LOMBA BURUNG BERKICAU DALAM RANGKA DIES NATALIS FKH UGM ke 71

Indonesia adalah negeri yang kaya biodiversitas burung, salah satunya burung ocehan (passeriformes). Saat ini burung ocehan menjadi hewan peliharaan yang sangat favorit di tengah masyarakat. Pada umumnya masyarakat memelihara burung untuk didengarkan suara (ocehannya) maupun keindahan warna bulunya. Sebagai upaya memfasilitasi kebutuhan masyarakat dan mensosialisasikan kepedulian terhadap burung ocehan, Fakultas Kedokteran Hewan UGM menyelenggarakan lomba burung dalam rangkaian Dies Natalis FKH UGM ke 71. Kegiatan perlombaan dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus 2017 di halaman belakang FKH UGM.

Sebanyak 25 kelompok burung dilombakan diantaranya burung murai batu, cucak ijo, kacer, kenari, pleci, cendet, love bird, ciblek, dan anis merah. Lomba burung ini mendapat antusiasme yang sangat tinggi dari masyarakat, sehingga jumlah peserta melebihi target panitia. Sekitar 800 orang peserta perlombaan yang berasal dari berbagai kota mengikuti perlombaan, mayoritas dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan beberapa kota sekitar seperti Solo, Semarang, Purworejo, dan beberapa kota di luar pulau Jawa.

Kriteria penilaian lomba terdiri dari durasi ocehan, irama lagu, volume suara, penampilan, dan dikombinasikan dengan kriteria khusus masing-masing jenis burung. Berdasarkan penilaian oleh tim juri independen dari Asosiasi Pecinta Burung Ocehan, Juara umum kelas Bird Club (BC) di peroleh Wirojoyo BC, sedangkan Juara umum kelas Single Fighter (SF) di pegang Fitri BKS dari Samarinda. Juaran umum memperoleh Piala Dekan, piagam penghargaan, dan uang pembinaan.

Kegiatan perlombaan dibuka secara langsung oleh Dekan FKH UGM, Prof. Dr. drh. Siti Isrina Oktavia Salasia. Menurut beliau, FKH UGM sebagai pioner dalam pelayanan kesehatan hewan eksotif senantiasa berupaya berperan aktif dalam pelestarian melalui berbagai kegiatan riset dan pelayanan kesehatan burung. Prof. Isrina berpesan agar masyarakat memahami aspek animal welfare dalam memelihara burung ocehan dan menjaga kesehatan burung peliharaanya untuk menghindari penularan penyakit zoonosis (Alfarisa).