dan pengalaman masing-masing negara dengan mengoptimalkan peran masing-masing pihak melalui pengembangan training dan riset bersama. Fakultas Kedokteran Hewan UGM mendukung sepenuhnya upaya-upaya para ahli peneliti yang tergabung dalam GREASE network ini dengan mendorong tema-tema riset terkait penyakit zoonosis melalui berbagai fasilitasi pendanaan internal fakultas, universitas dan dana dari luar negeri. Melalui berbagai publikasi di tingkat internasional yang bereputasi dari para staf FKH UGM bersama mitra dari berbagai negara tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata keilmuan dalam upaya penanggulangan dan pencegahan penyakit zoonosis.